Lidah Tinta

Ikon

Saatnya tinta bersuara lebih lantang dari suara senjata

>>Aceh Tenggara

Haba-Haba Herman RNlogo PBB

Membaca koran lokal tentang berbagai kasus pasca-Pilkada di Aceh Tenggara (Agara), Apa Teulah diam sendiri sambil menatap potongan goreng pisang buatan istrinya. Kopi dalam gelasnya pun sudah mulai dingin.
“Cutbang… melamun lagi ya? Setiap pagi Cutbang ini melamun terus. Apa lagi yang Cutbang risaukan?” tegur Maimunah.
“Sebenarnya tak ada, Munah. Aku hanya tidak habis pikir terhadap tingkah polah orang-orang di Aceh Tenggara. Dari rumah penjabat bupatinya digranat, sampai dengan rumah sekolah dibakar.”
“Biasa itu, Cutbang. Biar daerah mereka terkenal, makanya mereka buat karue sabé.”
“Itu dia yang aku tak habis pikir, Munah. Hanya masalah pelantikan bupati saja, kok sampai rumah-rumah sekolah habis dibakar. Mau terkenal, apa mesti membakar rumah sekolah? Aku kira mereka terlalu bodoh kalau berpikir ke situ,” ujar Apa Teulah dengan suara kesal.
“Ya, Cutbang memang benar. Hanya orang-orang bodohlah yang mau membodohi generasinya. Tapi, itulah mereka. Semoga saja tidak semua orang di sana berpikiran sama sehingga ada yang akan membangun generasinya lagi,” sahut Maimunah.
Apa Teulah geleng-geleng kepala. “Apa sebenarnya yang mereka inginkan dari membakar gedung-gedung sekolah itu. Padahal, kalau orang-orang di sana bisa berpikir jernih, Aceh Tenggara bisa maju dengan aset yang mereka miliki. Tapi mereka malah membunuh calon-calot aset mereka. Ini kan sama saja dengan umpueng puyôh dalam padé, puyôh maté dalam cintra.‘Oh taingat sosah até, ‘oh tapiké hana laba.”
“Cubang benar. Tak ada laba mereka membakar rumah sekolah, yang ada malah rugi. Di samping memerlukan uang untuk membangun kembali rumah sekolah itu, murid-murid di sana pun mesti neganggur dulu berathun-tahun. Rugi besar mereka, Cutbang,” pukas Maimunah.
“Ah, sudahlah, jangan pula kau asyik membenarkan kata-kataku saja. Hari sudah menjelang siang, baiknya kau siap-siap menanak nasi. Aku mau ke pasar dulu.”
Apa Teulah bangkit dari duduknya. Meraih sandal, lalu beranjak ke luar rumah sambil masih menggeleng-geleng kepala.

Iklan

Filed under: Haba-haba

2 Responses

  1. wandy berkata:

    kita berharap semua orang di aceh tenghgara mau berpikir untuk kepentingan bersama bukan untuk pribadi maupun golongan, terlepas demi kepentingan apa mereka berbuat korupsi dan bersikap arogan yang pasti mereka harus sadar bahwa Aceh tenggara milik bersama bukan milik segelintir orang saja.

    melihat kondisi aceh tenggara hari ini perlu kita pikirkan bersama dimana banmyak penyakit masyarakat yang telah berjamur sejak pemerintahan Armen desky, diakui atau tidak dan kita biisa bertanya apa yang ada yang berubah di aceh tenggara dalam masa 5 tahun yang lalu… kita berbicara tanpa memihak karena ada hubungan ini itu tapi mari kita berbicara dan meliahat dengan mata sadar dan hati nurani kemajuan.

  2. DIANSAH berkata:

    ASS.Apakabar Agara,saya ucapkan selamat untuk kepala Daerah baru Agara,moga2 bisa memimpin dengan bijak sana dan tidak melupakan janjinya untuk mensejahterakan masyarakat Agara,amin.Pak Bupati Agara Kami Mahasiswa USU yang asli Putra Agara akan mendukung Rencana Bapak untuk mensejahterakan masyarakat Agara.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

TABIK

Pembaca yang budiman, tidak dilarang mengutip tulisan dari web blog ini, baik seluruh maupun sebagian. Harapan kami, jangan lupakan sumbernya. Senang kami jika ada komentar ditinggalkan, apa pun bentuknya. Diskusi lebih lanjut dilayani di pelangijantan@gmail.com Terima kasih.

PO TULEH

TWITTER SAYA

  • @tirtadaroy_bna yang baik, kenapa setiap Sabtu-Minggu air di sepanjang Jl. Prof. Ali Hasjmy mati total? Apakah ada batasan kubik pemakaian? 2 weeks ago

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Bergabunglah dengan 2.388 pengikut lainnya

%d blogger menyukai ini: