Lidah Tinta

Ikon

Saatnya tinta bersuara lebih lantang dari suara senjata

Penyumbang Donat

oleh Herman RN

SUATU hari setelah musibah kebakaran di Kota Fajar terjadi, banyak LSM membuka pos bantuan darurat. Bahkan, hingga BEM-BEM Fakultas pun turut membuka posko bantuan bencana kebakaran tersebut.

Di sebuah pos bantuan yang hanya menerima sumbangan dalam dalam bentuk uang sedang terjadi perbincangan antara petugas dan eorang bulek.

I want to donate!” kata bule itu.

“Maaf, kami tidak menerima donat,” jawab salah seorang petugas posko.

I want to donate!” ulang bule tadi.

“O.. yu mau donat? Maaf, kami tidak menjual menyumbang donat,” jawab petugas lagi.

I want to donate!” ucap bule tadi lagi sambil membuka koper bawaannya. Dala koper mungil itu terlihat uang lima puluh ribuan dalam jumlah besar.

“Maaf, mister, kami benar-benar tidak punya donat. Meskipun Mister beli dengan uang satu koper ini, kami tetap tidak bisa memberikan donat, karena kami memang tidak punya,” jawab petugas berdeklamasi.

Tiba-tiba seorang mahasiwa yang juga bertugas di posko itu menghampiri mereka. Setelah ditanya apa yang terjadi antara petugas tadi dengan si bule, mahasiswa itu tersenyum melihat keduanya.

“Maksud mister ini, dia mau menyumbang. Tahu kata donatur tidak,” tanya mahasiswa kepada petugas tadi.

“Tahu,” jawab petugas mantap. “Orang yang menyumbang.”

“Nah, donate berarti menyumbang,” ucap mahasiswa tersenyum.

Iklan

Filed under: Humor

One Response

  1. bamat berkata:

    lucu, menggelitik.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

TABIK

Pembaca yang budiman, tidak dilarang mengutip tulisan dari web blog ini, baik seluruh maupun sebagian. Harapan kami, jangan lupakan sumbernya. Senang kami jika ada komentar ditinggalkan, apa pun bentuknya. Diskusi lebih lanjut dilayani di pelangijantan@gmail.com Terima kasih.

PO TULEH

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Bergabunglah dengan 2.400 pengikut lainnya

%d blogger menyukai ini: