Suara Tinta

Ikon

Saatnya tinta bersuara lebih lantang dari suara senjata

Istana Balon dan Omset Sarjana Pendidikan

oleh Herman RN

[sumber: Atjeh Post]

Hore…aku di sini. Kejar..kejar… teriakan anak-anak itu memecah kebisingan Sabtu, 12 Mei 2012 malam. Seorang berlari kecial naik ke bagian puncak. Dua lainnya mengejar dari belakang. Jatuh bangun mereka saling kejar. Naik turun, naik dan turun lagi. Baca entri selengkapnya »

Filed under: Feature

Sejarah Peradaban, Melayu Harus Berterima Kasih pada Aceh

oleh Herman RN

Melayu merupakan salah satu rumpun bangsa yang besar di dunia ini. Ternyata, dalam sejarah peradaban Melayu, Aceh punya peran besar, termasuk mengangkat sejarah Malaysia sebagai salah satu rumpun Melayu. Tak salah jika dinyatakan Melayu mesti berterima kasih pada Aceh.

Baca entri selengkapnya »

Filed under: Feature

PUSBADA Tetapkan Lima Cerpenis Berbahasa Aceh

[sumber:acehcorner.com]

Banda Aceh–28 Januari 2012

Setelah melewati proses penjurian selama lebih kurang sebulan, dewan juri akhirnya menetapkan lima pemenang lomba Sayembara Cipta Cerpen Berbahasa Aceh yang diselenggarakan oleh Pusat Studi Bahasa Daerah Aceh (PUSBADA) Universitas Syiah Kuala, sejak September hingga pertengahan Desember 2011 silam.

Baca entri selengkapnya »

Filed under: Feature

Auditorium FKIP pun Jadi Bioskop

Oleh Birrul Walidain

SORAK-sorai, teriakan haru, jerit histeris, menyatu dengan suara tepuk tangan dalam ruangan tertutup itu. Di panggung sederhana dalam ruangan tersebut, peluh dan air mata juga menyatu. Ada yang berguling-guling, ada yang menyeret langkah tertatih, ada merangkak, ada yang berlari, dan lakon hidup lainnya.

Baca entri selengkapnya »

Filed under: Feature

Jurnalistik untuk Sekolah

“GALON minyak Batoh tahu? Sekitar 30 meter dari situ ada simpang empat yang arah ke kanannya sudah disumbat. Nah, belok ke kiri di simpang itu. Sekitar 800 meter, lihat saja sebelah kanan, di situlah Hotel Grand Aceh.”

Baca entri selengkapnya »

Filed under: Feature

Belanda Pemecah Islam dari Dayah!

oleh Herman RN

Zaman dulu, dayah merupakan lembaga pendidikan yang terbuka pada keberagaman. Namun, belanda membatasi pergerakan pendidikan dayah sehingga Islam sekarang ‘terkotak-kotak’.

Baca entri selengkapnya »

Filed under: Feature

Kala Penulis Aceh Berbuka Bersama Petrus

{Acehkita.com, 18 Agustus 2011}

Sekretariat Wushu Aceh di Jl. P. Nyak Makam, Lampineung, Banda Aceh didatangi satu per satu lelaki dewasa. Usia mereka bervariasi, ada yang masih tercatat sebagai mahasiswa, ada yang sudah berkepala tiga. Demikian status sosial, ada dosen, guru, akademisi, bahkan wiraswasta—nama lain untuk menyebut orang yang tidak memiliki pekerjaan tetap.

Baca entri selengkapnya »

Filed under: Feature

Kompasiana Blogshop, Hujan Bukan Halangan

oleh Herman RN

PAGI itu, Sabtu, 26 Maret, hujan memandikan bumi Tanah Rencong. Sejak subuh, titik-titik ‘air dari langit’ itu sudah berlomba menyentuh tanah. Sungguh saya resah. Dalam hati, saya berujar, “Hujan adalah nikmat, mungkinkah saya harus melaknat?”

Baca entri selengkapnya »

Filed under: Feature

Qanun untuk Mukim Meudeelat


oleh Herman RN

PENGUATAN pemerintahan adat di Aceh semakin digalakkan berbagai pihak. Peluang yang diberikan melalui Undang Undang Pemerintahan Aceh untuk memposisikan kembali lembaga adat di daerah ini telah memandatkan lahirnya sejumlah qanun, dimulai dari tingkat provinsi hingga qanun tingkat gampông. Baca entri selengkapnya »

Filed under: Feature

Pemerintahan Mukim Harus Berdaulat!

oleh Herman RN

ACEH sudah beberapa kali mencoba sistem pemerintahan. Masa Iskandar Muda berkuasa (1607-1636) disebut-sebut sistem pemerintahan berjalan adil dan berdaulat. Kala itu pula diklaim Aceh mencapai masa kejayaannya.

Baca entri selengkapnya »

Filed under: Feature

Kalender

Mei 2012
S S R K J S M
« Mar    
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

KATEGORI

SIMPANAN

Anda Pengunjung

  • 289,752 hits

TABIK

Pembaca yang budiman, tidak dilarang mengutip tulisan dari web blog ini, baik seluruh maupun sebagian. Harapan kami, jangan lupakan sumbernya. Senang pula kami jika ada komentar ditinggalkan, apa pun bentuknya. Diskusi lebih lanjut dilayani di katapelangi@yahoo.co.id . Terima kasih.

PO TULEH

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Bergabunglah dengan 18 pengikut lainnya.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.