Lidah Tinta

Ikon

Saatnya tinta bersuara lebih lantang dari suara senjata

Kongres Kelamin

Oleh Herman RN

Suatu masa berlangsung kongres kelamin hewan sejagat raya. Kelamin-kelamin itu digantung di seutas tali jemuran, mulai dari yang paling besar hingga ke yang paling kecil. Lantas dihimbaulah para hewan sedunia agar datang memilih kemalin untuk dirinya masing-masing.

Sahdan, berlarilah para hewan sejagad ke tempat kelamin-kelamin tersebut digantung. Kuda yang dikenal sebagai hewan terkencang lari paling duluan sampai ke lokasi. Melihat ada kelamin paling besar digantung di sana, kuda langsung menggaet dan meletakkan ke tubuhnya. Maka itu, kelamin kuda paling besar di jagad ini, melebihi kelamin gajah. Padahal, kelamin terbesar itu direncanakan untuk gajah, hewan bertubuh paling besar.

Selanjutnya, menyusul hewan-hewan yang lain. Bebek, hewan yang jalannya terbirit-birit, sampai ke lokasi paling terakhir. Bebek sampai ke sana di saat semua hewan sudah mendapatkan kelaminnya. Maka si bebek mengambil tali pengikat gantungan kelamin sebagai kelaminnya. Karena itu, kelamin bebek seperti tali, terjuntai-juntai.

Kala itu, tercatat pula satu lagi jenis hewan yang lambat sampai adalah ayam. Karena tidak ada lagi kelamin lain dan tali pun sudah diambil bebek, akhirnya ayam mengambil lidi yang digunakan untuk menusuk gantungan kelamin-kelamin tadi sebagai kelaminnya. Makanya, kelamin ayam kecil, mirip seperti lidi. Entah iya itu???

Iklan

Filed under: Aneukdot

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

TABIK

Pembaca yang budiman, tidak dilarang mengutip tulisan dari web blog ini, baik seluruh maupun sebagian. Harapan kami, jangan lupakan sumbernya. Senang kami jika ada komentar ditinggalkan, apa pun bentuknya. Diskusi lebih lanjut dilayani di pelangijantan@gmail.com Terima kasih.

PO TULEH

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Bergabunglah dengan 2.400 pengikut lainnya

%d blogger menyukai ini: