Lidah Tinta

Ikon

Saatnya tinta bersuara lebih lantang dari suara senjata

>>Angker, tapi Asyik…

Herman | Aceh Besar

Tempat itu dikelilingi pepohonan besar dan kecil. Belukar akar melilit dan memanjat reranting pohon. Seekor enggang yang bertengger di salah satu dahan pohon yang sangat besar tiba-tiba mengepakkan sayapnya saat mendengar suara orang-orang berteriak.

Beberapa lelaki muda itu memekik girang sembari melompat dari puncak salah satu dahan. Di bawahnya, air mengalir bening. Cahaya mata hari memcah di permuakaan air tersebut. Tepat di tempat orang-orang melompat, warna air terlihat biru gelap. Sedangkan tidak jauh dari sana, riak air mengalir deras dan bebatuan di dasar air tampak bergelombang.

Selepas melompat ke air yang berwarna gelap, lelaki itu berenang ke arah yang lebih dangkal. Lalu, disusul lelaki lain yang melompat sambil berteriak panjang, “Aaaauu…”

Serpihan air bekas orang itu melompat memecah ke arah segala penjuru mata angin. Anak itu hilang beberapa detik di bawah riak air. Bundalan putih mengepul di permukaan. Sesaat kemudian kepala lelaki itu mencuat kembali ke permukaan. Lalu, dia tersenyum sambil menengadah ke dahan tempat muasal memulai lompatan.

“Ayo… giliran ke pula. Tunjukan nyali ke,” pekiknya ke beberapa lelaki yang masih di atas dahan. Satu per satu mereka yang masih di atas dahan pun terjun ke sungai bagian yang terdalam. Kemudian mereka memanjat pohon itu kembali melalui bebatuan besar yang bertengger acak di pangkal pohon. Sesampai di dahan, mereka melompat kembali. Terus menerus mereka lakukan.

Tak jauh dari sana, di bagian yang dangkal, arus air mengalir deras. Beberapa anak kecil usia sekolah dasar membiarkan dirinya dibawa arus beberapa kaki. Kemudian anak-anak itu kembali ke bagian hulu sungai, lalu menghanyutkan kembali tubuh mungilnya. Ada pula yang berhanyutan dengan menggunakan ban mobil. Mereka tertawa riang. Di tempat lain, beberapa orang hanya duduk di bebatuan yang muncul ke permukaan air. Mereka saling siram sambil terus mengembangkan tawa cekikikan.

Di bagian daratan terdapat puluhan orang lainnya. Ada yang duduk-duduk di atas karpet plastik, ada yang bersandar di dinding mobil, ada pula yang sedang menikmati kacang kuning rebus dan minuman kaleng. Mereka juga saling membagi tawa dan canda. Ada pula yang asyik poto bareng.

Aneka ragam gaya itu terjadi Minggu kemarin di sebuah kaki bukit di Aceh Besar. Kawasan yang terdapat di Sagoe 26 Indrapuri itu ramai dikunjungi orang. Namun, beberapa pengunjung menyebutkan wilayah itu belum menyerupai tempat wisata lainnya di Aceh.

“Masih payah orang pergi ke sini. Di samping jauh dari jalan raya, kios jualan juga masih kurang,” ujar Nazar, salah seorang pengunjung.

Nazar sendiri mengaku ke tempat itu membawa rombongan peserta pelatihan menulis. “Ya, hari ini kami penutupan Seuramoe Teumuleh. Kami memilih tempat ini karena memang belum ramai dikunjungi orang, beda dengan pantai. Suasana di sini pun lebih nyaman dengan alam pegunungannya,” lanjut mahasiswa IAIN Ar-Raniry itu.

Salah seorang peserta yang dibawa Nazar, Hanum, juga mengaku sangat senang. “Airnya dingin…” ucapnya sambil membetulkan letak jilbabnya.

“Pertama sampai ke sini, saya mengira tempat ini angker, tapi ternyata asyik juga melepas penat di sini,” tambah Maidil yang mengaku tidak mau mandi karena tidak ada persiapan pakaian ganti.

“Harapan kita, jika tempat ini dijadikan salah satu objek wisata di Aceh, jangan sampai tercemari oleh perilaku yang tidak senonoh. Kalau pemerintah pandai merawat jalan ke sini, tempat ini bisa mendatangkan devisa lho,” ungkap Idris, pengunjung asal Abdya.

Tempat itu bernama Krueng Jreue. Letaknya kurang lebih dua kilometer dari jalan raya. Untuk tiba ke tempat itu, jalannya memang masih sempit. Hal ini seperti pengakuan beberapa orang tadi, karena tempat itu memang belum sering dikunjungi. Namun, pada hari itu, terlihat juga bulek-bulek luar bertamasya ke sana.

Iklan

Filed under: Feature

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

TABIK

Pembaca yang budiman, tidak dilarang mengutip tulisan dari web blog ini, baik seluruh maupun sebagian. Harapan kami, jangan lupakan sumbernya. Senang kami jika ada komentar ditinggalkan, apa pun bentuknya. Diskusi lebih lanjut dilayani di pelangijantan@gmail.com Terima kasih.

PO TULEH

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Bergabunglah dengan 2.400 pengikut lainnya

%d blogger menyukai ini: