Lidah Tinta

Ikon

Saatnya tinta bersuara lebih lantang dari suara senjata

Menulis Resensi Buku

oleh Safriandi dan Herman RN

Suatu jenis tulisan lain yang mempunyai titik singgung dengan ringkasan dan ikhtisar adalah resensi. Resensi sangat sering kita temui dalam berbagai media cetak meskipun dengan nama yang berbeda. Ada media cetak yang menyebut timbangan buku, tinjauan buku, pembicaraan buku, jelajah buku, dan bedah buku. Selain itu, ada pula yang menamakannya sederhana, buku atau pustaka.

Dalam berbagai media massa, pemuatan resensi umumnya pada hari Minggu. Namun, tidak tertutup kemungkinan pada hari-hari yang lain. Kemungkinan dipilih hari Minggu karena memang hari libur sehingga penyajian tulisan-tulisan di media, tertama cetak, sengaja diberikan ruang renggang kepada pembaca agar dapat lebih santai.

Kata resensi berasal dari bahasa Latin yaitu dari kata kerja revidere atau resencere. Revidere atau resencere berarti melihat kembali, menimbang, atau menilai. Arti yang sama untuk istilah itu dalam bahasa Belanda dikenal dengan recensie, sedangkan dalam bahasa Inggris dikenal dengan review. Tiga istilah itu mengacu pada hal yang sama yaitu mengulas sebuah buku. Dengan demikian, tindakan meresensi buku berarti memberikan penilaian, mengungkap kembali isi buku, membahas, atau mengkritik buku (Samad, 1997:1).

Bidang penggarapan buku meliputi (1) buku baik fiksi maupun nonfiksi, (2) pementasan seni, seperti film, sinetron, tari, drama, musik, atau kaset, (3) pameran seni baik seni lukis maupun seni patung.

Yang menjadi pertanyaan adalah hal apa saja yang diresensi? Untuk membuat suatu resensi yang baik, peresensi harus menetapkan sasaran yang ingin dicapai. Umumnya tidak ada yang memuaskan semua orang sebagai seharusnya bentuk sebuah resensi yang baik. Namun, paling tidak terdapat beberapa komponen untuk dijadikan sasaran penilaian. Komponen yang dapat dijadikan sasaran penilaian sebuah buku adalah latar belakang, jenis buku, dan keunggulan buku.

  1. Latar Belakang

Latar belakang meliputi (1) fakta tentang pengarang, (2) deskripsi buku secara fisik, (3) tujuan, bahan, metode, dan segi lain, (4) ringkasan ikhtisar buku

  1. Jenis Buku

Peresensi harus menunjukkan kepada pembaca, buku yang baru disebutkan itu termasuk ke dalam golongan buku yang mana? Fiksi atau nonfiksi? Untuk bidang tertentu atau umum?

  1. Keunggulan Buku

Keunggulan buku yang diresensi dapat dilihat dari organisasi buku, isi buku, bahasa yang digunakan.

  1. Teknik Penyajian

Sebuah buku yang baik harus ditampilkan dengan perwajahan yang baik pula. Selain perwajahan, tentu ada segi lain yang harus baik. Peluncuran sebuah karya ilmiah paling tidak harus dilihat dari kekinian dan keilmuan. Posisi buku yang diresensi dapat dibandingkan dengan buku yang telah ditulis orang dengan topik yang hampir sama. Hal ini akan membuktikan apakah buku yang diresensi memiliki relevansi dengan isu masa kini?

Lalu, bagaimana sikap peresensi dalam menulis resensi? Peresensi seyoganya menunjukkan kedewasaan akademik. Kedewasaan tersebut terefleksi dalam sikap objektif dan orisinalitas keilmuan. Mungkin peresensi sendiri tidak akan (belum pernah) sebuah buku sekualitas buku yang diresensinya. Hal ini wajar diingat, tetapi bukan berarti menghambat keinginan untuk menulis resensi.

Peresensi juga harus memahami bidang kajian buku yang diresensi. Peresensi yang tidak memiliki bidang ilmu yang relevan dengan buku yang diresensi sangat berkemungkinan mengalami hambatan sehingga menyebabkan salah tafsir terhadap isi buku. Hal ini tentu saja akan merugikan banyak pihak.

Iklan

Filed under: Essay

7 Responses

  1. mujarod berkata:

    Salam sejahtera!
    Sebelumnya saya minta maaf karena mengganggu aktivitas redaksi.
    saya ada tiga pertanyaan :
    1. mana sajakah surat kabar harian yang menerima kiriman resensi buku dari luar(penulis lepas)?
    2. kalau menerima kiriman dari luar, saya mohon informasi yabg mungkin redaksi ketahui tentang syarat dan kriteria pengiriman yang diminta media tersebut?
    3.apakah bisa dikirim melalui email atau harus yang lainya?
    mohon balasanya, dan saya ucapkan terima kasih.

    dari mujarod, Mahasiswa Universitas Gadjah Mada
    Yogyakarta

  2. lidahtinta berkata:

    Yth. Sdr Mojarod,
    Terima kasih sebelumnya atas kunjungan Saudara di blog ini.
    Sepengetahuan saya banyak surat kabar harian yang menerima kiriman resensi buku dari penulis luar. Misalnya Kompas, Tempo, Sindo, Waspada, dan juga koran lokal di daerah masing-masing. Di Yogya, kalau saya tidak salah Bernas juga meneria resensi buku kok. Coba aja dulu dikirim.
    Selamat mencoba.

    Salam.

  3. Herman. A. NF berkata:

    Salam kenal… sy hobi sekali menulis, cm untuk menulis resensi sy blm terlalu paham, dgn informasi yg sy dptkan di blog ini, sy menjadi paham & menambah wawasan mengenai cara penulisan resensi. Trimakasih atas informasinya.. sy izin mencopi ya..

  4. krupukcair berkata:

    matur nuwun ilmunya sudah di bagi…. 🙂

  5. tandatanya berkata:

    maaf foto anda lambang mata satu sedangkan mata satu itu adalah lambang dajjal

  6. iman lapuntu berkata:

    thanks bangat atas penjelasannx, dgn materi yg ditulis,saya dapat mengerjakn tugas dgn baik.. Sekali lagi terima kasih.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

TABIK

Pembaca yang budiman, tidak dilarang mengutip tulisan dari web blog ini, baik seluruh maupun sebagian. Harapan kami, jangan lupakan sumbernya. Senang kami jika ada komentar ditinggalkan, apa pun bentuknya. Diskusi lebih lanjut dilayani di pelangijantan@gmail.com Terima kasih.

PO TULEH

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Bergabunglah dengan 2.399 pengikut lainnya

%d blogger menyukai ini: