Lidah Tinta

Ikon

Saatnya tinta bersuara lebih lantang dari suara senjata

Menakar Pemerintahan SAKA

oleh Herman RN
(acehtrend, 31 Juli 2016)

SakaSEJAK pertama dilantik sebagai Bupati dan Wakil Bupati Aceh Selatan, Teuku Sama Indra dan Kamarsyah (SAKA) belum pernah mendapatkan protes atau semacam kritik, baik dari lembaga mahasiswa, pemuda, maupun masyarakat setempat. Hal ini tentu saja berbeda dengan sejumlah kepala daerah pada kabupaten/kota lain di Aceh. Hampir setiap hari selalu ada saja berita tentang kepala daerah di kabupaten tertentu, baik tentang capaian kerja maupun tentang kritik yang dilontarkan masyarakatnya. Baca entri selengkapnya »

Filed under: Opini

SAS Serahkan Bantuan Kitab pada Dayah Darussalam

bantuan kitab sasBanda Aceh–Grup media sosial WhatsApp Silaturrahmi Aceh Selatan (SAS) menyerahkan bantuan kitab-kitab agama untuk Dayah Darussalam Labuhanhaji yang terbakar beberapa waktu lalu. Bantuan tersebut diantar langsung ke dayah pada Sabtu (13/07/2016).

Baca entri selengkapnya »

Filed under: Kabar

Kesalehan Pemimpin

[Serambi Indonesia, 29 Juni 2016]

Oleh Herman RN

KAPAL berbendera India itu terdampar di Aceh dua pekan lalu. Tidak kurang dari 40 imigran Srilanka dalam kapal tersebut. Mereka terdampar di pantai Lhoknga, Aceh Besar, Provinsi Aceh, setelah terombang-ambing di samudera. Dalihnya, mesin kapal mereka rusak. Syahdan, kapal berisi awak Srilanka itu akan ke Pulau Krismas, Australia.

Baca entri selengkapnya »

Filed under: Opini

BENARKAH KAU INGIN TAHU

puisi Herman RN

 

Benarkah kau ingin tahu hari kesedihanku

ialah Minggu

kala puisi, cerpen, atau naskah dramaku

tak dimuat di koran terbitan kampungku

padahal ingin sekali aku menulis di koran nasional

atau minimal koran kota tetangga dengan kotaku

Baca entri selengkapnya »

Filed under: Puisi

Teks Sastra dan Kehidupan Sosial

Esai: Herman RN

(Serambi Indonesia, 6 Maret 2016)

KARYA sastra merupakan representasi sebuah zaman. Setiap teks sastra tidak bisa pula lepas dari kondisi sosial pengarang dan kehidupan sosial penikmat. Teks-teks sastra semisal Hikayat Prang Sabi, Hikayat Prang Kompeuni, dan sejenisnya lahir dari kondisi sosial masyarakat Aceh saat itu yang masih dalam suasana perang. Novel-novel kontemporer dewasa ini pun lahir dari kondisi setiap pengarang dan latar sosial suatu masyarakat. Sebab itu, sebuah teks sastra tidak lepas dari pengarang dan zaman.

Baca entri selengkapnya »

Filed under: Essay

Syariat Sosial

Oleh Herman RN

[Serambi Indonesia, 27 April 2016]

padamSUATU hari seorang petugas pencatat sekaligus penagih rekening listrik menghampir rumah sewa tempat saya tinggal. Ia sodorkan secarik kertas yang berisi nominal meteran listrik rumah yang saya tempati. “Tak kena bayar, biaya pemakaian bulan ini hanya 50 bath, sudah ditanggung pemerintah distrik.” Begitu kalimat yang keluar dari petugas PLN tersebut. Baca entri selengkapnya »

Filed under: Opini

Memimpikan Pemimpin Cinta Seni

Oleh Herman RN

(Serambi Indonesia, 3 Februari 2016)

“Dengan seni hidup menjadi indah; dengan ilmu hidup menjadi mudah; dengan agama hidup menjadi terarah.”

PEPATAH yang sudah populer sejak ’70-an itu masih menjadi jargon dalam kehidupan bermasyarakat. Dengan pepatah tiga klausa itu, manusia diberitahu tentang keselarasan dalam menjalankan hidup: seni yang membuat sesuatu menjadi indah, ilmu yang membuat hidup menjadi mudah, dan agama tidak boleh dinafikan sebagai arah dan tujuan hidup setiap insan. Baca entri selengkapnya »

Filed under: Opini, , , ,

Syeh Said dari Pase, Pembawa Islam ke Patani

 

Oleh Herman RN

hernDI Asia dan mungkin di dunia, ada empat kerajaan bertitel Darussalam, dua di antaranya ada di Indonesia, yaitu Aceh Darussalam dan Palembang Darussalam. Dua lagi masing-masing Brunei Darussalam dan Patani Darussalam. Baca entri selengkapnya »

Filed under: Feature, Uncategorized

Riwayat Po Teu Meureuhôm

Oleh Herman RN

Na ujong sudeung meulinteung manyangraja saifullah

Bineh tanjong nyan gunong teumiga…

Po Teu Meureuhom di sinan makam

Ureueng ba Islam u naggroe daya

Tiep buleun haji na peuringatan

Qanun ngon reusam geutubai raja

Adat seumuleueng jameun saboh nyan

Teutap hai rakan sipanyang masa…

 

BUKANKAH lirik lagu Aceh ini sangat luar biasa mendeskripsikan tentang Lamno, Aceh Jaya? Itu bukan sekadar lirik semata. Apa yang diungkapkan tentang makam Po Teu Meureuhom dan adat seumuleueng memang benar ada di sana, Lamno, Aceh Jaya. Baca entri selengkapnya »

Filed under: Feature, Uncategorized, , , , ,

Kupi Ulee Kareng, Citarasa Lokal Kualitas Internasional

Herman RN

kopiSiapa yang tak kenal kupi ulee kareng? Bagi para penikmat kopi, nama kopi ulee kareng tentu sudah sangat akrab di telinga. Citarasa kopi khas Aceh ini bukan hanya dikenal di Aceh, tapi juga di seluruh Indonesia bahkan beberapa negara luar. Karena itu, tak perlu heran, jika ada tamu dari negara luar datang ke Banda Aceh, kopi ulee kareng akan jadi salah satu yang dicari.

Baca entri selengkapnya »

Filed under: Feature, , ,

Kalender

Agustus 2016
S S R K J S M
« Jul    
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  

KATEGORI

SIMPANAN

Anda Pengunjung

  • 494,521 hits

TABIK

Pembaca yang budiman, tidak dilarang mengutip tulisan dari web blog ini, baik seluruh maupun sebagian. Harapan kami, jangan lupakan sumbernya. Senang kami jika ada komentar ditinggalkan, apa pun bentuknya. Diskusi lebih lanjut dilayani di pelangijantan@gmail.com Terima kasih.

PO TULEH

LIKE FACEBOOK HRN

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Bergabunglah dengan 2.227 pengikut lainnya

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.

Bergabunglah dengan 2.227 pengikut lainnya