Lidah Tinta

Ikon

Saatnya tinta bersuara lebih lantang dari suara senjata

Kesunyian Ini Amat Panjang

                                          oleh Herman RN

O, kekasih

Kesunyian ini teramat panjang

meredam tanpa pusara

diantara bebatuan berdenting

berpaling dari gemuruh nisan

dan pinta kami

Kekasih,

Andai kesunyian ini semakin panjang

dan kematian kian berhimpit

aku takut bumi menjerit

kemana harus tempatkan kaki

sementara di atas sini

buldoser-buldoser memahat dendam di dada

Kesunyian ini amat panjang, wahai

tanpa senandungmu saat panggil kami satu-satu

Aceh, Pekuburan Massal, Juni 2006

Iklan

Filed under: Puisi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

TABIK

Pembaca yang budiman, tidak dilarang mengutip tulisan dari web blog ini, baik seluruh maupun sebagian. Harapan kami, jangan lupakan sumbernya. Senang kami jika ada komentar ditinggalkan, apa pun bentuknya. Diskusi lebih lanjut dilayani di pelangijantan@gmail.com Terima kasih.

PO TULEH

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Bergabunglah dengan 2.400 pengikut lainnya

%d blogger menyukai ini: