oleh Herman RN
“Menulis…? Susah banget!”
Setidaknya, pernyataan itu selalu muncul di setiap penulis pemula. Ungkapan serupa dengan redaksi sedikit berbeda sering saya dengar dari teman-teman saya. Kemudian, ungkapan itu berlanjut dalam beberapa pelatihan menulis yang sempat saya ikuti. Bahkan, dalam sebuah pelatihan untuk guru-guru mata pelajaran Bahasa Indonesia di Balai Bahasa Banda Aceh tahun lalu—ketika itu saya sempat menjadi salah seorang pemateri—saat mereka diminta menulis, ungkapan seperti di atas masih terdengar. Selanjutnya, kalimat yang sama saya dengar pula dari mahasiswa ketika diminta mengarang sebagai sebuah tugas kuliah. “Ga tahu harus mulai dari mana,” kata mereka. Anehnya, saat sudah memulai menulis, mereka mengaku “enggan” mengakhiri, dengan dalih tak tahu cara menutup tulisannya. Sekilas memang lucu kedengaran, “Susah mengawali, sulit mengakhiri”. Baca entri selengkapnya »