Lidah Tinta

Ikon

Saatnya tinta bersuara lebih lantang dari suara senjata

Mengapa Barus?

Oleh Herman RN

(Serambi Indonesia, 17 Mei 2017)

kmislamSEJAK istilah “Islam Nusantara” bergulir di Tanah Air, nama Barus mulai disebut-sebut. Upaya penggiringan Barus sebagai titik nol Islam Nusantara pun berujung happy ending setelah Presiden Joko Widodo menandatangani tugu titik nol di Barus, Tapanuli Tengah, Sumatera Utara.

Baca entri selengkapnya »

Filed under: Opini

Pungo, Pujian Ureueng Aceh

{Serambi Indonesia, 7 Mei 2017}

oleh: Herman RN , Pengkhidmat sastra dan budaya Aceh, mengajar di PBSI FKIP Unsyiah

kelapa“Biet pungo jih.” Kalimat singkat ini sering terdengar dalam komunikasi sehari-hari masyarakat Aceh. Jika diterjemahkan dalam bahasa Indonesia, kalimat itu berbunyi “Benarbenar gila dia.” Dalam bentuk lain, ada kalimat “Sép pungo, ék jipeulaku ata nyan!” Kalimat-kalimat tersebut tidak selamanya ditujukan kepada orang yang hilang ingatan atau gila, tetapi lebih sering diungkapkan bagi mereka masih waras atau normal. Bahkan, kalimat tersebut bisatertuju kepada rakyat biasa sampai kepada pejabat negara.

Baca entri selengkapnya »

Filed under: Essay

Gegasi dalam Cerita Kakek

Sumber: KOMPAS, 19 Maret 2017
gegasiANAK kecil harus tidur cepat. Kalau tidak, nanti dimakan gegasi. Begitu kata kakekku saban malam.

 

JADI kita tidak boleh keluar malam hari ya, Kek? Kalau aku mau lihat bola di langit, Kek? Bolanya terang sekali. Bola itu cuma ada malam hari, Kek. Boleh, Kek?”

Baca entri selengkapnya »

Filed under: Cerpen, , ,

RSZA, Rumah Sakit Zaman Aladin

Oleh Herman RN

(Serambi Indonesia, 9 Maret 2017)

KONON, lampu ajaib berbentuk teko yang ditemukan Aladin –tokoh dongeng dalam “Kisah 1001 Malam”– bisa mengeluarkan jin sakti. Jin itu baru keluar dari dalam teko setelah ada yang menggosok teko tersebut. Orang yang menggosok teko itu akan menjadi tuan dan jin menjadi abdi yang siap sedia mengabulkan permintaan si tuan. Kesaktian si jin mampu mengabulkan semua permintaan si tuan, mulai dari yang ringan sampai yang berat bagi ukuran manusia normal.

Baca entri selengkapnya »

Filed under: Opini, , ,

Sajak-sajak Haiku Herman RN

HAIKU LAUT

 

bukan karena gulunganmu bumi luruh

tapi peluh lupa diseka

berakar taqwa kami melupa

Baca entri selengkapnya »

Filed under: Puisi

Kearifan Memberikan Bantuan

Oleh Herman RN

(Serambi Indonesia, 21 Desember 2016)

bantuanALKISAH suatu masa, hiduplah dua sahabat: seekor kera dan seekor ikan. Mereka tinggal pada sebuah hutan di tepi danau yang indah. Suatu ketika, banjir lebat datang, air danau tempat tinggal si ikan melimpah ke daratan. Banjir yang sangat luar biasa itu membuat kera gelisah akan kondisi sahabatnya.

Baca entri selengkapnya »

Filed under: Opini, Uncategorized, , , ,

Bahasa Aceh untuk Indonesia

Oleh Herman RN

[Serambi Indonesia, 1 November 2016]

BAHASA Indonesia sebagai bahasa persatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia termaktub dalam butir ketiga Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928. Sebelum disebut sebagai bahasa Indonesia, mulanya masih sebagai bahasa Melayu. Dengan demikian, usia bahasa Indonesia sama tuanya dengan bahasa Melayu di Nusantara.

Baca entri selengkapnya »

Filed under: Opini, , ,

UKBI dan TOEFL Belum Standar

Oleh Herman RN

ukbiPARA Linguis dan pemerhati bahasa Indonesia boleh berbangga dengan diundang-undangkannya Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI). Apalagi, UKBI mulai dijadikan sebagai patokan bagi setiap orang dalam berbahasa yang baik dan benar serupa tes TOEFL dalam uji kemahiran berbahasa Inggris.

Baca entri selengkapnya »

Filed under: Essay, , , , ,

JURI

(Serambi Indonesia, 28 Agustus 2016)

Oleh Herman RN

LOMBA kreativitas seni dan sastra untuk mahasiswa yang dikenal dengan nama Pekan Seni Mahasiswa Daerah (PEKSIMIDA) untuk tahun 2016 sudah selesai. Untuk Aceh, tahun ini tuan rumahnya Universitas Samudera Langsa (Unsam). Apresiasi untuk Unsam.

Baca entri selengkapnya »

Filed under: Essay, ,

Menakar Pemerintahan SAKA

oleh Herman RN
(acehtrend, 31 Juli 2016)

SakaSEJAK pertama dilantik sebagai Bupati dan Wakil Bupati Aceh Selatan, Teuku Sama Indra dan Kamarsyah (SAKA) belum pernah mendapatkan protes atau semacam kritik, baik dari lembaga mahasiswa, pemuda, maupun masyarakat setempat. Hal ini tentu saja berbeda dengan sejumlah kepala daerah pada kabupaten/kota lain di Aceh. Hampir setiap hari selalu ada saja berita tentang kepala daerah di kabupaten tertentu, baik tentang capaian kerja maupun tentang kritik yang dilontarkan masyarakatnya. Baca entri selengkapnya »

Filed under: Opini

Kalender

Mei 2017
S S R K J S M
« Mar    
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  

KATEGORI

SIMPANAN

Anda Pengunjung

  • 529,165 hits

TABIK

Pembaca yang budiman, tidak dilarang mengutip tulisan dari web blog ini, baik seluruh maupun sebagian. Harapan kami, jangan lupakan sumbernya. Senang kami jika ada komentar ditinggalkan, apa pun bentuknya. Diskusi lebih lanjut dilayani di pelangijantan@gmail.com Terima kasih.

PO TULEH

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Bergabunglah dengan 2.366 pengikut lainnya