oleh Herman RN
Selepas mereguk segelas kopi Uleekareng di warkop Apa Kaoy, saya dan teman saya beranjak mencari makan malam. Kami makan di nasi uduk Peunayong. Selanjutnya, kembali menuju ‘rumah Tuhan’ untuk ibadah isya. Selesai salat isya, kami tak langsung pulang, melainkan ke Taman Sari. Di taman yang letaknya persis di depan Kantor Walikota Banda Aceh itu sedang berlangsung acara peringatan Hari Jadi Kota Banda Aceh. Aneh mungkin, hari jadi Kota Banda Aceh sebenarnya April, tetapi acara perayaan HUT tersebut digelar walikota pada akhir Mei hingga 2 Juni nanti. Puncak perayaan HUT itu, yang disebut-sebut mengembalikan peradaban kebudayaan Aceh, adalah pemilihan “Agam-Inong Aceh” yang pesertanya dari anak-anak SMA. Program pemilihan “putra dan putri terbaik” Aceh ini punya Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Aceh. Lagi-lagi aneh, program kebudayaan kok malah pemiliihan putra-putri, seperti miss Indonesia saja.
Baca entri selengkapnya »
Filed under: Memory
Komentar Pembaca