Lidah Tinta

Ikon

Saatnya tinta bersuara lebih lantang dari suara senjata

BANJIR

           foto82.jpg Apa Teulah sedang duduk di depan tivi di ruang keluarga. Dia memang orang yang senang megikuti perkembangan berita. Setiap hari koran dibacanya, televisi ditontonnya. Suatu hari Apa Teulah melihat di layar tivinya
Jakarta dilanda banjir. “Na kah rasa. Dilee kapeukếm kamoe keunoeng tsunami,” ujar Apa Teulah waktu itu.

            Dia terus mengikuti perkembangan berita kebanjiran sekitar Jabotabek di thosiba miliknya. Tanpa terasa matahari sudah mulai panas merambah dari daun jendela rumahnya. Siaran berita pun selesai. Di layar kaca kini hanya ada pariwara sabun mandi.

            Apa Teulah menguap. Dia melihat ke arah luar. Cahaya matahari semakin terik. Diliriknya jam dinding yang bergantung di atas pintu jalan ke dapur. Jarum jam sudah menunjukkan angka setengah dua belas. Seperti orang terkejut, Apa Teulah menjerit memanggil istrinya.

            “Munah, ke sini kau!”

            Dengan terbirit-birit istri Apa Teulah, Maimunah menghampiri suaminya. “
Ada apa Cutbang?”

            “Hei, sudah jam berapa ini? Mana koran nasional? Saya belum baca.” Ujar Apa Teulah dengan suara lantang.

            “Cutbang ini macam mana dulu. Tapi suka mengikuti perkembangan berita, kok ngga tahu kalau
Jakarta banjir? Percetakan koran di Jakarta semuanya tenggelam. Jadi, beberapa hari ini tak ada koran dari
Jakarta yang masuk ke gampong kita.”

            Selepas mengcapkan kata-kata seperti itu, Munah berlalu ke belakang. Apa Teulah yang tinggal sendirian di atas sofa merah jambunya merenung sendiri. “Kok saya sumpahin kamu,
Jakarta? Semoga banjir di tempatmu cepat surut agar kami dapat kedatangan koran lagi. Benar kata orang tua-tua, rusak umpung sidoem di ateuh, itroen u yuep.” Ujar Apa Teulah dalam hati.

Iklan

Filed under: Haba-haba

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

TABIK

Pembaca yang budiman, tidak dilarang mengutip tulisan dari web blog ini, baik seluruh maupun sebagian. Harapan kami, jangan lupakan sumbernya. Senang kami jika ada komentar ditinggalkan, apa pun bentuknya. Diskusi lebih lanjut dilayani di pelangijantan@gmail.com Terima kasih.

PO TULEH

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Bergabunglah dengan 2.400 pengikut lainnya

%d blogger menyukai ini: