Cerpen Herman RN
[sumber: Serambi, 18 April 2010]
SUNGGUH sialan! Berbilang bulan berganti tahun hingga hitungan genap pada angka delapan, penantian hanya jadi sebuah kepura-puraan. Kali ini menimpa Buyung, seorang lajang dari Kampung Lamkutang yang memetik kecuraman dari Upik, dara yang tak pantas disebut jalang, yang berasal dari kampung sebelah kemukiman.
Selepas kepergian Upik ke perantauan demi cita-cita dan ilmu pengetahuan, Buyung bujang mencoba setia pada kebujangannya hingga masa sampai keharusan melepas lajang, ia tetap masih menjadi bujang. Tatkala kini usia Buyung sudah sangat matang untuk tidak lagi setia pada status lajang, bergudang cara dan aral melintang ia lewati demi mencari jalan agar dapat bertemu pandang dengan si Upik yang dikiranya juga masih lajang.
Baca entri selengkapnya »
Filed under: Cerpen
Komentar Pembaca