Menasihat dan Ambiguitas dalam Pemahaman Karya Fiksi

(Menanggapi “Rumah Aib”)

Oleh Rismawati,Ris

Mahasiswa Sastra Indonesia dan Daerah Unsyiah

Sastra mempunyai pemaknaan dan pemahaman yang luas. Karena itu, penafsiran terhadap sebah karya sastra dapat timbul ambigu. Multitafsir atau keambiguitasan pula sering menjadikan sastra sebagai jalur penyampaian informasi, kritik, dan sindiran yang sifatnya membangun. Namun, tak tertutup kemungkinan, multitafsir menimbulkan makna bertolak belakang dengan maksud pengarang. Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Essay. Leave a Comment »

Rumah Aib

Cerpen Herman RN

BRRAib itu melekat pada dirinya sejak dia masuk sebuah rumah di kampong kami. Rumah putih yang didirikan selepas musibah mahadahsyat menghantam kampongku. Di rumah itu segala peri berlabuh. Kata orang, rumah itu didirikan dari peluh dan paruh korban tsunami. Dengan dalih membantu perempuan yang kehilangan suami. Dan di sana, masih menurut kata orang kampongku, segala peri dikumpulkan. Namun, sesiapa bergabung atau nyelinap ke sana barang sekejap, aib niscaya melekat pada dirinya. Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Cerpen. Leave a Comment »

Hiperimaji Kritis Sejarah dalam Fiksi

(Secoret Kajian pada Cerpen Saipul Bahri)

Oleh Herman RN,

Pepatah bijak mengatakan menulis adalah proses merekam sejarah ke dalam bentuk tulisan. Sejarah, dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia dikatakan sebagai sebuah peristiwa yang pernah terjadi pada masa silam. Sebagai sebuah peristiwa yang sudah terjadi tentu dia meninggalkan beragam cerita; duka, lara, suka, ria, tawa, canda, jua air mata. Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Essay. Leave a Comment »

Meucang (2)

Haba Herman RN

             Pembaca yang budiman (berbudi dan beriman), sebenarnya carita meucang saya dan Romi atau meucangnya para pejabat negeri ini, yang saya ceritakan kemarin, belum tuntas. Namun, karena ruang ini terlalu sempit untuk menamatkan cerita itu, teman saya, si Apa Uda’ Bili itu memotong. “Cukupkan dulu ceritamu, besok saja sambung lagi. Di rumah, istriku sudah menanti,” ucapnya. Ya, saya padailah carita kemarin sampai makna meucang dalam beberapa bahasa. Baca entri selengkapnya »

Meucang (1)

Haba Herman RNDemo

“Jak tameucang lom jak,” ajak seorang teman sekembalinya dia dari kampung setelah libur kemarin. Kami memang sudah dua minggu tak bertemu, sejak selesai ujian akhir mahasiswa di Unsyiah kemarin. Padahal, sebelumnya, hampir setiap hari kami meucang. Baca entri selengkapnya »

Sweeping (2)

Celoteh Herman RN

Lain halnya si Andy yang kena sweeping, lalu saling tawar tarif denda dengan polisi, lain pula halnya yang menimpa Putu Setia. Putu Setia seorang penulis, pengisi kolom “Cari Angin” di koran Tempo. Baca entri selengkapnya »

Sweeping

Celoteh Herman RN

Jibloe siplôh, jipeubloe sikureueng, lam reuweueng na laba

Membaca berita di media tentang razia kendaraan bermotor oleh Polantas yang katanya demi keamanan dan kenyamanan pengguna jalan raya, dari satu sisi ada baiknya. Namun, di sisi lain, ada cerita menarik tentang razia atau disebut juga dengan sweeping ini. Baca entri selengkapnya »