Lidah Tinta

Ikon

Saatnya tinta bersuara lebih lantang dari suara senjata

>>Protes Tuhan

Puisi-puisi Herman RN

Aku tidak bohong, karena aku sudah berusaha
Aku tidak sombong, karena aku sudah berdoa

Tuhan
Sudah sering aku menjengukmu di malam
Juga siang aku tak lupa
Tapi aku masih hampa
Andai hadirku dalam kata ini kejam
Kaulah yang mengejami aku
Apa pun kata ini tercipta
Semua karena Kau
Dan aku ketahui itu

Aku tak pernah protes ketika ayah dimakan tembak
Tak bengis ibu ditelan air
Dan si kecil cerewet yang Kau panggil tiba-tiba
Namun ketika aku sendiri
Kau bikin sangat sendiri
Aku sekedar bertanya
Mengapa tak Kau temani aku?
Aku takut cinta semakin kecil, Tuhan!
***

Iklan

Filed under: Puisi

2 Responses

  1. dz. berkata:

    Aku tidak bohong, kautahu.
    Aku tidak sombong, karena aku sudah menjawab doa.

    herman,
    sudah sering Aku menjengukmu di malam
    juga siang Aku tak lupa
    tapi kau masih hampa?
    andai hadir-Ku dalam kata ini kejam
    kaulah yang mengejami Aku
    apa pun kata ini tercipta
    semua karena Kau
    dan Aku mahatahu itu–kautahu.

    mengapa kau tak pernah protes ketika ayah dimakan tembak?
    tak bengis ibu ditelan air?
    dan si kecil cerewet yang–hei, kaupikir Aku memanggilnya tiba-tiba?

    ah, kau merasa sendiri?
    kaupikir Aku bikin kau sangat sendiri?

    “Aku sekadar bertanya:
    mengapa tak kautemani Aku?
    Aku takut cinta semakin kecil, Herman!”

    tertanda,

    “tuhan” –pissssss 🙂

  2. ana berkata:

    Assalamu’alaikum

    bijaklah dalam menggunakan kata-kata.
    bukankah kata2 adalah senjata???
    ia bisa menghantarkan kita ke neraka juga ke syurga-Nya…

    😀 😀 😀 lam ta’aruf
    terus berkarya lidahtinta!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

TABIK

Pembaca yang budiman, tidak dilarang mengutip tulisan dari web blog ini, baik seluruh maupun sebagian. Harapan kami, jangan lupakan sumbernya. Senang kami jika ada komentar ditinggalkan, apa pun bentuknya. Diskusi lebih lanjut dilayani di pelangijantan@gmail.com Terima kasih.

PO TULEH

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Bergabunglah dengan 2.400 pengikut lainnya

%d blogger menyukai ini: