PUSAT Studi Bahasa Daerah (Pusbada) Universitas Syiah Kuala menyelenggarakan lomba menulis cerpen berbahasa Aceh. Namun, lomba yang dibuka sejak September lalu itu akan ditutup tidak lama lagi.
Filed under: Haba-haba
November 26, 2011 • 7:00 am 0
PUSAT Studi Bahasa Daerah (Pusbada) Universitas Syiah Kuala menyelenggarakan lomba menulis cerpen berbahasa Aceh. Namun, lomba yang dibuka sejak September lalu itu akan ditutup tidak lama lagi.
Filed under: Haba-haba
November 23, 2011 • 8:32 pm 1
oleh Herman RN
Aceh sebagai Serambi Mekkah, Tanah Rencong, Tanah Iskandar Muda, Bumi Syariat Islam, dan lain-lain adalah gelar yang sudah familiar. Kali ini sebut saja gelar baru untuk Aceh. Pertama, Aceh adalah Negeri Tambang. Kedua, ini lebih spesifik yaitu Aceh Negeri Emas.
Filed under: Haba-haba
Januari 6, 2010 • 12:50 am 0
Kadang, ketakutan kita terlalu berlebihan seperti berlebihnya keberanian. Keberanian yang berlebihan membuat kita dengan mudah bicara dan membicarakan apa/siapa saja tanpa mengenal ruang dan waktu. Ketakutan berlebihan kemudian tercerna dalam tindakan harus ‘melenyapkan’ sesuatu yang ditakutkan tersebut, termasuk tulisan yang menakutkan.
Filed under: Haba-haba
Januari 1, 2010 • 3:11 pm 0
Oleh Herman RN
Adalah sebuah keniscayaan sesiapa menduduki kursi panas di parlemen. Tak mustahil parelemen-parlemen di Aceh saat ini diisi oleh mereka yang dulunya dianggap sebagai kombatan. Dapat dipastikan kursi dewan di seluruh daerah tingkat II di Aceh lebih dari 50% diisi oleh mereka yang dari Partai Aceh (PA). Hal ini merupakan sebuah ‘mukjizat’ baru di negeri laboratorium dunia ini; Aceh.
Filed under: Haba-haba
Agustus 4, 2009 • 11:10 am 0
Cang Panah Herman RN
Kue ini beda dengan kue yang dimasak emak-emak pada bulan puasa. Beda pula dengan kue-kue yang dijual di kaki lima atau warung kopi atau yang ada di kantin kampus dan kantin sekolah. Kue satu ini adonannya dari dalam negeri yang dilakoni oleh orang luar negeri. Sangking bedanya, pembuatan kue ini ditenderkan! Begitu kata berita kubaca di koran-koran. Karenanya, tak salah dana untuk membuat kue ini miliaran rupiah. Bahkan, sampai Rp4,5 miliar lebih.
Filed under: Haba-haba
April 20, 2009 • 12:41 am 0
Oleh Herman RN
daripada juléng gèt buta, daripada geunténg gèt hana
SELESAI sudah perhelatan akbar itu, Teungku. Khanduri takziah di tanah ini telah genap pada hitungan 1825 hari. Artinya, setengah windu lebih setahun kau bersama rakyat Kampung Fansuri. Baca entri selengkapnya »
Filed under: Haba-haba
April 16, 2009 • 11:08 pm 0
oleh Herman RN
‘Oh ka leupah sinyak jeumeurang
Rakét bak pisang than meguna lé
Teungku meutuwah, ini hanya sebuah warkah, sebuah kisah yang mungkin tak perlu dipetik hikmah. Namun, karena ruang ini menuntut saya mesti peuleuh hah, maka izinkan ini bah menyentuh ‘ruang sah’ Teungku, Poma, dan Ayah. Baca entri selengkapnya »
Filed under: Haba-haba
April 12, 2009 • 11:22 pm 0
Herman RN
Sabab lam bak jôk, brôk lam beusoe
Sabab sidroe ureueng brôk,
Jeut busôk ban saboh nanggroe
Ada banyak jalan menuju Roma. Hal itu diungkapkan penyair Idrus dalam sebuah sajaknya yang mebuat ia terkenal. Ungkapan singkat dan sarat filosofi itu memperlihatkan bahwa perjuangan untuk menang memiliki banyak cara dan ragam. Perkara jalan baik atau jalan licik, jalan bagus atau jalan bulus, ini yang kemudian mesti diperhatikan. Baca entri selengkapnya »
Filed under: Haba-haba
April 10, 2009 • 12:25 am 0
Herman RN
Besok, hari kita harus memilih dan menentukan tujuan pilihan kita. Kata pepatah “Hidup ini memang harus memilih.” Kalau boleh saya sedikit menyentil, saya hendak mengatakan “Pilihanlah yang menentukan arah hidup.” Baca entri selengkapnya »
Filed under: Haba-haba
April 3, 2009 • 1:07 am 1
oleh Herman RN
“Ini nomor cantik,” kata seorang teman saat membeli simcard untuk ponselnya. “Nomorku lebih cantik, ujungnya sama seperti tahun kelahiranku,” sahut seorang teman lainnya. Baca entri selengkapnya »
Filed under: Haba-haba
Komentar Pembaca