Konsep Bahasa Nasional dan Bahasa Negara

Ditulis ulang oleh Herman RN

Secara tridisional, bahasa dapat dimaknai sebagai alat komunikasi dan alat interaksi. Banyakya bahasa di belahan dunia menimbulkan ada istilah bahasa nasional dan bahasa negara, di samping bahasa daerah. Ada negara yang menyatakan bahwa bahasa nasional sama dengan bahasa negara, baik dari segi pengertian, kedudukan, maupun fungsinya. Namun, tidak semua negara di dunia meletakkan konsep tersebut. Bagaimana dengan Indonesia, Malasyia, dan Filipina?

Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Opini. Leave a Comment »

Gender dalam Bahasa

oleh Herman RN

rameHAL yang jarang disentuh oleh ahli bahasa dalam membahas polemik kebahasaan adalah tentang jenis kelamin atau sebut saja dengan istilah “gender” dalam berbahasa. Sebagai refleksi bulan bahasa (setiap 28 Okotober) ini, kita lihat sekilas kaitan bahasa dengan relasi gender. Bahasa dalam gender yang saya maksudkan adalah pengungkapan, gaya, dan kemungkinan soal ketabuan bahasa yang diucapkan oleh si penutur, baik lelaki maupun perempuan. Hal ini memang perkara sederhana, tetapi ini pulalah yang “jauh” dari kajian para pakar. Padahal, jika benar-benar ditilik, ternyata kosa kata tertentu yang hidup dan diucapkan dalam masyarakat kita, cenderung mengalami ketidakseimbangan gender. Artinya, soal gender dalam bahasa seyogianya juga bisa jadi telaah para “aktivis gender” sehingga tidak memaknai relasi gender hanya pada pekerjaan dan pakaian semata.

Ditulis dalam Opini. Leave a Comment »

Janji Presiden Jadi Insiden

Oleh Herman RN

Mungkin, yang dilakoni oleh seorang kepada daerah dengan membuka baju saat kedatangan kepala negara adalah ‘urang ajar’. Namun, kondisi itu kelihatannya terpaksa dilakukan Bupati Aceh Selatan beberapa waktu lalu. Pasalnya, beberapa hari sebelum ketibaan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ke Aceh dalam rangka membuka “piasan” adat Pekan Kebudayaan Aceh (PKA) yang kelima, dikatakan oleh panitia pelaksana kegiatan tersebut bahwa presiden akan menyinggahi anjungan Aceh Selatan.

Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Opini. Leave a Comment »

Menggugat “Cabul” dalam Sastra

dimuat di Tabloid Kontras, edisi 22-28 Oktober 2009

Oleh Herman RN

hehehePembicaraan sastra “cabul” atau “satra kelamin” sebenarnya sudah lama heboh di Jakarta sejak beberapa karya sastra yang ditulis oleh sastrawan kekinian kerap mendeskripsikan adegan esek-esek. Bahkan, soal sastra cabul atau ada pula yang menamakannya dengan “sastra kelamin” sempat membuat kalangan sastrawan nasional saling tuding. Sebut saja di antaranya karya-karya Djenar Maesa Ayu, Ayu Utami, Hudan Hidayat, Eka Kurniawan, dan beberapa ‘penjaga Komunitas Utan Kayu’ yang suka melahirkan cerita-cerita nyentrik. Namun, lambat laun persoalan itu hening seperti ditiup angi. Bahkan, saat ini permasalahan tersebut terkesan mati atau tak dipedulikan lagi.

Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Essay. Leave a Comment »

Aceh, PKA, dan UU Hamidy

Oleh Herman RN

Kalau ada yang menulis tentang “Dunia Melayu” hingga lebih 50 buah buku, ia adalah UU Hamidy. Lelaki itu lahir Rantau Kuantan, Riau, 17 November 1943. Kendati bukan kelahiran Aceh, ia tahu benar seluk beluk Aceh, terutama bidang sastranya dan terkhusus lagi tentang hikayat-hikayat Aceh. Karena itu, tak salah jika salah seorang ulama sekaligus sastrawan Aceh, Prof. Ali Hasjmy, menggelari Hamidy sebagai “Orang Aceh yang lahir di Pekanbaru. Menariknya lagi, Hamidy mengawali tulisannya dengan Aceh dan tulisan terakhirnya pun tentang Aceh.

Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Essay. Leave a Comment »

Adat Meublang, Mitos atau Kearifan

oleh Herman RN

meublangSebagai masyarakat yang terkenal menjunjung tinggi budaya leluhur, ureueng Aceh memiliki keberagaman adat dalam kehidupan sehari-hari. Hanya saja, masyarakat yang mendiami Aceh sekarang—kemungkinan masyarakat Aceh asli—sudah mulai kurang memahami antara adat dengan yang hanya merupakan sebuah kebiasaan semata (reusam). Ada pula yang mulai menganggap adat sebagai mitos belaka, terutama bagi sebagian orang yang mengklaim dirinya telah berpikir maju alias modern. Akibatnya, kearifan sebagai adat atau tradisi hanya kamuflasi mistik alias terbelakang.

Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Essay. Leave a Comment »

Transfer Bahasa

Oleh Herman RN

kamiTRANSFER dapat terjadi dalam tindakan kebahasaan, terutama pada kedwibahasaan. Transfer merupakan pengaruh yang dihasilkan dari persamaan dan perbedaan antara bahasa sasaran yang dipelajari oleh seorang pembelajar bahasa dengan bahasa ibunya yang sudah dia peroleh sejak kecil. Terjadinya transfer dikarenakan faktor pembelajaran bahasa. Biasanya, pengaruh bahasa pertama (bahasa ibu) terbawa dalam bahasa kedua yang sedang dipelajari. Namun, hal ini bisa pula terjadi sebaliknya. Karena itu ada sitilah transfer positif dan transfer negatif.

Baca entri selengkapnya »

Malu Aku Punya Bahasa Daerah

Oleh Herman RN*

hernBERIRING salam saya mulai tulisan; menjumpai para budayawan, pemangku kebijakan, dan ahli bahasa di bumi Persada Iskandar Muda. Mungkin ini hanya sebuah coretan atau kerisauan yang masih tersisa, bekas dari kuliah yang pernah saya jejaki selama empat tahun lebih di Universitas Syiah Kuala.

Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Essay. 1 Komentar »

Hakekat Bahasa dan Fungsinya

Oleh Herman RN

Hakekat bahasa sama pengertiannya dengan ciri atau sifat hakiki terhadap bahasa. Chaer (1994:33) mengemukakan hakekat bahasa itu di antaranya adalah sebagai berikut.

Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Opini. 2 Komentar »

Arif, Menulis Itu Ibadah!

Oleh Herman RN

teunkuMENULIS adalah ibadah. Hal ini kemudian dijadikan banyak orang sebagai salah satu alasan—dari berbagai alasan lain—untuk menulis. Tentunya, tulisan yang baik-baiklah yang memiliki nilai ibadah. Tak dinyana, bulan Ramadhan ini kemudian dijadikan sebagian orang untuk menulis yang baik-baik, bernada ceramah, syarat dakwah, dengan tujuan sebagai ibadah kepada Allah subhanahuwata’ala.

Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Opini. 1 Komentar »