Lidah Tinta

Ikon

Saatnya tinta bersuara lebih lantang dari suara senjata

NIAGA

 

Oleh Herman RN

rohit.jpg

            Suatu ketika di pagi hari, Apa Teulah sedang duduk-duduk di serambi rumah dengan istrinya, Maimunah. Sambil menyeruput kopi jember, Apa Teulah membaca salah satu koran lokal.

            Mata Apa Teulah langsung nyalang membaca berita headline koran itu yang menyatakan salon milik istri pejabat digerebek. Dikatakan dalam berita itu ditemukan kondom dan pil kuat serta empat PSK dan dua lelaki hidung belang di salon tersebut.

            “Ada ke lihat ini Munah, macam cara dilakukan untuk mencari pendapatan tambahan. Tak peduli halal haram, semua jalan ditempuh. Sayangnya dia istri penjabat negeri ini,” ujar Apa Teulah.

            “Alah, Cut Bang ini macam tak tahu saja. Memang seperti itu cara mencari rejeki. Bloe siplôh publoe sikureung, lam ruweung mita laba (Beli sepuluh jual sembilan, dalam ruang cari laba). Gaji pejabat kan kecil,” komentar Maimunah.

            “Euleuh, udah pande ke jawab aku ya? Ke dengar dulu, gampông kita ini daerah Syariat. Kalau niaga seperti itu bukannya dapat laba, tapi malu. Malu berarti rugi. Dalam niaga memang kita dianjurkan mencari untung, tapi di gampông kita harus bersendi pada syariat Islam, Munah. Kalau bloe siplôh publoe siblah, aneuk miet birah jeut meuniaga.”

            Maimunah anggôk-anggôk ulee mendengar suaminya. Apa Teulah melanjutkan, “Kalau sudah begitu, suami selalu ikut kena getah. Padahal belum tentu suaminya tahu pekerjaan istrinya. Tapi orang selalu bilang, istri si fulan. Jadi, kamu sebagai istriku harus menjaga nama baikku ya? Sebab istri dan suami itu memang harus menjaga nama baik suaminya.”

            “Sama. Cut Bang juga jangan bertingkah, karena suami punya tanggung jawab terhadap istri. Kalau suami jahat, wajarlah istri nyeleweng juga,” tukas maimunah.

Apa Teulah tidak menjawab lagi, kecuali diam dan tersenyum.

Iklan

Filed under: Haba-haba

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

TABIK

Pembaca yang budiman, tidak dilarang mengutip tulisan dari web blog ini, baik seluruh maupun sebagian. Harapan kami, jangan lupakan sumbernya. Senang kami jika ada komentar ditinggalkan, apa pun bentuknya. Diskusi lebih lanjut dilayani di pelangijantan@gmail.com Terima kasih.

PO TULEH

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Bergabunglah dengan 2.400 pengikut lainnya

%d blogger menyukai ini: