Oleh Herman RN
“Kami nanti disuruh menulis juga ya? Jangan payah-payah kalilah, Pak, kami SD aja ga tamat!”
Itu pertanyaan sekaligus permintaan yang pertama sekali saya dengar dalam pelatihan menulis bagi masyarakat awam dari berbagai daerah pada 11 Juni 2009 kemarin. Mungkin pertanyaan itu takkan saya anggap aneh jika ditanyakan oleh anak-anak sekolah dasar (SD). Namun, mereka yang mengikuti pelatihan itu sudah sangat dewasa. Jumlah mereka 20-an dengan usia rata-rata 18 sampai dengan 30 tahun. Seperti pengakuan salah seorangnya, mereka yang sedang mengikuti pelatihan menulis itu bukan mahasiswa meskipun usianya sudah selayaknya menduduki bangku kuliah. Bahkan, di antara mereka adalah orang yang putus sekolah sejak di bangku SD, ada juga yang hanya menamatkan SD dan berhenti tanpa melanjutkan ke jenjang pendidikan berikutnya.
Baca entri selengkapnya »