Lidah Tinta

Ikon

Saatnya tinta bersuara lebih lantang dari suara senjata

Pentingnya Pendidikan Ala Teater Nol

Herman RNTeater Nol

Ruangan itu diterangi empat buah lampu yang menyorot ke panggung mungil empat kali lima meter. Di panggung itu terdapat sebuah meja dan kursi. Di sisi kanan sebuah sepeda kecil terbalik dan sebuah tong perkakas tukang. Seorang lelaki yang duduk di meja terlihat menarik rokoknya dalam-dalam, lalu dihempaskannya ke udara bersama batuk. Dari sudut kiri muncul seorang anak usia delapan tahun sambil memangku tas ransel di pundaknya.

“Ayah, kenapa Budi itu pintar sekali. Semua pertanyaan Ibu guru di sekolah tadi dapat dijawabnya,” tanya anak itu.

“Itu karena ayah dan ibunya pintar,” jawab si lelaki singkat tanpa menoleh kepada anaknya.

“Kenapa ayah dan ibunya pintar?” ulang si anak.

“Karena nenek dan buyutnya pintar,” ketus si ayah.

Si anak yang bernama Nadia itu diam sesaat. Lalu, “Kalau ibunya pintar, tapi ayahnya bodoh, anaknya bagaimana, Yah?”

“Setengah bodoh, setengah pintar,” suara lelaki itu mulai meninggi.

“Berarti Nadia bodoh karena…” si anak diam sambil menunduk. Lelaki itu menatap tajam ke arah anaknya, lalu membentak si anak. “Kau mau mengajari ayahmu, mentang-mentang ayah tidak pernah sekolah!?”

Demikian sepenggal adegan yang dibawakan oleh Unit Kegiatan Mahasiswa Teater Nol (UKM T-Nol) Unsyiah. Pertunjukan teater yang menyiratkan makna pentingnya pendidikan itu digelar T-Nol ketika melantik pengurus barunya, Minggu (1/7) kemarin. Menurut ketua panitia, M. Jefri, pertunjukan itu sengaja diberi tema pendidikan, karena mutu pendidikan di Aceh menurutnya memprihatinkan.

“Apa pun ceritanya, pendidikan harus jadi nomor satu. Orang bilang ekonomi harus nomor satu. Kalau kita tidak punya ilmu, bagaimana kita dapat memperbaiki ekonomi? Makanya, saya berpendapat pendidikan sangat penting,” tutur Jefri.

Lebih lanjut, dia mengatakan, pertunjukan itu untuk mengingatkan anggota dan pengurus T-Nol agar selalu belajar, tidak semata-mata mementingkan organisasi. “Kita boleh aktif berorganisasi, tapi ingat tujuan kita kemari adalah untuk kuliah,” ucapnya.

Dalam acara pelantikan itu, mereka juga mengadakan diskusi sekitar teater di kampus. Hadir sebagai peserta dari berbagai UKM di lingkungan Unsyiah dan PKM Teater Rongsokan IAIN Ar-Raniry. “Ke depan kita punya program untuk memberi pendidikan teaer di sekolah-sekolah Banda Aceh dan Aceh Besar. Melalui medium teater ini, kita hendak memberikan pemahaman kepada siswa-siswa bahwa pendidikan sangat penting,” ungkap Maulida Zelfi, ketua Teater Nol terpilih usai pelantikan dirinya.

Iklan

Filed under: Feature

5 Responses

  1. s.munir rongs berkata:

    selamt tuk maulida..moga2 loe bisa bawa teater noi kembali kepasda kejayaan nya…trims..

  2. s.munir rongs berkata:

    sorr men..loe edit komen gw tuh..

  3. yahn berkata:

    saran:

    ‘Jangan selalu mengandalkan teater kampus !
    Kami(kaum teater bawah tanah)..punya segudang pengalaman..lantaran biaya hidup mahal karna itu kami terpenggal..

  4. hikmah berkata:

    Gaung Teater Nol emang udah menggema di Selurah NAD. Yup, Bagus banget untuk memajukan kreasi seni.

  5. addak berkata:

    selamt juga yaa ataas pelantikannya..teater nol,
    salam hangat kami (teater HoMe USM)
    moga kedepan kita dapat saling link yaaaa
    🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

TABIK

Pembaca yang budiman, tidak dilarang mengutip tulisan dari web blog ini, baik seluruh maupun sebagian. Harapan kami, jangan lupakan sumbernya. Senang kami jika ada komentar ditinggalkan, apa pun bentuknya. Diskusi lebih lanjut dilayani di pelangijantan@gmail.com Terima kasih.

PO TULEH

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Bergabunglah dengan 2.400 pengikut lainnya

%d blogger menyukai ini: