Gila! Inilah kata yang terlontar dari hati saya ketika menyaksikan berbagai even lomba kepenulisan di Nanggroe Aceh Darussalam. Setiap panitia lomba melaporkan hasil keikutsertaan peserta dalam lomba menulis tersebut pada pengumuman dan pengambilan hadiah bagi pemenang, menunjukkan hasil di luar dugaan. Keikutsertaan anak Aceh, mulai dari golongan remaja, mahasiswa, hingga ke yang umum, dilaporkan membludak. Dalam satu kategori—misalnya kategori remaja—peserta mencapai lebih 200 orang yang mengirimkan karyanya. Jumlah ini terbukti dalam beberapa lomba, mulai lomba menulis “Perdamaian Aceh” yang diadakan Sekolah Menulis Dokarim tahun 2006 lalu, hingga lomba yang diadakan Aceh Intitute baru-baru ini. Semua mengaku sangat banyak peserta yang ikut. Baca entri selengkapnya »









