Suara Tinta

Icon

Saatnya tinta bersuara lebih lantang dari suara senjata

Wacana sebagai Bidang Ilmu

oleh Herman RN

Wacana pada mulanya memang sekedar pemikiran sederhana. Namun, istilah wacanan belakangan mulai dipakai para ahli untuk mendeskripsikan kegiatan-kegiatan pada persilangan berbagai disiplin linguistik yang berbeda, seperti sosiolinguistik, psikolinguistik, linguistik filosofis, dan linguistik komputasi. Karena itu, wacana tidak lagi dipandang ‘sebelah mata’ dalam perkembangan ilmu pengetahuan, tetapi ia dapat dijadikan salah satu bidang disiplin imu pengetahuan, terutama dalam kajian linguistik. Apalagi, dalam kehidupan ini, tidak semua bidang ilmu dapat mengkaji segala hal di alam, terutama untuk kebahasaan. Itu sebabnya, diperlukan wacana dalam keilmuan.

Read the rest of this entry »

Filed under: Opini

Kesenian Aceh (sedang) Menangis

Oleh Herman RN

MENYIMAK tulisan Sjamsul Kahar terkait yang menimpa seniman tutur Muda Balia (Serambi, 17/1) lalu membuat saya terenyuh. Renyuh yang pertama memang sudah lama terpendam, yakni nasib kesenian dan seniman kita (baca: Aceh) yang jauh abai, baik dari pemerintah maupun lembaga payung dewan kesenian sendiri. Renyuh yang kedua, membaca kepedulian Pak Kahar terhadap dunia kesenian, patut diberikan acungan dua kempol.

Read the rest of this entry »

Filed under: Essay

Celoteh Singkat untuk Dramatisasi Puisi Ekstensi

MUNGKIN saya telalu berbangga hati hari ini melihat suguhan mahasiswa kelas ekstensi PBSI yang memprogram mata kuliah Puisi bersama saya. Lima kelompok dari kelas ekstensi A dan lima kelompok dari kelas ektensi B telah membuktikan diri mereka bahwa—meskipun mereka dari nonreguler—juga mampu menampilkan yang terbaik.

Read the rest of this entry »

Filed under: Essay

Syariat 8,9 Skala Richter

Oleh Herman RN

Bumi Aceh kembali terhentak, terhenyak, terguncang pada 8,9 skala richter ala syariat. Betapa tidak, polisi syariat yang dipercaya dapat mengawal dan mengawas syariat islam (SI) ternyata malah ‘memperkosa’ syariat.

Read the rest of this entry »

Filed under: Essay

Memahami Wacanan Lisan dan Tulis

ditulis ulang oleh Herman RN

Analisis wacana menginterprestasi makna sebuah ujaran dengan memperhatikan konteks, sebab konteks menentukan makna ujaran. Konteks meliputi konteks linguistik dan konteks etnografii. Konteks linguistik berupa rangkaian kata-kata yang mendahului atau yang mengikuti, sedangkan konteks etnografi berbentuk serangkaian ciri faktor etnografi yang melingkupinya, misalnya faktor budaya masyarakat pemakai bahasa (Massofa, 2008).

Read the rest of this entry »

Filed under: Linguistik

Uniknya Emosiku Diuji…

oleh Herman RN

Setelah bersukur pada Ilahi atas diterimanya judul tesisku oleh dosen penguji tadi pagi, kuayunkan kaki menuju sebuah kampung kecilku, KM 33 di perbatasan Bireuen-Takengon. Mulanya, tujuanku adalah kota mungil Bireuen. Menumpang jasa L.300 di Simpang Surabaya, aku tiba di Kota Juang menjelang isya—beranjak dari Kota Kutaraja tepat saat jarum jam menunjukkan angka tiga.

Read the rest of this entry »

Filed under: Memory

Guyon dengan Fidel Castro

Pemimpin Kuba, Fidel Castro dikenal sebagai orang yang tidak suka basa-basi. Orangnya juga disebut-sebut tempramen (di milist ini tak ada yang tempramen kan? Hehehe). Nah, ini ada guyonan Gus Dur sewaktu masih menjadi Presiden Indonesia, saat berkunjung ke Kuba. Saat itu dia bertemu pemimpin Kuba tersebut.
Read the rest of this entry »

Filed under: Humor

Oh..Juru Kunci Kompasiana

Kadang, ketakutan kita terlalu berlebihan seperti berlebihnya keberanian. Keberanian yang berlebihan membuat kita dengan mudah bicara dan membicarakan apa/siapa saja tanpa mengenal ruang dan waktu. Ketakutan berlebihan kemudian tercerna dalam tindakan harus ‘melenyapkan’ sesuatu yang ditakutkan tersebut, termasuk tulisan yang menakutkan.

Read the rest of this entry »

Filed under: Haba-haba

Luruskan Niat dan Maksud!

Oleh Herman RN

Adalah sebuah keniscayaan sesiapa menduduki kursi panas di parlemen. Tak mustahil parelemen-parlemen di Aceh saat ini diisi oleh mereka yang dulunya dianggap sebagai kombatan. Dapat dipastikan kursi dewan di seluruh daerah tingkat II di Aceh lebih dari 50% diisi oleh mereka yang dari Partai Aceh (PA). Hal ini merupakan sebuah ‘mukjizat’ baru di negeri laboratorium dunia ini; Aceh.

Read the rest of this entry »

Filed under: Haba-haba

Teknik Pembelajaran Menulis Karya Sastra

Oleh Herman RN

SASTRA, kendati hasil cipta kreativitas dari sebuah kontemplasi, telah diakui sebagai salah satu materi ajar di sekolah-sekolah hingga perguruan tinggi. Karena itu, guru sebagai fasilitator/pengajar di kelas mesti memiliki kemampuan menulis, memahami, dan mengapresiasi karya sastra. Hal ini akan menjadi modal bagi guru dalam mengajarkan sastra kepada para siswanya. Ini menjadi penting karena selama ini terkesan pembelajaran sastra di sekolah masih monoton, terpaku pada teori di buku. Pendeknya, guru terlalu taklid pada guru sehingga perlu perombakan cara mengajarkan sastra di sekolah.

Read the rest of this entry »

Filed under: Uncategorized

Kalender

Februari 2010
S S R K J S M
« Jan    
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728

KATEGORI

SIMPANAN

Anda Pengunjung

  • 102,852 hits

TABIK

Pembaca yang budiman, tidak dilarang mengutip tulisan dari web blog ini, baik seluruh maupun sebagian. Harapan kami, jangan lupakan sumbernya. Senang pula kami jika ada komentar ditinggalkan, apa pun bentuknya. Terima kasih.

PO TULEH

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.