Suara Tinta

Ikon

Saatnya tinta bersuara lebih lantang dari suara senjata

Ini Aneh, Teungku!

Oleh Herman RN

SEHARUSNYA judul artikel ini adalah “Ini Aceh, Teungku!”. Namun, sengaja saya ganti konsonan C dengan N sehingga menjadi “Ini Aneh, Teungku!” Tentu saja pilihan judul ini tidak terlepas dari berbagai keanehan yang terjadi di Aceh dalam sepekan terakhir. Aceh pun pantas dapat predikat ‘negeri aneh’. Baca entri selengkapnya »

Filed under: Essay, , , ,

Khanduri Teater yang Diteaterkan

Oleh Herman RN

teaterAGAKNYA dunia seni pertunjukan, terutama seni teater di Aceh akan menemukan gezahnya. Tentu saja bagi seniman teater sepantasnya memanjatkan dan mengucapkan kata syukur. Betapa tidak, sejumlah workshop dan pelatihan mengenai seni teater mulai digalakkan. Beberapa waktu lalu, workshop seni teater plus seni tutur sudah digelar oleh Dinas Kebudayaaan dan Pariwisata (Disbudpar) Aceh. Kali ini, giliran Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Banda Aceh yang melaksanakan workshop yang sama. Baca entri selengkapnya »

Filed under: Essay

Selepas Abubakar Bangkit

Oleh Herman RN

 SULIT menemukan catatan kelahiran tokoh satu ini, kendati ia sebenarnya seorang yang layak disebut pejuang masa-masa revormasi. Dalam beberapa literatur hanya tersebut bahwa ia kelahiran dataran tinggi Gayo, Takengon. Tidak ada tanggal dan bulan pasti tentang kelahirannya. Namun, sosok yang telah berpulang ke Rahmatullah pada Ahad, 13 Januari 2013, ini merupakan satu dari sekian tokoh Aceh yang dikenal khalayak luas secara nasional. Namanya Abubakar Bangkit. Baca entri selengkapnya »

Filed under: Essay

Inspirasi Awal di Kelas Penulisan Fiksi

MENGAWALI pertemuan pertama di kelas Prosa Fiksi sudah tentu butuh persiapan motivasi. Motivasi diperlukan karena tidak semua orang menyukai fiksi. Bagi yang suka baca cerpen dan novel pun, belum tentu gemar dalam menulisv pula. Baca entri selengkapnya »

Filed under: Essay

Negeri Aneh!

oleh Herman RN

image descriptionMACAM bagoe terjadi di negeri Aceh. Sesuatu yang bisa dikatakan konyol bin aneh. Jika dulu Aceh disebut aneh di sisi positif, kali ini anehnya sangat memalukan. Aneh Aceh masa lalu karena, misal, punya aturan sendiri yang tak mau mengikuti secara penuh aturan dari Pusat atau Jakarta. Namun, sesuatu yang aneh itu, katakanlah soal pesta demokrasi yang memunculkan calon independen ditiru oleh sejumlah daerah lain. Namun, aneh kali ini malah mendapat cercaan dari belahan dunia mana pun. Baca entri selengkapnya »

Filed under: Haba-haba

“Negeri dalam Sepatu” di Mata Anak Muda Aceh

Oleh Herman RN

RUANG lantai dua ruko di depan Masjid Syuhada Lamgugop itu disesaki puluhan orang. Kebanyakan dari mereka masih sangat belia. Hanya beberapa orang yang sudah usia 30 tahun ke atas. Itu pun tak lebih dari bilangan jemari sebelah tangan. Mereka duduk di atas kursi plastik biru muda. Kursi-kursi itu disusun berbanjar empat ke belakang. Itulah ruang diskusi milik Toko Buku Dokarim, di Lamgugop. Baca entri selengkapnya »

Filed under: Feature

Jomblo Aceh, Menikahlah!

oleh HERMAN RN | The Atjeh Post, 20 Januari 2012

menikaPERUT saya digodok kembali oleh opini seorang teman, Muhadzdzier M. Salda. Artikel tentang mahar nikah dalam adat Aceh yang dimuat oleh ATJEHPOST.com itu bahkan telah pula menggodok perut sebagian orang lainnya. ATJEHPOST.com sendiri menjadikan topik “Mahar Adat Aceh” sebagai liputan khusus. Baca entri selengkapnya »

Filed under: Essay

Sekilas Srikandi Aceh

SERING KITA mendengar nama-nama pahlawan yang sudah dinobatkan menjadi pahlawan nasional. Namun, tetap ada juga yang masih belum tahu benar sosok pahlawan yang dibanggakannnya. Apalagi, bicara tentang pahlawan wanita, seakan ini menjadi topik yang menarik. Baca entri selengkapnya »

Filed under: Essay

Gemasastrin dan Senandung Kemesraan di Ujian Akhir

gemas3SUATU hari/ di kala kita duduk di tepi pantai/ dan memandang ombak di lautan yang kian menepi// burung camar/ terbang bermain di derunya air/ suara alam ini/ hagatkan jiwa kita//… Kemesraan ini/ janganlah cepat berlalu/ kemesraan ini/ ingin kukenang selalu/ hatiku damai/ jiwaku tenteram di sampingmu…//

Senandung “Kemesraan” milik Iwan Fals itu menggema dalam ruang Auditorium Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Syiah Kuala. Namun, senandung itu bukan berasal dari suara Iwan Fals, melainkan ratusan mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) FKIP Unsyiah. Baca entri selengkapnya »

Filed under: Feature

Unsyiah: Dari Rawa Penuh Hantu Menjadi ‘Jantong Hatee Rakyat’

T.A. Talsya

LIMA PULUH DUA TAHUN** yang lalu, Kampus Darussalam yang hari ini megah dan membanggakan hati, masih kebun kelapa di tengah rawa. Lokasinya masih terdaftar sebagai erfpacht N.V.Roempit, jauh diluar kota. Baca entri selengkapnya »

Filed under: Essay

Kalender

Juni 2013
S S R K J S M
« Mar    
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930

KATEGORI

SIMPANAN

Anda Pengunjung

  • 347,923 hits

TABIK

Pembaca yang budiman, tidak dilarang mengutip tulisan dari web blog ini, baik seluruh maupun sebagian. Harapan kami, jangan lupakan sumbernya. Senang pula kami jika ada komentar ditinggalkan, apa pun bentuknya. Diskusi lebih lanjut dilayani di katapelangi@yahoo.co.id . Terima kasih.

PO TULEH

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Bergabunglah dengan 29 pengikut lainnya.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 29 pengikut lainnya.