Lidah Tinta

Ikon

Saatnya tinta bersuara lebih lantang dari suara senjata

Peumimpin

oleh Herman RNHerman RN, S.Pd.

 

Dasar Apa Uda’!!! Kalau sudah ngomong pasti nyindir melulu. Kalau belum teupèh ureueng laén, dia pasti tidak senang. Padahal, saya sudah bilang, kalau kita sudah di atas, jangan lupa melihat ke bawah, kalau kita yang kalah, terima saja sementara. Kan masih ada hari dan masa lain.

Celoteh ini dikatakan seorang teman mendengar cerita seorang teman pula. Seorang teman yang pertama saat ini sedang menjadi pemimpin di sebuah perusahaan, sedangkan seorang teman yang kedua teman dia. Ya, untuk lebih mudah dan tidak meucarue-carue, saya kasih nama saja kedua teman kami ini. Teman pertama yang sudah menjadi pemimpin kita kasih inisial SM singkatan dari Super Manusia. Teman kedua sebut saja MS singkatan Manusia Super.

Nah, MS adalah temannya SM. Ceritanya, SM dan MS dahulu sama-sama berada di satu perusahaan. Hanya saja SM lebih tinggi pangkatnya daripada MS. Namun, sekarang perusahaan mereka bangkrut. SM yang dahulu menjabat sebagai salah satu pemimpin di bidang komunikasi akhirnya dipecat oleh pimpinan umumnya. Pengangguranlah akhirnya si SM itu.

Langkah raseuki peuteumuen mawot, h’ana kuasa geutanyoe hamba. Demikian tamsilan kearifan ureueng Aceh. Siapa menduga, MS yang dahulu bawahan SM saat ini mampu mendirikan sebuah perusahaan.

Merasa kasihan pada SM, akhirnya MS memberikan kepercayaan memegang tampuk kepemimpinan di perusahaannya kepada SM. “Merasa dirinya sudah berada di atas kembali, SM memainkan gaya lama. Dia bercerita tentang kegemilangannya di masa lampau. Kalau ada sesuatu yang kelihatan berlainan di perusahaan MS, SM selalu membanding-bandingkannya dengan perusahaan lama tempat dia bekerja, seakan-anak kehidupan dia masa lalu sangat gemilang dan sempurna. Tidak tahunya, dia di perusahaan yang sekarang karena rasa kasihan pak MS,” celetuk beberapa anak buah MS yang mengeluh setiap merasakan kesewenang-wenangan SM.

“Seharusnya, sebagai orang tua dan pimpinan, dia tak boleh egois dan tempramen seperti itu,” timpal karyawan lainnya.

“Inilah akibatnya terlalu mempercayai orang yang sudah tua. Padahal, sudah waktunya yang muda-muda sesekali diberi kepercayaan memegang tampuk pimpinan. Ya, sih, semuanya patut pertimbangan, kata pepatah bue meubajèe, asèe meusileuweue,

Tapuduek jih ateuh ulèe, jitrom geutanyoe lam pageue. Ini bahayanya.”

“Apa maksudnya,” tanya karyawan lainnya.

“Ya, itu dia gaya kesuka-sukaan hati seorang pimpinan. Mentang-mentang dia atasan, apa sesenaknya saja dia bikin kita bawahan ini? Masuk kantor sesuka hati dia, meninggalkan kantor pun kapan senang dia. Kita bilang jeulangkung; datang tak diundang pergi tak dilarang, nanti salah,” repet karyawan yang tadi.

Siapa sangka, siapa menduga, tembok dan udara punya telinga. Ternyata ucapan karyawan itu didengar oleh atasannya. Besoknya sang karyawan langsung dipecat tanpa tanya satu dan lain hal, tanpa pula musyawarah dengan pejabat-pejabat tinggi lainnya di perusahaan itu.

“Kan betul, berbuat sesuka hati dia,” keluh karyawan tadi sambil meninggalkan perusahaan tersebut dengan penuh kemenangan.

Iklan

Filed under: Haba-haba

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

TABIK

Pembaca yang budiman, tidak dilarang mengutip tulisan dari web blog ini, baik seluruh maupun sebagian. Harapan kami, jangan lupakan sumbernya. Senang kami jika ada komentar ditinggalkan, apa pun bentuknya. Diskusi lebih lanjut dilayani di pelangijantan@gmail.com Terima kasih.

PO TULEH

TWITTER SAYA

  • @tirtadaroy_bna yang baik, kenapa setiap Sabtu-Minggu air di sepanjang Jl. Prof. Ali Hasjmy mati total? Apakah ada batasan kubik pemakaian? 2 weeks ago

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Bergabunglah dengan 2.388 pengikut lainnya

%d blogger menyukai ini: