Lidah Tinta

Ikon

Saatnya tinta bersuara lebih lantang dari suara senjata

Melayu, Bersatu Jangan ‘Begaduh’ Boleh

Oleh Herman RN

Mulanya saya berpikir terlalu berlebihan Soekarno mengeluarkan pernyataan “Ganyang Malaysia”, sebab Indonesia dan Malaysia adalah serumpun; Melayu. Bahkan, dalam pandangan saya, jika saja Indonesia dan Malaysia bersatu, puak-puak Melayu akan menjadi bangsa yang kuat, disegani, ditakuti, dan dihormati oleh rumpun lain di dunia ini. Nyatanya, kemelayuan pulalah yang membuat saya bertanya, “Ada apa sebenarnya dengan Melayu-Indonesia dan Melayu Malaysia”.

Pertanyaan kemelayuan di sini dibatasi hanya pada rumpun Melayu ‘Indonesia dan Malaysia’, sebab hemat saya, dua bangsa ini sangat berpengaruh terhadap rumpun Melayu di dunia sekalipun. Sayangnya, dua bangsa ini malah ‘asyik tengkar’, saling merebut wilayah dan kekuasaan. Bahkan, terhadap “kemelayuan” pun, kedua bangsa ini sering mengklaim dirinyalah yang paling Melayu.

Bahasa

Mulai saja dari hal yang umum dan sederhana, yakni perkara bahasa. Malaysia acapkali mengklai bahasa yang digunakan oleh ‘puak-puak’ Malaysialah yang merupakan bahasa Melayu. Di daerah ini (baca: Indonesia), masyarakatnya mengklaim bahwa bahasa Indonesia lebih Melayu daripada bahasa Malaysia. Klaim ini dialasankan karena bahasa Melayu di Indonesia sudah bercampur-baur dengan bahasa Inggris—meskipun sok nginggris juga mulai berselemak di Indonesia.

Mungkin, karena itulah kedua bangsa ini sepakat mempersatukan bahasa Melayu dengan menyusun sebuah buku ejaan Melayu ‘yang distandarkan’. Sayangnya, penyusunan buku tersebut tidak pernah kita lihat—entah seperti apa bentuknya, tidak ada yang tahu—sebab sebelum buku itu dicetak, para ahli bahasa di kedua bangsa ini saling tarik untuk menerbitkannya, di Indonesia atau di Malaysia. Berkembang pula kabar, buku itu sudah diterbitkan di Malaysia, tetapi tidak seorang pun dicantumkan nama perumusnya dari Indonesia sehingga peluncuran buku tersebut dilakukan secara sembunyi-sembunyi. Jika kabar ini benar, sungguh apa yang disebutkan oleh Soekarno: “Ganyang Malaysia” bukan lagi sebuah keekstreman seorang pemimpin bangsa.

Kreativitas dan Seni

Dalam hal kreativitas dan seni, kedua bangsa ini juga saling tuding. Puak Malaysia menuding bahwa Indonesia telah merampas beberapa lagu kebangsaaan Malaysia. Hal ini saya ketahui dari komentar seorang pengunjung di blog pribadi saya. Dia meninggalkan pesan bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa pencuri dan bangsa penjajah. Tak cukup sampai di situ, dia juga memperolok-olok Soekarno sebagai Hitler Asia Tenggara. Saya nyatakan bahwa si pemberi komentar adalah orang Malaysia, berdasarkan bahasa (ejaan) yang digunakannya, (lihat: https://lidahtinta.wordpress.com/2009/05/20/aceh-vs-jawa-tantang-belanda/#comment-430). Si pemberi komentar meninggalkan ping bahwa ia bernama Malaysia Gagah Berani, Sayang Salmah, dan hitler sukarno. Saat saya jelajah ke ping yang dia tingggalkan tersebut, terbukalah sebuah blog, http://indonesiasukarno.blogspot.com/. Kepala blog itu berupa gambar Soekarno yang disejajarkan dengan Adolf Hitler. Soekarno diberikan kumis tambahan agar mirip Hitler. Tak cukup sampai di sana pelecehan tersebut, judul blog dibuat “INDONESIA MALINGS”. Kemudian isi blog penuh dengan cercaan buat Indonesia, mulai dari gambar burung garuda yang diotak-atik sampai dengan lagu kebangsaan Indonesia Raya yang dipelesetkan dengan ungkapan bahasa Malaysianya.

Hal yang membuat saya kembali tak habis pikir adalah si pemberi komentar itu mengatakan bahwa Bangsa Indonesialah yang mencuri sejumlah lagu dan kreativitas Malaysia. Masalah klaim-mengklaim pemilik ini memang bukan cerita lama. Malaysia sudah sejak dulu mengklaim bahwa merekalah pemilik lagu Jali-jali, Rasa Sayange, dan mungkin juga masih ada lagu lainnya. Malaysia juga menyatakan bahwa batik dan wayang milik mereka. Terakhir, Malaysia sudah mulai berani memberikan kenang-kenangan beruba rencong yang menyiratkan seolah rencong adalah senjata khas Maysia. Hal ini pernah dialami mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) FKIP Unsyiah Banda Aceh. Sejumlah mahasiswa dari University Kebangsaan Malaysia (UKM) yang berkunjung ke PBSI Unsyiah memberikan “buah tangan” untuk mahasiswa Aceh berupa rencong berbingkai, di bawahnya tertulis MALAYSIA. “Ini kenang-kenangan dari Malaysia,” kata ketua rombongan mereka kala itu. Bukankah ini menyiratkan rencong sudah dianggap milik Malaysia (juga)?

Kecuali itu, jamuan yang disuguhkan awak Malaysia dalam membuka sesuatu acara juga sering dengan sejumlah tari yang kerap kita jumpai di Indonesia. Tari Ranup Lampuan yang menjadi kebanggaan Aceh, misalnya, mulai dipertontonkan di Malaysia sebagai tari sambutan pembuka acara. Demikian halnya dengan Tari Saman alias ‘tari tangan seribu’. Pertanyaannya adalah dari mana mereka bisa belajar sejumlah kreativitas ini?

Mungkin saya terlalu berlebihan jika saya katakan bahwa masyarakat kita ‘gila bayaran’. Dengan dibayar beberapa lembar ringgit, para kreator bangsa Indonesia dengan bangga mau mengajarkan masyarakat Malaysia sejumlah tarian dan kreativitas. Bangsa ini tak sadar bahwa ia sedang diperalat jirannya. Kepada para mahasiswa Indonesia yang belajar di Malaysia, mulai diminta mencari naskah-naskah sastra dari Indonesia. Saya sering mendapat email dari teman-teman saya yang sedang kuliah di Malaysia. Katanya, mereka diwajibkan mencari naskah-naskah teater tradisi Aceh. Terus terang saya tidak mau memberikannya. Berita-berita di media selama ini telah cukup memberi gambaran kepada saya bahwa awak Malaysia sedang bersatu mencari yang baru—mungkin kali ini sastranya—dari Indonesia, termasuk Aceh. Semoga para mahasiswa Indonesia yang sedang membusungkan dada belajar di Malaysia itu paham akan hal ini.

Batas Wilayah

Perebutan batas wilayah belakangan semakin hangat antara dua rumpun Melayu ini. Setelah Pulau Sipadan dan Pulau Ligitan, kini Pulau Ambalat jadi rebutan. Tidak tertutup kemungkinan Ambalat akan jatuh ke tangan Malaysia jika pemerintah Indonesia hanya “diam”.

Malaysia lihai. Berpura diam sejenak, mereka mempersiapakan segala sesuatunya untuk membuktikan Ambalat adalah wilayah Malaysia. Pura-pura diam ini sudah pernah dilakoni Malaysia saat merebut Sipadan dan Ligitan beberapa tempo lalu. Persoalan Sipadan dan Ligitan pertama sekali menghangat pada 1969. Lalu Malaysia ‘diam’ sambil mempersiapkan segala sesuatunya, hingga 1989 mereka berhasil mengukuhkan kedua pulau habitat ribuan penyu itu menjadi miliknya. Indonesia yang terkecoh dengan ‘diam’ sementaranya Malaysia hanya bisa pasrah mendengar suara ketokan palu Mahmakah Internasional yang menyatakan Sipadan dan Ligitan sah milik Malaysia.

Lantas, setelah 64 tahun Indonesia merdeka, masihkah harus ‘diam’ dikecoh saudara sendiri? Ini soal kemelayuan kita: Indonesia dan Malaysia.

Herman RN adalah mahasiswa Pascasarjana Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Syiah Kuala. Pegiat kebudayaan di Teater Nol Unsyiah.

Iklan

Filed under: Essay

25 Responses

  1. Info yang sangat menarik trim’s

  2. SOEKARNO HITLER berkata:

    Indonesial National Anthem

    Indonesial tanah Cairku
    Tanah tumpah muntahku
    Disanalah aku merangkak hina
    Jadi kubur

    Indonesial negara miskin ku
    Bangsa Busuk dan Tanah Miskinku
    Marilah kita semua tidur
    Indonesial negara miskinku

    Mati lah tanahku
    Modar lah negriku
    Bangsaku Rakyatku semuanya
    Miskin lah jiwanya
    Tidurlah badannya
    Untuk Indonesial Miskin

    Indonesial Miskin
    Mampous Modar
    Datang kerja Malaysia
    Tapi TKI Jadi perampok
    Rompak Malaysia bawa wang ke Indon

    Indonesial Pendatang Haram
    Miskin lah Miskin lah
    Datang Haram ke Malaysia
    Tiada paspor
    Bila kena tangkap dan hantar balik
    Kata nya malaysia jahat

    Indonesial Negara Perampok
    Indonesial Menghantar perampok maling
    pekerja TKI Indonesial
    hantaq pi Malaysia

    Indonesial Maling
    Merampok lagu Malaysia
    Mengatakan itu lagu mereka

    Indonesial Tanah yang hina
    Tanah gersang yang miskin
    Di sanalah aku miskin Untuk slama-lamanya
    Indonesial Tanah puaka
    Puaka Hantu Kita semuanya
    Negara luas hasil bumi banyak tapi miskin
    Datang minta sedekah di Malaysia
    Marilah kita mendoa Indonesial brengset

    Gersang lah Tanahnya mundurlah jiwanya
    Bangsanya Rakyatnya semuanya
    Tidurlah hatinya Mimpilah budinya
    Untuk Indonesial Miskin

    Indonesial Tanah yang kotor Tanah kita yang Malang
    Disanalah aku tidur selamanya bermimpi sampai mati
    Indonesial! Tanah Malang Tanah yang aku sendiri benci
    Marilah kita berjanji Indonesial miskin

    Mati lah Rakyatnya Modar lah putranya
    Negara Miskin Tentera Coma pakai Basikal
    Miskinlah Negrinya Mundur lah Negara nya
    Untuk Indonesial kurap

    • Ibonk berkata:

      Gimana kalau Indonesia dan Malaysia perang?? Berani gak?? Kalau saling ejek dan saling hujat di dunia internet ga bakal selesai… Pertama kamu (Soekarno Hitler) duel lawan saya…
      Gimana?? Berani gak??

      Ngejek Indonesia kayak Malaysia bangsa yang bagus saja… Dah tahu kalian (orang-orang Malaysia) culun-culun, dah untung dikasih sebagian pulau Kalimantan.. Masih pengen yang lainnya…

      You should go to hell and kiss my ass before..

    • cHa_ncutz berkata:

      tu kan mau ngolok-ngolok aja musti nge-PLEK..!!
      kreatif dund,,katanya melayu??

    • Anti Malaysia berkata:

      woy lo orang Malaysia yg gak punya kreativitas, semuanya di tiru, Saykoji aja di tiru…lo banci kyak ayam yg gak punya penis, kemerdekaan aja lo di kasih ma Inggris mana penis lo? penis lo dah di gadain ke Inggris?

  3. uiiunk berkata:

    MALAYSIAAA ITU BRENGSEKKK ..

    GAK TAU MALUUU !!
    ANJINKKK , BABIII BUAT MALYSIA ..

    SAUDARAKU DI INDONESIA KITA HARUS BERSATU UNTUK MELAWAN MALAYSIA !!!
    MALAYSIA = MALAY DENGER NEGARANYA ..

    TERKUTUK BWAT ORANG-ORANG MALAYSIA !!

  4. Malaysia Fucked, beraninya cuma ngomong doannk. elu itu negara kecil.. INDONESIA maaasiiiih memaafkan kesalahanmu.. elu pikir kita diam heh..!!! bad booooyyys lihat sajo entar… MALINGSIA….

    best regards,

    Taii Aasuuuu kontoL

  5. MANIZ berkata:

    MALAYSIA ALIAS MALINGSIA negara paling kurang ajar dan paling pengecut yg pernah ada di dunia,PEMBAJAK TERBESARRRRR didunia, dan yg paling kelihatan “URAT MALUNYA UDAH PUTUS SEMUA”. FUCK U ALL MALINGSIA.

  6. SASA berkata:

    MALINGSIA KURANG AJAR!!!!
    MALINGSIA PENGECUT!!!!
    MALINGSIA CHICKEN!!!!
    MALINGSIA MENJIJIKKAN!!!
    maklumlah orangnya bodoh2, gak bisa create something as my beloved country INDONESIA
    PITY ON U MALINGSIA
    AND GO TO HELL!!!!

  7. Indonesian Lovers berkata:

    Astagfirullah…………

    Semoga Azab dan Murka ALLAH SWT bersama Malaysia…
    Amin.

  8. cHa_ncutz berkata:

    .hwah..
    .MALAS.YA inii loh,, kok sukanya ngaku-ngaku ajjah.
    .apa nggak pe-de sama kebudayaannya sendiri (atau nggak punya dink..),,makanya yang kreatif dund.jangan kreatifnya dalam hal mencela saja..
    .warganya aja pada suka lagu indonesia,,penyanyinya pada kalang kabut,,soalnya lagunya nggak laku.
    .kira-kira apa masuk akal kalau indonesia dibilang niru lagu malas.ya,,wong lagu kita aja lebih bagus(wong malas.ya juga suka toh lagunya wong indonesia??)
    ^^

  9. Adhit berkata:

    Aku rasa ada pihak ke tiga yg menyebabkan pertikaian antar negara serumpun ini…dan malaysia sendiri bisa dikatakan salah satu negara yg mayoritas berpenduduk muslim seperti Indonesia…dengan kata lain saudara seagama.

    Munkin andaikata Indonesia dan Malaysia bersatu, bangsa barat bakal kesusahan…, maka sebelum itu terjadi dilakukanlah segala upaya untuk memecah belah kedua bangsa…

  10. INDONESIA negaraku berkata:

    kalau malaysia ngajak perang, udah tentu indonesia menang…. indonesia termasuk 15 besar militer terbaik di dunia dari 193 negara …. negara terkuat se asia tenggara … nomor 5 besar di asia ….Indonesia memiliki sekitar 316,000 Personil,2,122 Senjata Darat111 Mesin perang angkatan laut dan 313 angkatan udara….
    dimanakah Malaysia ??? yang pasti nggak di Top 30!!!

  11. bangsa71 berkata:

    Gak usah mau di adu domba china.ditimur tengah ada israel dan di malaysia dan singapore ada org china.

  12. bangsa71 berkata:

    seharusnya indonesia dan malaysia bangkit bersama2 membangun technologi.gak ada masa lagi tuk saling bertengkar.kita sama2 rumpun yg kecil.maka itu jangan diperkecil lagi dengan peperangan yg hanya membawa kehancuran rumpun melayu islam.peperangan sesama indonesia dan malaysia adalah ide sangat bodoh.

    • rustam berkata:

      so,hentikanlah negeri kamu mengklim punya kami karena contohnya saat kalian mengkaim tari saman tentu saja tari saman indonesia lebih bagus dan kalo budaya2 yang kalian klaim itu punya kalian kenapa tidak dari dulu tak perlu lah bertahun2

  13. bangsa71 berkata:

    orang yang mencaci lagu kebangsaan indonesia di forum ini maupun youtube sebaiknya kau hapus sebelum TUHAN menghapus kamu dari muka bumi,aku bagi tau kamu bisa celaka, hapusla segera.aku tau itu bukan orang Islam atau orang melayu.

  14. bangsa71 berkata:

    aku anak Indonesia uda tahu siapa2 warga atau golongan dari malaysia dan singapore yang suka mengadu domba indonesia dan malaysia.kami muslim indonesia dan malaysia uda tahu cuma tinggal tunggu waktu tuk membeberkannya.

  15. bangsa71 berkata:

    wahai Indonesia dan Malaysia di sekeliling jiran kita ada 3 negara yg sangat membahayakan kita.ada 2 dari negara asean dan satu lagi dari negara satu benua. aku tak perlu bagi tau masing2 kamu mkn bisa menjawab dengan mudah.begitu juga kat indon dan malaysia sendiri ada 2sampai 3 kelompok atau warga atau rumpun yg melagakan kita.aku tak prlu bagi tau jawabannya.ok?

  16. Indonesia Cinta Damai berkata:

    Beraninya komentar dengan spam ( anonim) Kalau tau Detail Info darimu mungkin udah gwe bunuh loe SOEKARNO HITLER….

  17. rustam berkata:

    hahahahah setannn indonesia tanah gersang!pala loh peyang di indonesia batu dan tongkatpun jadi tanaman oke !!!!! jali2,rasa sayange,ahduh emang tuh lagu pake bahasa melayu hancur loh malaysia negeri loh itu tudak ada pahlawannya seperti r.a kartini,soekarno kalo mereka jelek manah mungkin tdk di kenang oleh bangsa kami bahkan bangsa lain dan kalo loh bilang negeri kami pencuri negeri kamilah!negeri koranglah yang suka mencuri bukti apa???ha !!!saya ingat dulu waktu kalian kllaim keris sbg milik kalian hahahahaha itu di tolak mentah2 mengapa di candi borobudu r terdapat patung berusia ribuan tahun yang sedang memegang keris lalu indonesia bilamana ia pernah kalim milik korang jadi milik mereka terus di tolak mentah2

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

TABIK

Pembaca yang budiman, tidak dilarang mengutip tulisan dari web blog ini, baik seluruh maupun sebagian. Harapan kami, jangan lupakan sumbernya. Senang kami jika ada komentar ditinggalkan, apa pun bentuknya. Diskusi lebih lanjut dilayani di pelangijantan@gmail.com Terima kasih.

PO TULEH

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Bergabunglah dengan 2.400 pengikut lainnya

%d blogger menyukai ini: