Sajak Herman RN
–TIP
Ini bukan tentang pohon gelumpang raya yang akarnya mencakar kekar kerak bumi berpualam. Bukan pula mengenai batu karang yang tegar ditunjang badai dan guruh siang dan malam. Bukan…sungguh bukan sama sekali.
Filed under: Puisi
Juli 18, 2010 • 3:35 pm 0
Sajak Herman RN
–TIP
Ini bukan tentang pohon gelumpang raya yang akarnya mencakar kekar kerak bumi berpualam. Bukan pula mengenai batu karang yang tegar ditunjang badai dan guruh siang dan malam. Bukan…sungguh bukan sama sekali.
Filed under: Puisi
Mei 28, 2010 • 10:30 pm 0
Le Herman RN
Assalammualaikum… warahmatullah…
Poma ngön ayah… saudara lingka…
Assalammualikum… warah matuhu…
Ayah dan ibu… bandum semua…
Filed under: Puisi
Mei 24, 2010 • 6:35 pm 0
Puisi Herman RN
Mengingatmu membuatku malas menjadi pelupa
Membayangmu menjadikanku rajin lupa
Mungkin karena itu aku belum lupa
Pada sujud pertama kita jumpa
Filed under: Puisi
Desember 8, 2009 • 1:42 am 0
Puisi: Herman RN
pelangi itu begitu putih, membaris pada suatu senja di sela-sela tangis langit. sedang pekik alam tak mampu memecah lamun, kucuri tatap di ujung bisu. pelangi semakin putih di bawah kerudung abu-abu. aku terpaku kelu dan kaku.
Juni 21, 2009 • 11:23 pm 0
Puisi Herman RN
Tatkala sepi bukan lagi hanya ada pada penantian tak pasti
Serupa ada yang luput dari ingatan
Menjerumput dalam pekat malam
Sedang siang jua tak pernah dipaham
Filed under: Puisi
Juni 20, 2009 • 12:31 am 0
puisi-puisi Herman RN
Unsyiah 1
Malam, sekira embun masih semangat berdatangan dari sebalik awan
Kami kehilangan timba
Saat gedung pendidikan kebanggaan diamuk merak merah
Di mana Rendra?
Filed under: Puisi
Mei 28, 2009 • 4:49 pm 2
puisi Herman RN
Aku lahir dari pertengkaran Bapak dan Ibu
aku tak berbapak jua tak beribu
tak ada zigot yang membuahkan aku
aku lahir dari sebentuk penindasan
tak ada darah tak ada lahirku
Aku pula tak tahu siapa pemeliharaku
Filed under: Puisi
Mei 3, 2009 • 1:00 am 0
Puisi-puisi Herman RN
Bang budi yang tak lagi di sekolah
kuhela setiap helai yang melintang pukang
mencoba meluruskan arus yang (belum) lurus
entah kicau burung
entah gemericik daun
entah gebalau kerbau
Filed under: Puisi
Maret 16, 2009 • 11:14 pm 0
puisi Herman RN
Di negeri orang gerhana di langit
Bulan darah menembus awan
Di tanahku gerhana turun ke bumi
Laut bergemuruh
Bumi bergoncang
Buih hitam membentuk patahan
Mencekik, melipat, dan melumat segala
Semua telanjang
Bapakku telanjang regang dan legam
Ibuku telanjang miris terkikis
Aku telanjang lantang memukang
Dan mata dunia nyalang
Adikku masih menangis!
Aceh, Awal 2006
Filed under: Puisi
Desember 20, 2008 • 6:17 pm 4
GULITA YANG BERGANTI
Muhammad Haekal
Dan semua tanpa warna…
Semu malam gulita…
Bersemilir angin tak berkala…
Aku mewajah gerah…
Tanpa usang semua terbang…
Dengan debu melekat hampa…
Kutawar berada pagi…
Yang biasa bermatahari tanpa bintang abadi…
Dan semua memberkas kilaunya…
Petang yang datang…hilang…
Kesempurnaan awan yang menghujan…
Malam yang mengembun…menantang…
Tanpa selimut aku duduk di haluan…
Berteman angin meyakin Tuhan… Baca entri selengkapnya »
Filed under: Puisi
Komentar Pembaca