Orang Penting

oleh Herman RN

Dalam sebuah sajak yang berjudul “Orang Penting”—maaf, saya lupa nama penyairnya—disebutkan bahwa segala sesuatu yang terdapat pada orang penting itu sangat penting. Ucapannya penting, bicaranya penting, waktunya penting, berdirinya penting, duduknya penting, hingga kentutnya pun penting. Demikian lebih kurang isi puisi tersebut. Baca entri selengkapnya »

CINTA

Oleh Herman RN

Salam penuh cinta serupa Tuhan ciptakan Adam dan Hawa serta jagat raya. Maaf penuh cinta pula saya ucapkan kepada pembaca, terutama masyarakat muslim di mana saja berada. Membaca cang panah kali ini dengan mengetengahkan judul “valentine”, bukan berarti apa-apa. Ini hanya sekedar mengenang sejarah tanda bukti cinta. Sungguh, saya tak maksud apa-apa. Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Haba-haba. 1 Komentar »

Dari Kertas ke Panggung*

oleh Herman RN**

Masih ingat dengan penyanyi berambut keribo era 80-90-an? Rambutnya, kata orang zaman sekarang, brekele. Meski demikian, lagunya telah membuat penghuni bumi di negeri ini terhenyak. Lagu tersebut adalah “Hidup ini panggung sandiwara”. Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Essay. 1 Komentar »

Apa Pentingnya Menulis?

oleh Herman RN

“Menulis…? Susah banget!”

Setidaknya, pernyataan itu selalu muncul di setiap penulis pemula. Ungkapan serupa dengan redaksi sedikit berbeda sering saya dengar dari teman-teman saya. Kemudian, ungkapan itu berlanjut dalam beberapa pelatihan menulis yang sempat saya ikuti. Bahkan, dalam sebuah pelatihan untuk guru-guru mata pelajaran Bahasa Indonesia di Balai Bahasa Banda Aceh tahun lalu—ketika itu saya sempat menjadi salah seorang pemateri—saat mereka diminta menulis, ungkapan seperti di atas masih terdengar. Selanjutnya, kalimat yang sama saya dengar pula dari mahasiswa ketika diminta mengarang sebagai sebuah tugas kuliah. “Ga tahu harus mulai dari mana,” kata mereka. Anehnya, saat sudah memulai menulis, mereka mengaku “enggan” mengakhiri, dengan dalih tak tahu cara menutup tulisannya. Sekilas memang lucu kedengaran, “Susah mengawali, sulit mengakhiri”. Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Essay. 8 Komentar »

Drama dan Teater


(Sebuah Pengantar)

Oleh Herman RN*

1. Pengertian Drama

Jauh hari, semasa kakek nenek kita masih seusia kita (sekolahan) sudah mengenal yang namanya layar tancap, film, ketoprak, dan sandiwara. Semua itu merupakan kisah fiksi yang dimainkan, baik dalam bentuk visual, audio, maupun audio-visual. Hal serupa dengan itu muncul pula kata “drama” dan teater, yang kemudian menjadi salah satu kajian ilmu di sekolah dan perguruan tinggi. Sebenarnya, dari semua jenis di atas, drama adalah awal dan puncak.

Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Essay. 113 Komentar »

Dongeng Penguasa

Herman RN

Dengarlah, Teungku! Dongeng lama kembali didendangkan di gampông ini, gampông yang bakal jadi “Negeri Seribu Satu Dongeng.” Tatkala orang-orang di luar sana mengubah dongeng jadi sebuah cerita melegenda sehingga dianggap benar-benar nyata, di sini, banyak yang nyata-nyata didiamkan sehingga bakal jadi dongeng. Entahlah, mungkin karena kita sudah terbiasa dengan dongeng-dongeng ibu-bapak yang disebut para penguasa sebelum berkuasa. Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Haba-haba. 1 Komentar »