Lidah Tinta

Ikon

Saatnya tinta bersuara lebih lantang dari suara senjata

Tatkala Sepi

Puisi Herman RN

Tatkala sepi bukan lagi hanya ada pada penantian tak pasti

Serupa ada yang luput dari ingatan

Menjerumput dalam pekat malam

Sedang siang jua tak pernah dipaham

Tatkala sepi bukan lagi milik pecinta yang mencari kekasih

Serupa pelangi yang tak pernah sampai ke bumi

Menggerayang antara hujan dan panas

Menerebas di sebalik telunjuk lenggam

Sedangkan matahari tak tahu apakah sembunyi

Tatkala sepi bukan lagi milik janda kehilangan suami

Serupa lilin bernyala siang

Menyalang antara matahari dan bulan

Sedang malam neon mencari arus

Menghunus belatap mencari jejak

Menapak sidak di dinding rumah kaca

Tatkala sepi bukan lagi milik anak ayam hilang induk

Serupa sayap tak berpundi udara

Hendak melanglang langkah tak punya

Duduk kursi jadi cadas

Bersandar punggung serasa tak bertulang

Berdiri kaki diamputasi

Mati? Masih menanti

Tatkala sepi adalah makna sendiri

Ada yang lepas dari sela jemari

Kutaraja, Juni 2009

Iklan

Filed under: Puisi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

TABIK

Pembaca yang budiman, tidak dilarang mengutip tulisan dari web blog ini, baik seluruh maupun sebagian. Harapan kami, jangan lupakan sumbernya. Senang kami jika ada komentar ditinggalkan, apa pun bentuknya. Diskusi lebih lanjut dilayani di pelangijantan@gmail.com Terima kasih.

PO TULEH

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Bergabunglah dengan 2.399 pengikut lainnya

%d blogger menyukai ini: