Pertapa Sakti di Kota Naga

oleh Herman RN

pertapaMobil merah yang kami tumpangi mulai menanjak. Jalan yang mendaki ditambah berbelok-belok sempat membuat perutku mual. Kadang juga decit rem yang diinjak supir bis membuat aku terhoyong ke muka belakang. Tekongan demi tekongan mulai terlewati. Perjalanan ini pun kurasa semakin jauh. Sebuah gunung telah terlewati, tapi jalan yang datar hanya sekejap kurasakan. Mobil kami kembali menanjaki jalan berbukit. Sebelah kanan jalan, gunung menjulang tampak semacam hampir tumbang. Hutan tandus berdiri di atasnya. Pohon-pohon kelapa dan pala saling berjajar diantara belukar akar. Warna tanah kapurnya yang kuning seperti mau melongsor ke bawah. Aku merasa nyeri melihat pemandangan ini. Tambah lagi ketika aku melihat ke sebelah kanan yang waktu itu kebetulan aku memang duduk dekat jendela sebelah kanan. Laut biru luas membentang tepat di bawah kami. Ombaknya yang biru seakan memanggilku untuk terjun. Aku semakin bergidik.

Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Cerpen. Leave a Comment »

Menulis Resensi Buku

oleh Safriandi dan Herman RN

Suatu jenis tulisan lain yang mempunyai titik singgung dengan ringkasan dan ikhtisar adalah resensi. Resensi sangat sering kita temui dalam berbagai media cetak meskipun dengan nama yang berbeda. Ada media cetak yang menyebut timbangan buku, tinjauan buku, pembicaraan buku, jelajah buku, dan bedah buku. Selain itu, ada pula yang menamakannya sederhana, buku atau pustaka.

Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Essay. 3 Komentar »

Don’t Let’s Me Go

Cerita Herman Pelangi

Baca PuisiDia tersudut. Didekapnya tangan ke dadanya. Matanya menatapku sesaat, lalu menunduk. Aku masih berdiri di mulut pintu sambil terus menatapnya. Hatimu keras seperti batu, tapi itulah yang membuat aku tambah sayang padamu. Bathinku.

Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Cerpen. Leave a Comment »

Dala-é

Cerpen Herman RN

Sungguh mereka sekelompok pemuda yang beruntung. Beruntung mempunyai suara yang sangat merdu menghantam belenggu si nyamuk serdadu. Suara sekelompok pemuda itu, mendayu mengalahkan gaung serdadu nyamuk. Kelompok pemuda dan nyamuk yang bergeombol serupa serdadu itu kulihat berada sama di meunasah gampông.

Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Cerpen. Leave a Comment »

Permainan Taridisional Masyarakat Aceh

oleh Herman RN

geudeu-geudeuPERMAINAN tradisional merupakan sejumlah lakon dalam keseharian masyarakat yang kemudian disejajarkan menjadi sebuah keriangan. Lakon itu lalu dijadikan sebagai sebuah permainan yang hidup dan berkembangan dalam masyarakat secara regenerasi.

Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Essay. Leave a Comment »

Tatkala Sepi

Puisi Herman RN

Tatkala sepi bukan lagi hanya ada pada penantian tak pasti

Serupa ada yang luput dari ingatan

Menjerumput dalam pekat malam

Sedang siang jua tak pernah dipaham

Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Puisi. Leave a Comment »

Sajak-sajak Unsyiah

puisi-puisi Herman RN

Unsyiah 1

Malam, sekira embun masih semangat berdatangan dari sebalik awan

Kami kehilangan timba

Saat gedung pendidikan kebanggaan diamuk merak merah

Di mana Rendra?

Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Puisi. Leave a Comment »

BIASA

Cerpen Herman RN

Aku baru saja tiba di kota ini. Sudah lama aku berencana kembali ke kota ini, tapi baru sekarang tercapai. Ini pun karena sekolah. Senang sekali rasanya aku dizinkan orangtua sekolah di Banda Aceh. Setelah bencana alam tiga tahun lalu, perkiraanku, kota Banda yang hancur tak mungkin dapat dibangun kembali dalam waktu sepuluh tahun sekalipun. Dugaanku ternyata salah. Sekarang Banda Aceh sudah kembali seperti dulu. Bahkan sudah banyak gedung mewah yang dulunya tidak ada, sekarang sudah dibangun. Bangunan-bangunan bertingkat berjejer di sepanjang jalan utama dan jalan nasional.

Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Cerpen. Leave a Comment »

Meluruskan Hipotesis Prof. Chaedar

oleh Herman RN

Tulisan ini sekadar berbagi keresahan setelah mendengar resahnya Profesor Chaedar Alwasilah saat menyampaikan makalahnya dalam seminar nasional tentang kebahasaan di Banda Aceh. Dalam seminar yang digelar di Auditorium Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Syiah Kuala, Minggu, 25 Mei 2008, lalu, Chaedar menyatakan bahwa guru atau dosen, atau lebih mudah disebut pendidik untuk kuliah atau pelajaran Bahasa Indonesia telah gagal dalam menyampaikan ilmunya kepada anak didik.

Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Essay. 1 Komentar »

Curiga

Oleh : Herman RN

Dua hari lagi libur menjelang bulan suci Ramadhan tiba. Sudah menjadi kebiasaan para mahasiswa dan pelajar yang berasal dari kampung pasti akan mudik ke kampung halamannya. Sama halnya dengan saya yang bukan penduduk asli kota ini, saya juga berniat menjenguk nenek dan keluarga di kampung.

Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Cerpen. Leave a Comment »