Lidah Tinta

Ikon

Saatnya tinta bersuara lebih lantang dari suara senjata

Adat dan Hukum

Herman RN

“Nyan ban! Pue dipubuet awaknyoe loem? (Apa dikerjakan mereka lagi?)” seru Apa teulah sambil melemparkan koran di atas meja.


“Pakoen, Cutbang? (Kenapa, Kakanda?),” sela istri Apa Teulah sambil memungut koran tersebut.


“Oo… masalah meusuem lagi ya, Cutbang. Nampaknya akan ada pencambukan lagi di kampong kita ini ya, Cutbang?” lanjut Maimunah sambil membelalakkan matanya.


“Makanya, saya khawatir, orang-orang akan takut dengan agama kita mendengar cambuk mencambuk ini. Lihat saja hari ini, dua mahasiswa itu dipecat oleh Rektor. Apakah mereka sudah punya bukti kuat? Di koran sebelumnya dikatakan kalau si perempuan cuma mengantarkan nasi, kok main pecat langsung. Negara kita ini negara hukum, Munah,” sahut Apa Teulah.


“Yang memaksa peraga ulang meusuem tidak ditangkap, yang hanya duduk-duduk berdua tanpa melakukan apa-apa digereng ke kantor WH,” ujar Apa Teulah setelah diam sesaat.


“Jadi, Cutbang membela pelaku meusuem itu dan menyalahkan Rektor?” suara Maimunah sedikit meninggi.


“Bukan begitu, Munah. Saya tidak membela dan menyalahkan siapa pun. Saya hanya ingin mengatakan kepada penegak hukum negeri ini, tegakkan hukum sebenar-benarnya. Endatu kita mengatakan paléh rakyat jimeu-upat rata jeut sagoe, paléh raja jitem deungoe haba baranggasoe (celaka rakyat mengupat di setiap tempat, celaka pimpinan mau mendengar ucapan sesiapa),” ujar Apa Teulah.


“Saya mengerti maksud Cutbang. Sebagai pimpinan dan penegak hukum jangan cepat percaya dengan apa yang dikatakan orang tanpa ada bukti nyata, begitu kan?”


“Benar. Secara adat boleh kita main hukuman, tetapi secara hukum, penegak hukum harus jeli. Endatu kita berpesan, Adat meukoh reubông, hukôm meukoh purieh, adat jeuet beurangkahoe takông, hukôm h’an jeuet barangkahoe takieh (Adat memotong rebong, hukum memotong lidi, adat boleh sembarang ditempatkan, hukum tidak boleh sembarangan dikiaskan).”

Iklan

Filed under: Haba-haba

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

TABIK

Pembaca yang budiman, tidak dilarang mengutip tulisan dari web blog ini, baik seluruh maupun sebagian. Harapan kami, jangan lupakan sumbernya. Senang kami jika ada komentar ditinggalkan, apa pun bentuknya. Diskusi lebih lanjut dilayani di pelangijantan@gmail.com Terima kasih.

PO TULEH

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Bergabunglah dengan 2.399 pengikut lainnya

%d blogger menyukai ini: