Lidah Tinta

Ikon

Saatnya tinta bersuara lebih lantang dari suara senjata

DONYA

Haba-haba Herman RN

Pagi itu, Apa Teulah termenung sendiri di seuramoe rumhnya. Kepalanya menengadah ke langit dan matanya berkaca-kaca.

 
Sesungguhnya ada apa dengan negeri ini? Ada apa dengan gampôngku? Batin Apa Teulah. Sirene itu, mengapa tiba-tiba berbunyi? Padahal usianya belum lama. Andai sirene itu berbunyi karena malas terlalu lama bungkam, mengapa? Sedangkan orang gampông ini sudah lama dibungkam, tapi tetap hanya diam.

 
Beragam rasa meucawoe di kepala Apa Teulah. Lain lagi ketika mendengar ada berita dari kantor CNN bahwa tsunami akan datang kembali.

 
Apa Teulah tidak mau komentar tentang kabar itu, kendati tetua di gampôngnya sering mengatakan, bisul tak mungkin tumbuh di tempat yang sama untuk keduakalinya.

 
Apa Teulah tidak mau komentar, karena dia ingat kata Indatu, ujôb teumeu’a riya teukabô, di sinan nyang le ureueng binasa (ujub, summah, riya, takabur, di situ yang banyak orang binasa).

 
Apa Teulah memang kurang percaya dengan tanggal pasti yang diberitakan CNN, tapi dia yakin suatu saat dunia ini akan hancur. Makanya dia masih tetap diam. Kalaupun ada orang yang datang dan minta pendapat kepadanya perihal berita itu, Apa Teulah hanya berkata, “Langkah, reusik,i peuteumuen, mawot, koen kuasa geutanyoe hamba (Langkah rezeki, pertemuan, maut, di luar kekuasaan kita sebagai hamba).”

 
Kalau bukan seperti itu, Apa Teulah akan menjawab, “Kullu nafsin geubeut bak ulee, nyan barô tathè meuninggai donya (Kullu nafsin dibacakan di kepala, baru percaya kita akan meniggal dunia).”

 
Kata-kata itu diucapakan Apa Teulah, biasanya kepada orang yang tidak pernah sadar umur dunia yang semakin singkat ini.(*)

Iklan

Filed under: Haba-haba

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

TABIK

Pembaca yang budiman, tidak dilarang mengutip tulisan dari web blog ini, baik seluruh maupun sebagian. Harapan kami, jangan lupakan sumbernya. Senang kami jika ada komentar ditinggalkan, apa pun bentuknya. Diskusi lebih lanjut dilayani di pelangijantan@gmail.com Terima kasih.

PO TULEH

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Bergabunglah dengan 2.400 pengikut lainnya

%d blogger menyukai ini: