Lidah Tinta

Ikon

Saatnya tinta bersuara lebih lantang dari suara senjata

Santet Bernomor Merah, Penipuan!

SMS Santetoleh Zainal Suarja
Assalamualaikum Wr Wb.
Saya hanya ingin menjelaskan mengenai pesan berantai beberapa hari ini yang mengkhawatirkan masyarakat. Pertama, mengenai nomor handphone 0866 dan 0666, atau red call. “Barang siapa yang mengangkat akan meninggal karena ilmu hitam,” pesan berantai ini sebenarnya sudah ada sejak sebulan lalu, beredar di mailing list dan group di internet. Kemudian sejak awal Mei mulai beredar melalui SMS di Riau, Bengkalis, Banjarmasin, Pekanbaru, dan Jakarta.
Nomor HP dengan awalan 0866 bukan nomor Axis seperti yang dikabarkan, karena Axis meggunakan 0838 di awalnya. Penjelasan bahwa 0866 adalah nomor setan dari Axis adalah pembunuhan karakter. Nomor 866 adalah awalan nomor telepon sebuah operator CDMA daerah Surabaya, sedangkan 666 adalah nomor CDMA yang sama yang berada di daerah Muara Karang, Jakarta Barat.
Red Call atau panggilan merah malah tidak dikenal dan diketahui oleh vendor handphone. Semua handphone nonmonokrom (HP layar hitam putih) penjelasannya menggunakan layar TFT dan LCD. Tidak banyak HP yang menggunakan latar merah sebagai background panggilan untuk nomor tidak dikenal. Jadi, bisa disimpulkan jika ada panggilan berwarna merah di handphone penerima, itu disebabkan karena pengaruh polarisasi medan magnetik di layar HP-nya.
Kedua, mengenai ‘Ring in Red’ dari Prof. Dr. Adi Mok di WHO. “Infra merah (irDA) bisa menimbukan kanker dan kematian. Matikan HP sejak jam 10 sampai dinyatakan aman.” Ini berita terbaru tentang virus. Ring in red adalah pesan balasan terhadap pesan berantai sebelumnya untuk menjelaskan kejadian SMS berantai sebelumnya. Namun, pesan ini juga jelas bohong belaka. Prof Dr, Adi Mok atau dalam pesan berantai lain disebut sebagai Prof Blanca Lochar J.D tidak terdaftar sebagai kepala edukasi WHO di negara mana pun.
Infra merah sendiri adalah perangkat elektromagnetik yang panjang gelombangnya lebih panjang dari cahaya tampak, tapi lebih pendek dari radiasi gelombang radio. Namanya berarti “bawah merah”. Merah merupakan warna dari cahaya tampak yang digunakan sebagai koneksi data ringan.
Infra merah dalam perangkat handphone akan aktif jika sudah diaktifkan. Kalaupun sudah diaktifkan itu hanya bertahan selama tiga menit. Dalam hal ini, jelas tak mungkin infra merah akan mengaktifkan diri sendiri. Infra merah juga digunakan dalam kamera digital modern dan handy cam. Pernyataan yang mengatakan infra merah dapat membunuh adalah tidak masuk aka!
Virus dalam pesan ini yang dianalogikan sebagai virus nonbiologis merupakan sebuah program yang dapat menggandakan atau menyalin dirinya sendiri dan menyebar dengan cara menyisipkan salinan dirinya ke dalam program lain. Kesalahan fatal dari pesan ini adalah infra merah merupakan jenis virus baru.
Penggunaan organisasi WHO (yang sebenarnya jelas-jelas tidak terlibat) dalam pesan berantai di atas juga merupakan hal yang rancu. Seharusnya, yang pantas memberikan peringatan adalah International ‘Electronic Association (lEA), Electronics Technicians Association (ETA), Consumer Electronics Association (CEA) atau organisasi sejenis, baik internasional, regional dan nasional.
Modus-modus di atas sebenarnya adalah cara klasik yang sering diistilahkan dengan hoax. Hoax adalah usaha untuk memperdaya orang-orang agar mempercayai sesuatu yang salah adalah benar. Ciri-ciri hoax atau berita bohong antara lain adanya kalimat sakti di pesan berantai terserbut: “Kirim ke 10 teman lainnya, kirim ke kerabat dan saudara, Just forward, 10 kali forward selamatkan 10 jiwa, dll.”
Bayangkan, biasanya pesan berantai terdiri dari 2 bagian SMS. Misalkan kita hitung dengan tarif paling murah, yaitu Rp88 per SMS, maka untuk 1 nomor kita menghabiskan pulsa sebesar Rp176. Kemudian, minimal dikirim ke 10 nomor HP lain, 10 x Rp176 = Rp1760. Ada empat juta penduduk Aceh, misalkan seperempatnya telah mengirimkan pesan berantai tersebut, 1.000.000 orang x Rp1.760 = Rp1.760.000.000. Nominal tersebut akan berubah lebih banyak jika pesan yang dikirimkan lintas operator, lebih dari 10 nomor, lebih dari 1 pesan berantai dan beredar di seluruh indonesia. Siapa yang memperoleh keuntungan trilyunan rupiah tersebut?
Jika suatu saat nanti ada pesan berantai yang masuk di kotak masuk handphone Anda dan meminta anda membakar 10 rumah untuk menghapus dosa Anda, dan setiap pemilik rumah yang telah dibakar rumahnya harus membakar 10 rumah lagi, dapatkah Anda membayangkan apa yang terjadi? Semoga ini menjadi renungan semua. Terima kasih untuk Harian Aceh atas dimuatnya surat ini. (sumber Harian Aceh)

Zainal Suarja
Mahasiswa pascasarjana Unsyiah, Staf UPTD Teknologi Komunikasi dan Informasi Pendidikan Banda Aceh.

Iklan

Filed under: Feature

4 Responses

  1. Dairobi berkata:

    CHeck a look this massage bellow

  2. Jed berkata:

    ada-ada ajah…

  3. Agus E berkata:

    Bangsa kita mudah dibodohin, masih percaya sms aneh tdk masuk akal. Gimana cing mau pemilu masih mikir nyleneh, mending buang pulsa tuk maki2 pejabat korup sampe puas ok?

  4. winda berkata:

    jadi intinya semua itu bohong?
    terus kenapa sudah ada yang meninggal?
    apa benar2 karena radiasi infra red tersebut?
    mengapa mesti melibatkan axis klo itu smua bohong, dan itu akan menimbulkan fitnah yang dapat merugikan bagi pihak axis sendiri?
    di mohon segera mendapatkan solusinya agar tidak ad lagi pihak yg merasa dirugikan.
    axis maupun adanya korban baru.
    trimz

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

TABIK

Pembaca yang budiman, tidak dilarang mengutip tulisan dari web blog ini, baik seluruh maupun sebagian. Harapan kami, jangan lupakan sumbernya. Senang kami jika ada komentar ditinggalkan, apa pun bentuknya. Diskusi lebih lanjut dilayani di pelangijantan@gmail.com Terima kasih.

PO TULEH

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Bergabunglah dengan 2.400 pengikut lainnya

%d blogger menyukai ini: