PELIHARA

Herman RN

 

Suatu hari di pagi yang cerah di rumah Apa Teulah.

“Ada-ada saja negeri kita ini ya, Munah,” ujar Apa Teulah kepada istrinya.

“Katanya negeri ini syariat Islam, tapi yang melakukan pelanggaran semakin hebat saja. Semula pejabat di pemerintahan daerah, kemudian menular sama pemangku hukum,” lanjutnya. Baca entri selengkapnya »

>> AISYAH

Oleh Herman RNtitania_wp.jpg

Suara gaduh dalam ruang sidang itu memuncak ketika Briyan berkata, “Salah dia sendiri. Kalau dia tidak suka, seharusnya dia tidak melakukannya.”

“Kurang ajar!” teriak seorang lelaki dari barisan pengunjung persidangan. Beberapa saat kemudian lelaki tua itu terbatuk-batuk. Perempuan belasan tahun yang duduk di sampingnya mengusuk-ngusuk punggung lelaki itu. Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Cerpen. 7 Komentar »

Siswa se-Sumatra Ngumpul di Bekas Tsunami

Herman RN, Aceh Besar

            Ombak mengalun sendu di pantai Lampu’uk. Dentumannya yang memecah di tepi pantai ditambah semilir angin laut yang menyelip di helai-helai daun pinus tidak membuat orang-orang di sebuah gubuk sisa tsunami di pantai itu terlelap. Mereka larut dalam bincang-bincang selarut buih yang menyembul dari pecahan di bibir pantai Lampu’uk. Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Feature. 6 Komentar »

PEMIMPIN

Haba-haba>>>Herman RNdscn9796.jpg

Apa Teulah terbahak-bahak pada malam itu. Pasalnya, dia bersama istri malam itu ke Anjong Mon Mata untuk menyaksikan adegan yang dimainkan pejabat Republik Mimpi.

Tidak hanya Apa Teulah dan istrinya, semua orang di dalam gedung itu juga tertawa. Namun, Apa Teulah tiba-tiba memasang muka masam ketika gubernur Irwandi berbicara. Baca entri selengkapnya »