Sajak-sajak Herman RN
“YATIM ITU MASIH YATIM”
Ini hanya sebuah syair penantian
tentang yatim tentang janda
katanya setelah berjanji tak berperang lagi
mereka yang pergi akan kembali
tapi suami janda itu belum pulang juga
dan yatim itu masih yatim
Dari balik jendela janda itu melihat
matahari berdarah
malam menjenguk siang
tapi suaminya belum juga pulang
Kota Juang, September 2006
Bertepuk Dada
Kau bertepuk dada dari atas kursi
dia mengurut dada menahan diri
kami juga bertepuk dada
tapi dalam tari seudati
yang kami lenggangkan membenah diri.
Aceh, 2006
Sajak Untuk Kekasih
dari angin kudapat kabar kau datang
dengan selendang biru yang baru
aku terpaku
selendangmu menutup wajah ibu kita
kekasih, mengapa kau kembali
setelah pergi
aku tak benci
tapi caramu bercinta membuat aku cemas
mungkin kau hanya gemas
tapi aku dan mereka semua ludas
kekasih…
aku,
aku,
aku tak benci
tapi aku ingin mati
kekasih, ini sajakku
pengganti surat yang tak pernah usai
agar kau ajari caramu bercinta
juga mereka
sebelum kita kembali sua.
November, 2006.
Ada Sesuatu di Sana
Wahai yang mahamelihat
adakah Kau saksikan gemuruh di hati ini
melebihi gemuruh lautMU
melebihi tajam halilintarMU
ketika pilar pilar malamku menghambur dalam sujud
ketika hujan mungil menembak permadaniMU
-pertanda ada sesuatu di sana
Wahai kau yang mendengar
maukah kira Kau kudendang dengan kata-kataMU
melebihi nyaring gunturMU
melebihi halus bisikan angin
meski suaraku tak seperti buluh perindu
meski desahku tak seperti napasMU bercumbu
tapi aku ingin bernyanyi
walau bukan pop atau dangdut
walau bukan rock atau solo
kulakukan karena ada sesuatu di sana
Wahai Kau yang banyak tahu
sudah tahukah Kau
tentang bumi yang semakin goncang
tentang laut yang suka main di darat
-petanda ada sesuatu di sana
(jika sudah mengapa kau diam)
Wahai Kau yang tak pernah tidur
maukah aku berdongeng
tentang janda
tentang yatim
dan duda
agar Kau nyenyak
dan kami tak lagi Kau bala
agar Kau suka
dan kami tak lagi Kau murka
Dan wahai kau yang tak tahu
harusnya kau tahu ada sesuatu di sini
di tempat aku yang tak tahu
Aceh, Juli 2006
Laut Berzikir
Semua…
Bukankah pernah aku bisikkan
tentang zikir dan tahlil
tentang tahmid dan tasbih
ketika aku singgah di sebagian Sumatra
bahwa aku laut
gelombang itu adalah lidahku yang mengeja firman Tuhan
Sekali saja kau simak
maka akan kau dengar
suara gelombang itu zikir
gemericik buih itu tahlil
dan angin itu tasbih
Sekali saja kau dengar
maka kau akan tahu
aku laut yang berzikir
zikirku zikir laut, zikir lumut memaut
dan lumatlah kepedihan tanpa luput
Aku telah sembahkan zikir ke Sumatra
juga sebagian pulau Jawa
tak mustahil suatu masa di tempat saudara
maka bacalah tanda-tanda.
Koeta Radja, Juli 2006
HIKAYAT SESUARA
ada yang luput dari sela jemari
kita hampir lupa menghitungnya
tentang sesuara di tanah ini
yang dulu jadi hantu jalan raya
ada yang mulai lucut dari ingatan
yang dulu kita benci
kini jadi ngiang rindu
yang dulu membuat takut dan kita lari
karena ada dia mengabarkan orang mati
namun kini kita cari
kadang kita nanti
seperti dulu setiap sore hari
kita sudah menghitung jemari
tentang beragam bunyi
tapi lupa sebuah suara
ketika sepasukan loreng melintasi jalan raya
entah hendak membeli sebungkus rokok
atau sekedar lewat entah untuk apa
hikayat sesuara lantang
menepikan semua
ingatkah, Tuan?
sesuara itu kadang menikam
menyisakan doa dan dendam
namun sejak hari itu tiba
kala kabut berpagut nun di sana
kita mulai lupa
patut saya bertanya
apakah dendam telah padam?
sementara ketakutan itu masih nyata
Kota Juang, Ramadhan 1427H
Mengapa harus Diam
Deru angin telah mengabarkan sebuah rahasia
Membisik baca oleh indra.
Mengapa masih pejam mata
padahal hati masih punya.
Mengapa harus menyumbat telinga
padahal insting masih terjaga.
Tegaklah, nyalakan mata api pada sepercik kegelapan.
Geraklah, tak cukup hanya mendengar.
Mengapa harus diam
Tatkala pecah gemuruh Tuhan
Aceh, maret 2006
Herman RN, lahir 20 April 1983. Pegiat seni di
Banda Aceh. Tulisannya tersebar di berbagai
media, lokal dan nasional. Puisinya terdapat
dalam “Kitab Mimpi” (Publishing. 2006).

Juli 26, 2008 pukul 5:08 pm
Berkarya terus oke?
September 28, 2009 pukul 3:07 pm
tolong buatin drama 7 orang dong… boat blog ini goood banget