Lidah Tinta

Ikon

Saatnya tinta bersuara lebih lantang dari suara senjata

ACEH VS JAWA TANTANG BELANDA

oleh Herman RN

Pagi itu udara masih berhembus dari celah-celah daun Asam Jawa. Saat itu jarum jam masih menunjukkan di angka sembilan. Beberapa mahasiswa sudah berkumpul di depan gedung Auditorium IAIN Ar-Raniry. Di pelataran gedung, sekumpulan pemuda sibuk mempersiapkan segala sesuatunya dan dihibur oleh suara khas penyanyi Aceh lewat kaset tape recorder. Kelihatannya seperti demonstrasi.

“Bakar Belanda! Ganyang Belanda! Ayoo!!…” begitulah suara Amat Kleng sebelum meninggalkan pelataran Auditorium kampus Jantong Hatee rakyat Aceh itu.

Bukan demonstrasi seperti yang dilakukan paramahasiswa atau paraburuh di gedung DPR, meski halaman gedung putih milik IAIN Ar-Raniry itu mulai dipenuhi manusia-manusia muda. Ini hanya petunjukan kesenian teater.

Parapemain terlihat mulai mengenakan kostum masing-masing. Kostum seragam mereka adalah putih. Itu terlihat dari parapemusik yang siap di belakang panggung. Beberapa pemusik diantaranya mengenakan sarung hitam berukiran merah, kuning, hijau, dan pernak-pernik kemilau. Tentunya sarung khas Aceh. Sementara dua orang wanita yang mengiringi pemusik sekaligus aktor hanya mengenakan kaos putih lengan panjang dan celana putih yang mereka tutupi dengan sarung petak-petak.

Musik pembuka yang diiringi lagu Aceh mulai terdengar lewat pengeras suara yang hanya memakai empat lodspeker 250 Wath. Lagu yang sering dilantunkan dalam tari-tarian ceremonial adat Aceh ketika menyambut tamu datang itu mendapat suport dari penonton.

Seorang lelaki berbadan tinggi besar menaiki tangga kepang yang dihias semacam pohon kayu. Lima buah microphon di letakkan begitu saja di lantai. Prolog pun dibuka oleh lelaki berambut gondrong itu. Dalam naskah ini dia dipanggil Polem, nama yang kebanyakan terdapat di daerah Aceh. Pertunjukan teater ini hasil kolaborasi Komunitas Tikar Pandan (Banda Aceh), teater Garasi (Yogyakarta), dan teater Embassy (Belanda).

Suara Rapa’i (Rebana), Serunai Kalee, Giring-giring, nyanyian Aceh, dan lantunan lagu Jawa dari Naomi dan Erythrina, menyatu dalam naskah yang bertajuk Di Công Bak (The Man in the Three) atau “Manusia di Atas Pohon.”

Naskah ini menceritakan tentang keadaan pascabencana alam. Karena pemain dan bahasa yang dipakai adalah campuran antara bahasa Indonesia, bahasa Aceh, dan bahasa Jawa. Sangat kelihatan jika cerita ini mengisahkan keadaan Tsunami yang pernah melanda Yogyakarta beberapa bulan lalu dan Aceh dua tahun yang lalu.

Cerita yang mengalir sederhana itu sempat mengocok perut penonton. ‘Manusia di atas pohon’ yang diperankan oleh Fozan Santa dari Aceh dan rekan-rekannya dari Jawa dan Belanda itu mewakili fenomena sosial yang sering terjadi di Aceh, atau Indonesia secara umum. Bagaimana tangisan seorang ibu yang kehilangan anaknya dalam musibah mahadahsyat, tentang orang-orang yang berebut bantuan kemanusiaan, kemudian tentang seorang penjual obat yang mengumbar-umbar cerita agar obatnya lekas laku, tentang seorang  seniman yang tak tahu lagi tempatnya mengekspresikan bakat, tentang seorang anak sekolah yang selalu menunggu ibu gurunya yang tak pernah datang lagi, tentang berita-berita yang dimuat salah satu media yang isinya kebanyakan iklan saja, semua disatukan dalam pertunjukan sederhana dan kocak.

Bagaimana Naomi Srikandi memerankan tokoh seorang anak Sekolah Dasar yang selalu menunggu ibu gurunya  datang kembali untuk mengajarkan kepadanya ilmu, sempat menciptakan suasana hening dan pilu. Naomi yang kelahiran 1975 itu mampu mewakili watak kanak-kanak yang membuat orang gemas ingin mencubit pipinya. ketika itu ia menggambarkan kelasnya di tanah.

“Kelasku sudah hancur, aku menggambar kelasku di tanah saja, biar tidak tumbang waktu gempa datang lagi.” Ujarnya dengan logat Jawa yang kental.

Keadaan haru itu berubah menjadi lucu ketika diganti dengan adegan Amat Kleng (diperankan oleh Azhari – penulis Aceh yang mendapat penghargaan Free Word Award dari negeri Belanda tahun 2005). Azhari disamping berperan sebagai Amat Kleng, juga sebagai transletor jenderal Belanda yang diperankan oleh Egbert Wits.

Azhari menterjemahkan pidato sang Jenderal Belanda dalam bahasa Indonesia yang dipelesetkan maknanya. Sebenarnya pidato itu berisi tentang turut belasungkawa bangsa Belanda tehadap indonesia, khususnya Aceh yang selalu dalam dukacita. Tetapi Amat Kleng alias Azhari mempelesetkan arti bahasa Belanda tersebut sebagai hikayat Ulee kameeng teuthôt (Kepala kambing terbakar). Amat Kleng bercerita tentang masakan gulai kambing khas Aceh yang terkenal sampai ke bangsa luar. Dia mendeskripsikan cara pemilihan kambing dan nagka yang menjadi campur gulai, dan mengeksposisi cara memasaknya.

Cerita yang juga mengangkat keberagaman lokalitas daerah Aceh ini sengaja disajikan dalam bentuk sederhana agar mudah dimengerti semua kalangan. Objek yang mereka tilik juga dari kalangan masyarakat umum, pelajar, dan mahasiswa.

Menurut Fozan Santa yang juga merupakan kepala sekolah menulis ‘Do Karim’ naskah ini hasil imajinasi bersama. “Meski di poster  tertera Gunawan Maryanto sebagai Sutradara, tetapi kita menggarapnya secara bersama.” Kata Fozan ketika ditanyai sebelum naik panggung.

Pertunjukan tersebut berlangsung di beberapa titik untuk mencapai objek yang telah ditentukan. Diantaranya, lapangan Bola Kaki Nusa, Lhok Nga (14 Agustus 2006), Auditorium SMA/ SMP 1 Pekan Bada (15 Agustus 2006), dan halaman Auditorium IAIN Ar-Raniry, Darussalam, Banda Aceh.

Pertunjukan teater kolaborasi antara orang Aceh, Jawa, dan Belanda ini didukung oleh Cordaid dan Kedutaan Besar Belanda.

Koeta Radja, Agustus 2006.

Herman RN, Bergiat di teater Nol dan Gemasastrin (Gelanggang Mahasiswa Sastra Indonesia) Unsyiah

Iklan

Filed under: Essay

8 Responses

  1. Indonesia negara penjajah yang tamak
    Indonesia kononnya mendapat kemerdekaan melalui peperangan dengan Belanda setelah Jepun kalah perang dunia kedua. Indonesia pernah menjajah melalui peperangan Aceh, Maluku, Papua (Irian Jaya) dan Ambon. Ia adalah negara yang tamak. Terdapat kemungkinan mereka ini ingin menjajah Brunai. Ia juga pernah menjalankan program “Ganyang Malaysia” malangnya mereka telah kalah. Sungguh memalukan. Mereka menakluk Timur Timor sebaik sahaja Timur Timor mendapat kemerdekaan daripada Portugal. Sebenarnya Indon ni takut perang dengan Portugal yang peralatan perangnya mencukupi tetapi hanya mahu berperang dengan negara miskin yang baru merdeka. Pengecut !!! Setelah krisis ekonomi Indonesia menjadi papa kedana dan akibat tekanan antarabangsa mereka terpaksa melepaskan Timur Timor. Kalah dan malu mereka ini.

  2. sayang salmah berkata:

    Sukarno

    Sukarno adalah merupan president pertama Indonesia. Dia adalah salah seorang yang memulakan rancangan jahat “Ganyang Malaysia”. Sungguh memalukan bila Indonesia telah kalah. Sukarno dikatakan telah mati ditembak. Dia ialah Hitler Asia Tenggara. Dia bercita-cita menakluk seluruh Asia Tenggara.

  3. sayang salmah berkata:

    Indonesial National Anthem

    Indonesial tanah Cairku
    Tanah tumpah muntahku
    Disanalah aku merangkak hina
    Jadi kubur

    Indonesial negara miskin ku
    Bangsa Busuk dan Tanah Miskinku
    Marilah kita semua tidur
    Indonesial negara miskinku

    Mati lah tanahku
    Modar lah negriku
    Bangsaku Rakyatku semuanya
    Miskin lah jiwanya
    Tidurlah badannya
    Untuk Indonesial Miskin

    Indonesial Miskin
    Mampous Modar
    Datang kerja Malaysia
    Tapi TKI Jadi perampok
    Rompak Malaysia bawa wang ke Indon

    Indonesial Pendatang Haram
    Miskin lah Miskin lah
    Datang Haram ke Malaysia
    Tiada paspor
    Bila kena tangkap dan hantar balik
    Kata nya malaysia jahat

    Indonesial Negara Perampok
    Indonesial Menghantar perampok maling
    pekerja TKI Indonesial
    hantaq pi Malaysia

    Indonesial Maling
    Merampok lagu Malaysia
    Mengatakan itu lagu mereka

    Indonesial Tanah yang hina
    Tanah gersang yang miskin
    Di sanalah aku miskin Untuk slama-lamanya
    Indonesial Tanah puaka
    Puaka Hantu Kita semuanya
    Negara luas hasil bumi banyak tapi miskin
    Datang minta sedekah di Malaysia
    Marilah kita mendoa Indonesial brengset

    Gersang lah Tanahnya mundurlah jiwanya
    Bangsanya Rakyatnya semuanya
    Tidurlah hatinya Mimpilah budinya
    Untuk Indonesial Miskin

    Indonesial Tanah yang kotor Tanah kita yang Malang
    Disanalah aku tidur selamanya bermimpi sampai mati
    Indonesial! Tanah Malang Tanah yang aku sendiri benci
    Marilah kita berjanji Indonesial miskin

    Mati lah Rakyatnya Modar lah putranya
    Negara Miskin Tentera Coma pakai Basikal
    Miskinlah Negrinya Mundur lah Negara nya
    Untuk Indonesial kurap

  4. hitler sukarno berkata:

    Indonesial National Anthem

    Indonesial tanah Cairku
    Tanah tumpah muntahku
    Disanalah aku merangkak hina
    Jadi kubur

    Indonesial negara miskin ku
    Bangsa Busuk dan Tanah Miskinku
    Marilah kita semua tidur
    Indonesial negara miskinku

    Mati lah tanahku
    Modar lah negriku
    Bangsaku Rakyatku semuanya
    Miskin lah jiwanya
    Tidurlah badannya
    Untuk Indonesial Miskin

    Indonesial Miskin
    Mampous Modar
    Datang kerja Malaysia
    Tapi TKI Jadi perampok
    Rompak Malaysia bawa wang ke Indon

    Indonesial Pendatang Haram
    Miskin lah Miskin lah
    Datang Haram ke Malaysia
    Tiada paspor
    Bila kena tangkap dan hantar balik
    Kata nya malaysia jahat

    Indonesial Negara Perampok
    Indonesial Menghantar perampok maling
    pekerja TKI Indonesial
    hantaq pi Malaysia

    Indonesial Maling
    Merampok lagu Malaysia
    Mengatakan itu lagu mereka

    Indonesial Tanah yang hina
    Tanah gersang yang miskin
    Di sanalah aku miskin Untuk slama-lamanya
    Indonesial Tanah puaka
    Puaka Hantu Kita semuanya
    Negara luas hasil bumi banyak tapi miskin
    Datang minta sedekah di Malaysia
    Marilah kita mendoa Indonesial brengset

    Gersang lah Tanahnya mundurlah jiwanya
    Bangsanya Rakyatnya semuanya
    Tidurlah hatinya Mimpilah budinya
    Untuk Indonesial Miskin

    Indonesial Tanah yang kotor Tanah kita yang Malang
    Disanalah aku tidur selamanya bermimpi sampai mati
    Indonesial! Tanah Malang Tanah yang aku sendiri benci
    Marilah kita berjanji Indonesial miskin

    Mati lah Rakyatnya Modar lah putranya
    Negara Miskin Tentera Coma pakai Basikal
    Miskinlah Negrinya Mundur lah Negara nya
    Untuk Indonesial kurap

  5. hitler sukarno berkata:

    Sukarno
    Sukarno adalah merupan president pertama Indonesia. Dia adalah salah seorang yang memulakan rancangan jahat “Ganyang Malaysia”. Sungguh memalukan bila Indonesia telah kalah. Sukarno dikatakan telah mati ditembak. Dia ialah Hitler Asia Tenggara. Dia bercita-cita menakluk seluruh Asia Tenggara.

  6. hitler sukarno berkata:

    Indonesia negara penjajah yang tamak
    Indonesia kononnya mendapat kemerdekaan melalui peperangan dengan Belanda setelah Jepun kalah perang dunia kedua. Indonesia pernah menjajah melalui peperangan Aceh, Maluku, Papua (Irian Jaya) dan Ambon. Ia adalah negara yang tamak. Terdapat kemungkinan mereka ini ingin menjajah Brunai. Ia juga pernah menjalankan program “Ganyang Malaysia” malangnya mereka telah kalah. Sungguh memalukan. Mereka menakluk Timur Timor sebaik sahaja Timur Timor mendapat kemerdekaan daripada Portugal. Sebenarnya Indon ni takut perang dengan Portugal yang peralatan perangnya mencukupi tetapi hanya mahu berperang dengan negara miskin yang baru merdeka. Pengecut !!! Setelah krisis ekonomi Indonesia menjadi papa kedana dan akibat tekanan antarabangsa mereka terpaksa melepaskan Timur Timor. Kalah dan malu mereka ini.

    Sukarno
    Sukarno adalah merupan president pertama Indonesia. Dia adalah salah seorang yang memulakan rancangan jahat “Ganyang Malaysia”. Sungguh memalukan bila Indonesia telah kalah. Sukarno dikatakan telah mati ditembak. Dia ialah Hitler Asia Tenggara. Dia bercita-cita menakluk seluruh Asia Tenggara.

  7. […] Stop Dreaming Start … di Meluruskan Hipotesis Prof.… hitler sukarno di ACEH VS JAWA TANTANG BELA… hitler sukarno di ACEH VS JAWA TANTANG BELA… […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

TABIK

Pembaca yang budiman, tidak dilarang mengutip tulisan dari web blog ini, baik seluruh maupun sebagian. Harapan kami, jangan lupakan sumbernya. Senang kami jika ada komentar ditinggalkan, apa pun bentuknya. Diskusi lebih lanjut dilayani di pelangijantan@gmail.com Terima kasih.

PO TULEH

TWITTER SAYA

  • @tirtadaroy_bna yang baik, kenapa setiap Sabtu-Minggu air di sepanjang Jl. Prof. Ali Hasjmy mati total? Apakah ada batasan kubik pemakaian? 2 weeks ago

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Bergabunglah dengan 2.388 pengikut lainnya

%d blogger menyukai ini: