Lidah Tinta

Ikon

Saatnya tinta bersuara lebih lantang dari suara senjata

Warna

Oleh Herman RN

“Hidup penuh warna,” adalah sebuah ungkapan pepatah untuk menyatakan kebahagiaan kehidupan. Bagi remaja pecinta, mereka juga punya cara tersendiri menyatakan sesuatu atas nama cinta. Misalnya, warna merah muda atau pink, selalu ditujukan sebagai warna kasih sayang, merah tua untuk ungkapan cinta telah lama bersemi, ungu untuk menyebut orang pertama jatuh cinta sehingga remaja sekolahan cenderung memilih kertas surat atau amplop warna ungu untuk mengirimkan surat cinta pertamanya–anak-anak sekarang saja, karena dunia sudah canggih, cara mengungkapkan isi hati tinggal misscall beberapa kali, kirim SMS, selesai dah… J

Warna juga menjadi simbol bagi aparat keamanan. Polisi misalnya, lebih cenderung berwarna coklat, sedangkan tentara lebih didominasi warna hijau (ini warna aparat keamanan di Indonesia, negara lain bisa jadi menggunakan warna yang lain lagi). Selanjutnya, aparat laut (angkatan laut) lebih didominasi warna putih abu-abu. Di lain pihak, Pegawai Negeri Sipil pun di negara ini memiliki warna khas tersendiri, umumnya coklat muda, kecuali pekerja Dinas Kebersihan, mereka dikhaskan dengan warna kuning sehingga disebut juga “pasukan kuning”.

Warna sudah menjadi pilihan, demikian barangkali. Makanya kantor-kantor LSM pun ikut memiliki khas warna tersendiri, misalnya Walhi ditandai dengan warna hijau daun agar mencirikan pegiat lingkungan hidup. Demikian halnya dengan WH, Satpol PP, dan Polhut. Sementara itu, para pegiat seni lebih menyolokkan warna hitam.

Singkatnya, warna menjadi penggambaran ciri khas sesuatu dari yang memilih warna itu sehingga ada yang mengatakan kepada orang yang suka warna kuning atau pink dikatakan memiliki sifat melankolis. Merah, akhirnya dilambangkan sebagai keberanian dan putih sebagai pertanda bersih/suci.

Dalam dunia politik pun, mereka memilih warna khas tersendiri, misalnya Golkar dengan warna kuning, PKS dengan hitam-putih-coklat muda, PPP dengan hijau tua, PAN dengan hijau laut, dan sebagainya. Demikian pula dengan partai lokal. PA akan ditandai dengan merah tua, PRA dengan merah muda, SIRA dengan biru muda.

Ngomong-ngomong, haba be haba, kemarin, pusat Kota Banda Aceh disemuti dengan sebuah warna pula. Warna itu bermula dari hati, yakni warna kebahagiaan. Ada pula yang menyebutnya dengan warna keceriaan, ketakjuban, keharuan, atau warna apalah yang menurut Anda cocok untuk menamsilkan keadaan kemarin, silakan saja. Yang jelas, warna itu tiba-tiba menyesaki halaman Mesjid Raya Baiturrahman, menyambut sebuah kedatangan—maaf, kepulangan maksud saya—seorang yang terhormat. Ureueng Aceh menyapanya dengan “Wali”.

“Apakah warna Aceh adalah merah?” celetuk seseorang di tengah keramaian kemarin. Kelihatannya dia seorang wartawan bule.

Tak ada jawaban dari pertanyaan bule yang sedang menenteng kamera besar itu. Malah, seseorang lainnya bertanya semakin aneh. “Apakah merah warna favorit Wali?” Pertanyaan ini pun tak ada yang menjawab meskipun yang mendengar tanya itu sangat banyak. Halaman Mesjid Raya semakin “merah”, di sela-selanya menjulur beberapa warna hitam, warna baju yang dikenakan orang-orang. Meskipun ada yang memakai baju warna putih, hijau, atau lainnya, yang kelihatan tetap yang warna hitam dan merah.

Kembali ke pertanyaan tadi, apakah Wali hanya milik si merah? Lantas, ke mana warna-warna lain yang ada di Aceh? Ah, mungkin salah satu si penanya tadi benar, warna favorit Wali sekarang adalah merah. Tapi, kok bajunya hitam dan sapu tangannya putih ya??? Kira-kira…

About these ads

Filed under: Haba-haba

4 Responses

  1. Nana Cicio mengatakan:

    iih bang kok sama pemikiran kita bang?? Sama juga pemikiran nana dengan si bule, semalam nana nelpon keradio antero trus nana bilang jika iya si wali hasan tiro milik orang atjeh secara katanya beliau membawa misi perubahan untuk aceh, tapi mengapa seolah2 t. di tiro milik mereka dan seolah2 aceh ini hanya punya yg partai yg punya bendera merah itu?? trus katanya yg bela2in dia tu, narasumbernya tu jawabnya g acerdas banget masak dia sangkutin dgn masalah marketing, iklan dsbnya bodo li, katanya siapa ja boleh tarukbendera asal bayar, tapi apa dia ga belajar sejarah apa??? bahwa ingat ga arti sebuah bendera yg berdiri disebuah negara??? apa arti dari semua itu?? INI BUKAN PERmasalahan kecil. tapi klu kita cerna banhwa ketika indonesia begitu marah saat bendera belanda berkibar di hotel orange para pemuda langsung marah krn itu arti kedaulatan, trus si narasumber bilang klu itu hanya masasalah biasa, menurut nana engga sesederhana itu, wali milik semua kalangan masyarakat, bukan hanya milik 1 partai aja, mewskipun dulu histori nya di amilik si GMA, klu gitu partai2 ygdulunya pernah jadi gam harusnya juga ikut nimbrung dunk bukan masalah iklan aja ni krn mu pemilu, benderanya, meskipun sekarang katanya mereka terpecah belah. jadi bukan karen amu kampanye itu jawaban paling bodo yg pernah nana denger dari seorang yhg punya majalah ternama di aceh.

  2. Nana Cicio mengatakan:

    masih masalah bendera, wajar dunk klu si bule nanya kek gitu, karena apa arti MOu klu toch mereka masih beranggapan mereka ttp spt dulu cuma tinggal ganti nama, plus bendera ga pake bintang bulan lagi. tapi toch kenyataannya dari fenomena yg nana lihat dari hari2 menjelang dia (wali) DATang kebanda aceh itu mereka2 sangat berkuasa seolah2 banda ceh hanya milik mereka, yglain orang2 ga penting yg numpang lewat, jika seandainya bener2 cinta ma warga aceh maunya jangan melecehkan saudara sendiri, ketika krn rombongan mereka sodara2 terjatuh dan kecelakaan di pihak sipil (maaf terpaksa bilang sipil) MEREKA ga mau tahu dgn alasan mereka dalah anggota jadi g ad aurusan dgn polisi, so dimana logika mereka klu mau cinta ma aceh, apa itu hanya sekedar misi belaka yg di tulis disebuah kertas???

  3. SHANIA EVIANA mengatakan:

    bagus bener ceritanya

  4. [...] nya dari sini dan sini SukaBe the first to like this [...]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

TABIK

Pembaca yang budiman, tidak dilarang mengutip tulisan dari web blog ini, baik seluruh maupun sebagian. Harapan kami, jangan lupakan sumbernya. Senang kami jika ada komentar ditinggalkan, apa pun bentuknya. Diskusi lebih lanjut dilayani di pelangijantan@gmail.com Terima kasih.

PO TULEH

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Bergabunglah dengan 44 pengikut lainnya.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 44 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: