Lidah Tinta

Ikon

Saatnya tinta bersuara lebih lantang dari suara senjata

Nomor Cantik

oleh Herman RN

“Ini nomor cantik,” kata seorang teman saat membeli simcard untuk ponselnya. “Nomorku lebih cantik, ujungnya sama seperti tahun kelahiranku,” sahut seorang teman lainnya.

Perkara nomor kelihatannya memang belum habis dibicarakan sampai kapan pun. Tapi, cang panah kali ini bukan hendak membicarakan nomor-nomor cantik simcard tersebut, bukan pula hendak mengatakan telah berapa nomor sudah kelakar di ruang ini sampai ke mata dan telinga pembaca. Nomor di warkah ini sekedar mengulang perihal yang telah pernah ada.

Namun demikian, saya tidak bermaksud hendak memberitahukan nomor cantik untuk memasang buntut. Tak erotis pembicaraan nomor buntut saya paparkan di ruang massa ini. Apalagi, saya sendiri memang tak paham dengan nomor buntut. Kalau ketahuan dengan yang lebih paham, pasti saya dimarahi. Hahaha…

Begini, beberapa hari silam, saya pernah mendapatkan pesan dari seorang teman. Pesan yang sangat mensugestif saya untuk percaya dengan sebuah kebenaran terhadap apa yang sedang diorasikan oleh teman saya tadi. Pesan itu adalah meminta saya memilih sebuah nomor pada “hari keramat” 9 April nanti.

Pesan serupa juga pernah saya terima pada hari-hari sebelumnya dari teman-teman saya yang lain. Bahkan, saya pernah menerima pesan yang nyaris senada dari beberapa nomor yang saya sama sekali tak mengenalnya milik siapa, karena tak terdeteksi di layar ponsel saya.

Cerita itu berawal dari istilah Aceh Lhèe Sagoe sehingga memilih nomor tiga menjadi penting dan dianyatakan sangat berguna. Namun, memilih nomor tiga saja tak cukup, karena Aceh pada masa Lhèe Sagoe kejayaannya memiliki lambang kerajaan. Lambang tersebut dikenal dengan cap sikureueng—lambang kerajaan Aceh. Maka, menjadi lebih berarti jika angka tiga disematkan dengan angka sembilan sehigga menjadi 39 dan pilihlah nomor tersebut. Demikian satu di antara sekian pesan ‘bernomor’ yang saya terima.

Di sisi lain, ada juga yang menyebutkan bahwa angka tiga yang merupakan bilangan ganjil itu lebih cocok disematkan dengan angka lima (5) karena kedua angka itu tidak dapat dipisahkan. Misalnya, 3 x 5 = 15, lima belas dibagi tiga akan memperoleh hasil lima. Sebaliknya, lima belas dibagi lima akan mendapatkan hasil tiga. Kalau begitu, angka lima dan angka tiga sudah ditakdirkan menjadi dua angka yang satu, yang tepat untuk dipilih. Maka, pilihalah 35.

Ramalan yang lain mengatakan bahwa angka tiga tidak cocok dikali-bagikan. Angka tiga lebih cocok ditambah dan dikurang dengan angka yang sama. Artinya, tiga ditambah tiga yang menghasilkan angka enam. Lalu, enam dikurang tiga akan menghasilkan angka tiga lagi. “Nah, angka tiga kalau begitu lebih cocok dengan angka enam,” sebut peramal yang tidak terdeteksi itu kepada saya. Kalau begitu, angka dimaksud adalah 36.

Lain halnya dengan angka tujuh yang dipandang keramat serta banyak kisahnya di Aceh. Sebut saja aulia tujôh, burông tujôh, pancuri tujôh. Angka tujuh memperlihatkan lebih banyak yang jeleknya daripada yang baik, karena itu, ia mesti disokong dengan angka tiga, yang apabila dikalikan akan berjumlah menjadi dua puluh satu—ini jumlah rakaat salat tarawih. Di samping itu, sebuah iklan sakit kepala dan sakit gigi menyebutkan bahwa obat yang cocok adalah bintang tujuh. Bintang tidak pernah bulat, ia selalu bersegi. Segi dalam bahasa Aceh disebut sagoe. Dengan demikian, Aceh Lhèe Sagoe menjadi cocok digandengkan dengan angka tujuh. Maka, nomor cantik dimaksud adalah 37.

Mendengar itu, yang nomor delapan (8) tak mau kalah. Kata mereka, sfiat wajib dan sifat mustahil pada nabi itu jika dijumlahkan ada delapan. Sifat mustahil pada nabi sudah tentu ada pada manusia biasa. Namun, manusia dianjurkan untuk dapat meneladani sifat wajib yang ada pada nabi. Maka itu, kedua jenis sifat ini mesti dijumlahkan sehingga menjadi delapan. Karena strata dalam masyarakat Aceh sekarang ini dapat ditingkatkan menjadi tiga (ulama, umara, dan masyarakat biasa), yang ketiganya adalah manusia sebagai umat nabi, menjadi penting melekatkan angka tiga dengan angka delapan sehingga jadilah nomor 38.

Mendengar sifat wajib dan sifat mustahil pada nabi itu, tentu saja ada yang tidak mau kalah. Maka, sekelompok lagi mengatakan yang mesti diketahui adalah sifat wajib dan sifat mustahil pada Allah swt. Jika sifat wajib pada Allah ada dua puluh dan sifat mustahil juga berjumlah yang sama, maka kedua jenis sifat tersebut akan dihimpun menjadi angka empat puluh. Allah melebihi dari segalanya, maka nomor 40 menjadi lebih bagus dari segala nomor.

Begitulah nomor yang masuk ke ponsel saya. Saya diminta untuk memilih enam jenis nomor tersebut yang katanya adalah nomor lokal. Pasalnya, saya tidak booleh memilih keenam nomor itu, melainkan harus satu saja di antara enam nomor lokal tersebut.

Sebuah iklan rokok di telivisi menyatakan bahwa semakin banyak pilihan, semakin bingung memilih yang mana. Ah, saya mungkin bermimpi untuk memilih satu di antara enam nomor tersebut. Pasalnya, keenam nomor itu adalah nomor partai lokal di Aceh. Hehehehe…

Iklan

Filed under: Haba-haba

One Response

  1. Nomor ONE Cantik berkata:

    Oke juga Postingannya …..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

TABIK

Pembaca yang budiman, tidak dilarang mengutip tulisan dari web blog ini, baik seluruh maupun sebagian. Harapan kami, jangan lupakan sumbernya. Senang kami jika ada komentar ditinggalkan, apa pun bentuknya. Diskusi lebih lanjut dilayani di pelangijantan@gmail.com Terima kasih.

PO TULEH

TWITTER SAYA

  • @tirtadaroy_bna yang baik, kenapa setiap Sabtu-Minggu air di sepanjang Jl. Prof. Ali Hasjmy mati total? Apakah ada batasan kubik pemakaian? 2 weeks ago

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Bergabunglah dengan 2.388 pengikut lainnya

%d blogger menyukai ini: