Lidah Tinta

Ikon

Saatnya tinta bersuara lebih lantang dari suara senjata

Pengorbanan

Herman RN

Kumulai senda gurau hari ini dengan kata “maaf”. Hari akhir pekan, cocok bagi kita untuk saling bermaafan, karena hari akhir pekan merupakan hari berkumpulnya dengan keluarga. Sembari menyeruput kopi atau teh hangat bersama anak-bini, bacalah cang panah ini.

Ini kisah tentang temanku. Sebut saja namanya Mursyidin—kami memanggilnya dengan sapaan “Mur”. Ia seorang lelaki. Kalau boleh aku menilai, ia masuk kategori ganteng (jangan naik kuping ya, Mur). Maka sebuah kepantasan ia mendapatkan calon istri yang (lagi—kalau boleh kumenilai), lumayan di atas standar.

Kepada calonnya itu, Mursyidin berkorban matian-matian. Setiap awal bulan, saat gajian, nyaris seluruh gajinya diserahkan kepada si calon. Kadang ia serahkan berupa uang, kadang pula dibelikannya sesuatu. Maklum, bagi Mur, dara asal utara itu adalah yang pertama dan yang terakhir.

Melihat pengorbanan Mursyidin, mungkin layak dipantunkan menjadi “Bukon lé sayang cicém pala, putéh dada mirah gaki. Hoe neujak ulôn jeut neuba, peu nyang hawa jeut ulôn bri”. Sungguh, dahsyat pengorbanan Mursyidin. Kesetiaan yang patut ditiru tentunya. Betapa tidak, demi si calon—yang sampai sekarang masih calon—ia rela ‘tutup lobang gali lobang’ menutupi perutnya.

Begini, karena gajinya setiap bulan sudah dipersembahkan kepada si calon, Mur akhirnya atur strategi dalam memenuhi kebutuhan ‘perutnya’. Mursyidin yang seorang wartawan itu atur planing “pagi-siang-malam”. Pagi tercatat ia sebagai orang yang rajin apel rapat pagi ke kantornya. Ternyata di sana, ia mencari sarapan segelas teh hangat dan dua potong kue yang disediakan kantornya. Hehehe.. siang, Mur mencari narasumber. Sengaja jam wawancara ia lakukan tepat saat makan siang. Masalah tempat, tentunya di warung. Hahaha… giliran malam, “Nyan ka meumada ngon lodes,” kata seorang temanku yang juga teman Mursyidin. Lodes maksudnya logistik desa, pelesetan dari snak sore yang disediakan kantor tempat Mur bekerja.

Begitulah kisah pengorbanannya hingga ia pernah jatuh sakit. Aku kagum dengan pengorbanannya. Sayangnya, beberapa bulan kemudian, si calon malah menikah dengan orang lain. Uh.. menyedihkan. Mursyidin nyaris saja sepak-sepak batu di jalan raya saat mengalami ditinggal calonnya. Namun, kini ia telah sembuh.

Sedangkan temanku yang satu lagi, juga memiliki kisah hampir sama dengan Mursyidin. Ia sempat berhenti makan, sempat berhenti merokok padahal rokok adalah teman dekatnya, sempat pula ia pulang kampung karena tak tahan memikirkan gadisnya. Aku berpikir, kelihatannya, anak-anak muda sekarang sudah meniru gaya muda-muda di film-film, kalau gagal mendapatkan kekasihnya, ia akan gila. Ah, kampung yang gila… entah di sana masih ada yang berpikir waras.

Iklan

Filed under: Haba-haba

3 Responses

  1. alex© berkata:

    Wahahaha… merasa disentil ini 😆

    Peringatan bagus. Jangan sampai gila sendiri, biarpun cinta memabukkan :mrgreen:

  2. Aulia berkata:

    masalah nyoe guni payah tame ta mita meuh… 😀

  3. chan berkata:

    Kisah yang mengharukan sekaligus lucu. Makanya cinta sepenuhnya seharusnya diberikan kepada laki-laki atau perempuan yang sudah sah berada dalam ikatan pernikahan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

TABIK

Pembaca yang budiman, tidak dilarang mengutip tulisan dari web blog ini, baik seluruh maupun sebagian. Harapan kami, jangan lupakan sumbernya. Senang kami jika ada komentar ditinggalkan, apa pun bentuknya. Diskusi lebih lanjut dilayani di pelangijantan@gmail.com Terima kasih.

PO TULEH

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Bergabunglah dengan 2.399 pengikut lainnya

%d blogger menyukai ini: