Oleh Herman RN
Salam pada langit yang kita junjung; menampung segala suara
Salam pada bumi yang kita jejak; permadani perak tanah manusia
Sambutlah salam kami; salam sepuluh jari di atas kepala
Pembaca yang budiman (berbudi dan beriman), sengaja kami buka cang panah kali ini dengan sebuah sajak Fikar W. Eda, sebagai pertanda damai masih kita suka. Kendati membaca judul kelakar ini sedikit “aneh” barangkali bagi sebagian orang. Namun, inilah adanya: kita adalah bangsa yang merdeka.
Tak ada lagi larangan untuk menjenguk kampung halaman, tak ada lagi larangan berbentuk pembungkaman, dan kita percaya itu, karena kita adalah orang-orang yang menghargai janji dan perdamaian. Maka sangat aneh, jika ada orang yang melarang teriakan yel-yel kemerdekaan bagi bangsa ini.



