Lidah Tinta

Ikon

Saatnya tinta bersuara lebih lantang dari suara senjata

OTK

oleh Herman RN

Agaknya kebiasaan “Menangguk di ari keruh” belum pudar di kampong kita. Kendati perdamaian sudah menanjak usia tiga tahun, usaha memancing kericuhan masih juga ada. Jika beberapa waktu lalu, usaha memancing kekacauan itu ditujukan kepada anggota TNI seperti penembakan terhadap salah seorang perwira Polisi Militer (POM) Iskandar Muda, dan baru-baru ini juga terjadi pada anggota Kodim Sabang, kemarin giliran mess Komite Peralihan Aceh (KPA) yang diamuk orang tak dikenal. Orang-orang tak dikenal yang mulanya diketahui namanya semasa konflik bersenjata di Aceh semakin terkenal.Mereka boleh jadi disebut orang tak dikenal, tapi sudah sangat semakin terkenal di Aceh. Mereka boleh saja mengambil kesempatan dalam kesempitan untuk mencari ketenaran agar semakin dikenal, tapi masyarakat yang hidup di kalangan bawah, yang hanya mengenal mencari sesuap nasi dari peluh bertani, semakin terjepit, oleh ulan mereka OTK tentunya. Bayangkan saja, saat konflik dulu, masyarakat sukar dan selalu dihantui keluar rumah. Padahal, masyarakat hendak ke kebun sendiri, ke kedai sendiri, ke sawah sendiri. Namun, mereka mesti minta izin pada orang-orang pendatang di negeri ini. Itulah kelihaian OTK berbuat.

Nah, sekarang pun hal serupa terkesan sedang diciptakan oleh orang-orang tak dikenal tadi. Orang tak dikenal itu yang selanjutnya lebih tenar dengan sebutan OTK selalu mencari cara untuk dikenal. Padahal, masyarakat Aceh baru saja merasakan betapa nikmatnya sudah dapat keluar rumah kala malam, sudah bebas mencari makan. Tapi, para OTK itu kembali datang.

Bisa dibayangkan dengan kedatangan dan kepergian mereka yang tak pernah dipinta dan diundang itu. Setelah membuat kekacauan di sebuah tumpuk, dia menghilang. Lalu, masyarakat di sekitar tempat itu yang akan menerima imbasnya. Kala konflik, masyarakat di sekitar tempat kejadian biasanya disweeping, ditanyai, diinterogasi. Diam salah, menjawab pun salah. Serba salah. Masyarakat kalangan bawah persis seperti boh limeng dalam ungkapan hadih maja, “Batee jimiyuep batee di ateuh, nyang hancô boh limèeng di teungoh-teungoh.” Sementara itu, di sana, para OTK itu entah sedang apa atas hasil kerjanya.

Keamanan dan kedamaian di hati masyarakat seolah hanya menjadi mimpi pada ayam tidur. Dan para OTK itu semakin riôh dan galak melempar tanoh cak. Di mana ada celah, di situ mereka beraksi. Dulu pada TNI, sekarang pada KPA. Tak bisa dibayangkan esok hari untuk siapa pula. Mungkin para OTK itu senang melihat senjata kembali menyalak di Aceh. Padahal, sudah terlalu banyak darah yang tumpah. Andaikan mereka—awak OTK—itu adalah ureueng Aceh, sudah semestinya punya pikiran sayang bagi bangsa ini. Indatu kita saja pernah berujar, “Bak gob keumawé bèk gata tiek tanoh cak, bak gob meupaké bèk gata riôh ngon galak. Kasép ubé nyang ka. Boh malairi ie paseueng surôt, adat datôk nini beutaturôt. Datôk tanyoe hana galak geumita jarôm dalam seukeum.

Namun, andai OTK itu bukan ureueng Aceh, sudah semestinya dia mengenal watak masyarakat Aceh. Ureueng Aceh ban rimueng teungoh éh, bangsa nyang aréh peunoh agama. Meunyo han’ék geusaba lé, geuthem maté bila bangsa. (Orang Aceh itu bak harimau sedang tidur, bangsa yang arif dan beragama. Kalau tidak sanggup lagi dia bersabar, lebih memilih mati demi bangsa.” Jadi, ini mesti dijaga!

Iklan

Filed under: Haba-haba

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

TABIK

Pembaca yang budiman, tidak dilarang mengutip tulisan dari web blog ini, baik seluruh maupun sebagian. Harapan kami, jangan lupakan sumbernya. Senang kami jika ada komentar ditinggalkan, apa pun bentuknya. Diskusi lebih lanjut dilayani di pelangijantan@gmail.com Terima kasih.

PO TULEH

TWITTER SAYA

  • @tirtadaroy_bna yang baik, kenapa setiap Sabtu-Minggu air di sepanjang Jl. Prof. Ali Hasjmy mati total? Apakah ada batasan kubik pemakaian? 2 weeks ago

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Bergabunglah dengan 2.388 pengikut lainnya

%d blogger menyukai ini: