Suara Tinta

Ikon

Saatnya tinta bersuara lebih lantang dari suara senjata

Insan Cobaan

Sajak Herman RN

–TIP

Ini bukan tentang pohon gelumpang raya yang akarnya mencakar kekar kerak bumi berpualam. Bukan pula mengenai batu karang yang tegar ditunjang badai dan guruh siang dan malam. Bukan…sungguh bukan sama sekali.

Baca entri selengkapnya »

Filed under: Puisi

Hikayat Duek Pakat

Le Herman RN

Assalammualaikum… warahmatullah…

Poma ngön ayah… saudara lingka…

Assalammualikum… warah matuhu…

Ayah dan ibu… bandum semua…

Baca entri selengkapnya »

Filed under: Puisi

Mengingat Cinta

Puisi Herman RN

Mengingatmu membuatku malas menjadi pelupa

Membayangmu menjadikanku rajin lupa

Mungkin karena itu aku belum lupa

Pada sujud pertama kita jumpa

Baca entri selengkapnya »

Filed under: Puisi

PELANGI PUTIH

Puisi: Herman RN

pelangi itu begitu putih, membaris pada suatu senja di sela-sela tangis langit. sedang pekik alam tak mampu memecah lamun, kucuri tatap di ujung bisu. pelangi semakin putih di bawah kerudung abu-abu. aku terpaku kelu dan kaku.

Baca entri selengkapnya »

Filed under: Puisi, ,

Tatkala Sepi

Puisi Herman RN

Tatkala sepi bukan lagi hanya ada pada penantian tak pasti

Serupa ada yang luput dari ingatan

Menjerumput dalam pekat malam

Sedang siang jua tak pernah dipaham

Baca entri selengkapnya »

Filed under: Puisi

Sajak-sajak Unsyiah

puisi-puisi Herman RN

Unsyiah 1

Malam, sekira embun masih semangat berdatangan dari sebalik awan

Kami kehilangan timba

Saat gedung pendidikan kebanggaan diamuk merak merah

Di mana Rendra?

Baca entri selengkapnya »

Filed under: Puisi

Terlahir Tanpa Bapak Dan Ibu

puisi Herman RN

Aku lahir dari pertengkaran Bapak dan Ibu

aku tak berbapak jua tak beribu

tak ada zigot yang membuahkan aku

aku lahir dari sebentuk penindasan

tak ada darah tak ada lahirku

Aku pula tak tahu siapa pemeliharaku

Baca entri selengkapnya »

Filed under: Puisi

OKTAF LEBIH SEBARIS

Puisi-puisi Herman RN

Bang budi yang tak lagi di sekolah


kuhela setiap helai yang melintang pukang

mencoba meluruskan arus yang (belum) lurus

entah kicau burung

entah gemericik daun

entah gebalau kerbau

Baca entri selengkapnya »

Filed under: Puisi

Gerhana

puisi Herman RN

Di negeri orang gerhana di langit

Bulan darah menembus awan

Di tanahku gerhana turun ke bumi

Laut bergemuruh

Bumi bergoncang

Buih hitam membentuk patahan

Mencekik, melipat, dan melumat segala

Semua telanjang

Bapakku telanjang regang dan legam

Ibuku telanjang miris terkikis

Aku telanjang lantang memukang

Dan mata dunia nyalang

Adikku masih menangis!

Aceh, Awal 2006

Filed under: Puisi

Parade Puisi Mahasiswa

GULITA YANG BERGANTI

Muhammad Haekal

Dan semua tanpa warna…

Semu malam gulita…

Bersemilir angin tak berkala…

Aku mewajah gerah…

Tanpa usang semua terbang…

Dengan debu melekat hampa…

Kutawar berada pagi…

Yang biasa bermatahari tanpa bintang abadi…

Dan semua memberkas kilaunya…

Petang yang datang…hilang…

Kesempurnaan awan yang menghujan…

Malam yang mengembun…menantang…

Tanpa selimut aku duduk di haluan…

Berteman angin meyakin Tuhan… Baca entri selengkapnya »

Filed under: Puisi

Kalender

Mei 2012
S S R K J S M
« Mar    
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

KATEGORI

SIMPANAN

Anda Pengunjung

  • 289,752 hits

TABIK

Pembaca yang budiman, tidak dilarang mengutip tulisan dari web blog ini, baik seluruh maupun sebagian. Harapan kami, jangan lupakan sumbernya. Senang pula kami jika ada komentar ditinggalkan, apa pun bentuknya. Diskusi lebih lanjut dilayani di katapelangi@yahoo.co.id . Terima kasih.

PO TULEH

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Bergabunglah dengan 18 pengikut lainnya.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.