Lidah Tinta

Ikon

Saatnya tinta bersuara lebih lantang dari suara senjata

Sekitar Bahan Bacaan

oleh Herman RN

prang sabi copyAda beberapa bahan bacaan yang umumnya menjadi ‘makan’ pokok orang-orang akademik. Bahan bacaan tersebut seperti kamus, ensiklopedi, buku, dan jurnal. Berikut ini dijelaskan beberapa hal tentang struktur masing-masing jenis bacaan tersebut dan fungsinya.

  1. Kamus

Kamus adalah buku yang mengandung kata-kata dan lain-lain, yang disusun menurut abjad, dengan keterangan makna kata-kata dan lain-lain. Menurut wikipedia.org, kamus berfungsi untuk membantu orang mengenal kata-kata baru. Kamus disebutkan juga memiliki pedoman sebutan, asal-usul (epistemologi) suatu perkataan dan contoh penggunaan bagi suatu perkataan. Istilah kata “kamus” diserap dari bahasa Arab qamus, dengan bentuk jakam qawamis. Bahasa Arab sendiri mengadopsi istilah ini dari bahasa Yunani okeanos yang berarti ‘lautan’. Sejarah ini jelas menegaskan definis kamus yang bermakna “wadah pengatahuan”.

Kamus dapat ditulis dalam satu bahasa atau bisa juga lebih dari satu bahasa. Dengan demikian, kamus dapat dibagi menjadi beberapa jenis. Kamus Ekabahasa, yakni kamus yang hanya menggunakan satu bahasa. Kata-kata(entri) yang dijelaskan dan penjelasannya terdiri atas bahasa yang sama. Kamus ini mempunyai perbedaan yang jelas dengan kamus dwibahasa kerana penyusunan dibuat berasaskan pembuktian data korpus. Contoh kamus ekabahasa adalah Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Kamus Dwibahasa, yakni kamus yang menggunakan dua bahasa. Contoh, Kamus Inggris-Indonesia, Kamus Dwibahasa Oxford Fajar (Inggris-Melayu; Melayu-Inggris). Kamus Aneka Bahasa, yakni kamus yang sekurang-kurangnya menggunakan tiga bahasa atau lebih. Misalnya, Bahasa Melayu, Bahasa Inggris, dan Bahasa Mandarin, yang digunakan dalam kamus ini secara serentak. Contoh, Kamus Melayu-Cina-Inggris Pelangi, susunan Yuen Boon Chan pada tahun 2004.

  1. Ensiklopedi

Ensiklopedi atau disebut juga ensiklopedia merupakan sejumlah buku yang biasanya ditulis dalam banyak jilid, mengandung persoalan umum tentang berbagai cabang pengetahuan atau perbincangan tuntas perihal suatu cabang pengetahuan. Biasanya, ensiklopedi juga disusun berdasarkan urutan abjad. Kata “ensiklopedia” diambil dari bahasa Yunani enkyklios paideia (ἐγκύκλιος παιδεία) yang berarti sebuah lingkaran atau pengajaran yang lengkap. Maksudnya, ensiklopedia itu diartikan sebagai sebuah pendidikan paripurna yang mencakup semua lingkaran ilmu pengetahuan. Seringkali ensiklopedi dicampurbaurkan dengan kamus dan ensiklopedi-ensiklopedi awal memang berkembang dari kamus. Perbedaan utama antara kamus dan ensiklopedia adalah bahwa sebuah kamus hanya memberikan definisi setiap entri atau lemma dilihat dari sudut pandang linguistik atau hanya memberikan kata-kata sinonim saja, sedangkan sebuah ensiklopedia memberikan penjelasan secara lebih mendalam dari yang kita cari. Sebuah ensiklopedia mencoba menjelaskan setiap artikel sebagai sebuah fenomena. Atau lebih singkat: kamus adalah daftar kata-kata yang dijelaskan dengan kata-kata lainnya sedangkan sebuah ensiklopedia adalah sebuah daftar hal-hal yang kadang kala dilengkapi dengan gambar untuk lebih menjelaskan.

  1. Buku

Secara sederhana, buku dapat diartikan helaian kertas berjilid yang berisikan tulisan untuk dibaca atau mengandung ruang kosong untuk ditulis. Wikipedia.org menyebutkan bahwa dalam buku dapat juga berisi gambar. Halnya bahan bacaan lainnya, buku yang juga digunakan untuk bahan menulis memiliki berbagai jenis, di antaranya buku telepon, buku besar, buku foto, buku cerita, buku harian, buku gambar, buku rekening, buku hitam, buku niaga, dll.

  1. Jurnal

Jurnal dapat diartikan sebagai terbitan atau majalah berkala yang khusus bagi suat masalah, profesi, atau bidang tertentu. Jurnal dapat berbentuk pamflet berseri berisi bahan yang diminati orang saat diterbitkan. Bila dikaitkan dengan kata ilmiah di belakang kata jurnal, dapat diartikan terbitan, berarti berkala yang berbentuk pamflet yang berisi bahan ilmiah. Dalam akuntansi, jurnal disebutkan dengan suatu buku yang digunakan untuk mencatat transaksi-transaksi bisnis secara kronologis pada prosedur pembukuan sebelum dimasukkan ke dalam buku besar. Terbitan berkala sebuah jurnal dapat berupa bulanan, dua bulanan, tiga bulanan, enam bulanan, atau bahkan tahunan.

Kemahiran Membaca Buku Pelajaran

Membaca buku pelajaran tidak sama dengan membaca koran, majalah, novel, atau buku bacaan lainnya. Karena itu, membaca buku pelajaran dibutuhkan kosentrasi yang lebih dibandingkan dengan membaca bahan bacaan lainnya. Namun demikian, sering pula orang mengaku tidak dapat menangkap isi bacaan yang sudah dibaca tersebut. Berikut ini beberapa kendala dalam membaca dan memahami buku pelajaran yang kerap melanda orang pada umumnya.

Sulit Konsentrasi

Kesulitan konsentrasi bisa disebabkan beberapa faktor, di antaranya kelelahan fisik dan mental, bosan, atau banyak hal lain yang sedang dipikirkan. Konsentrasi juga dapat terganggu dengan adanya hal-hal yang dapat mengalihkan perhatian seperti suara musik yang keras, TV yang menyala, orang lalu-lalang, dan lain-lain. Kesulitan konsentrasi membuat pikiran melayang entah ke mana dan huruf-huruf yang dibaca pun ikut menguap terbang. Dalam membaca konsentrasi sangat penting karena menentukan kemampuan Anda menangkap dan memahami isi bacaan. Apalagi ketika Anda membaca cepat, maka konsentrasi yang baik akan memastikan bahwa kecepatan baca berbanding lurus dengan pemahaman dan bukan sebaliknya.

Untuk itu, ketika mulai membaca, coba atasi faktor-faktor yang menyebabkan Anda sulit berkonsentrasi. Cari tempat yang tenang, memiliki penerangan yang cukup, suhu ruangan yang nyaman, dan tempat duduk yang enak dipakai. Jika ada gangguan, selesaikan dulu sebelum Anda mulai membaca. Setelah hal di atas dilakukan, selanjutnya adalah bagaimana meningkatkan konsentrasi itu sendiri.

Rendahnya Motivasi

Hambatan berikutnya dalam membaca adalah motivasi. Gangguan ini terutama dialami mahasiswa ketika harus membaca text book tebal yang tidak disukai. Rendahnya motivasi akan muncul ketika Anda hendak membaca suatu buku tapi tidak terlalu tahu buku tersebut tentang apa. Maka Anda akan cenderung membaca sekedarnya saja dan tidak terlalu berminat untuk membaca dengan pemahaman yang baik.

Mengatasi hal ini sebenarnya mudah, Anda harus menemukan jawaban mengapa Anda perlu membaca buku tersebut. Bahasa kerennya What Is In It For Me? Jika buku tersebut text book perkuliahan yang tebal dan membosankan, coba bayangkan apa yang menarik dari judulnya, topik-topik yang dibahas di dalamnya, dan apa yang bisa Anda aplikasikan jika menguasai buku tersebut. Jika buku tersebut sebuah biografi, coba bayangkat betapa hebatnya orang yang dibahas, apa yang telah dia lakukan akan dapat menjadi pelajaran bagi Anda. Jika buku tersebut adalah buku-buku self help atau Management, bayangkan apa yang akan terbantu jika Anda bisa menguasainya.

Khawatir Tidak Memahami Bahan Bacaan

Ada orang yang minder ketika baru melihat buku yang hendak dibaca. Dia khawatir bahwa buku tersebut terlalu berat dan nanti tidak bisa dipahami. Rasa khawatir ini ternyata akan menjadi kenyataan jika Anda terus membawanya ketika membaca. Kekhawatiran bahwa Anda tidak bisa atau sulit memahami isi bacaan akhirnya akan benar-benar menjadi kenyataan. Rasa khawatir ini paling sering jika membaca buku pelajaran terutama pada saat menjelang ujian. Ada perasaan waktu Anda cukup terbatas, Anda kurang memiliki pengetahuan, soal yang ditanyakan mungkin sangat beragam dan Anda harus menguasai satu buku secara penuh untuk memahaminya. Selain itu, ada beberapa kebiasaan buruk dalam membaca yang membuat kita kurang memahami isi bacaan.

Vokalisasi
Hal ini dilakukan dengan cara melafalkan apa yang kita baca. Dengan demikian, kecepatan baca akan sama dengan kecepatan berbicara. Kecepatan membaca kita sangat lambat, kira-kira cuma 120 kata per menit. Hal ini sudah dibuktikan saat latihan dalam kelas saat kuliah “Kemahiran Berbahasa”.

Sub Vokalisasi

Ada orang membaca tanpa suara di bibir, tapi di hati. Dengan cara ini, dampaknya kurang lebih sama dengan vokalisasi yakni kecepatan baca sama dengan kecepatan berbicara.

Gerakan Bibir

Ada juga yang tidak bersuara, tapi bibir seperti orang berbicara dan melafalkan sesuatu. Kebiasaan ini berakibat sama dengan dua kebiasaan buruk yang kita bahas.

Gerakan Kepala

Banyak orang ketika membaca kepalanya ikut bergerak mengikuti kata demi kata dalam bahan bacaan. Dengan demikian, kepala bergerak secara teratur dari kiri ke kanan kembali lagi ke kiri dan seterusnya. Kebiasaan ini akan menghambat kecepatan baca karena pergerakan kepala sebenarnya kalah jauh dengan pergerakan mata.

Regresi (Pengulangan ke belakang)

Sukanya mengulang kembali ke belakang (kepada hal yang sudah kita baca) merupakan kendala yang sama dalam membaca. Bayangkan jika dalam satu halaman saja kita melakukannya 10-15 kali, berapa banyak waktu yang telah terbuang.

Teknik Membaca

Beberapa kendala dalam membaca di atas dapat diubah sehingga menjadi langkah-langkah atau teknik dalam mebaca. Jika kita sudah terbiasa membaca dengan mengulang kembali ke beberaka kata atau beberapa kalimat yang sudah membaca sehingga banyak waktu terbuang, hal seperti harus dihindari sehingga tekniknya adalah terus membaca ke depan hingga selesai, baru mengulangi kembali setelah semua selesai dibaca.

Menulis Proposal

Proposal merupakan jenis karangan ilmiah. Proposal biasanya ditulis sebagai usulan penelitian. Penelitian tersebut ada yang merupakan syarat akademik, ada pula di luar akademik; ada proposal yang dibuat tanpa membutuhkan dana dari luar, ada proposal yang sengaja ditulis untuk mencari dana.

Menurut Wildan saat memberikan kuliah di Pascasarjana Unsyiah, proposal penelitian berhak ditulis oleh siapa saja sebagaimana penelitian itu berhak dilakukan oleh siapa pun. “Orang gila juga boleh jadi pengarang, kabarnya baik untuk terapi,” demikian pendapat Wildan.

Ada beberapa hal yang menjadi penting diketahui dalam membuat proposal penelitian.

Pemilihan Topik

Topik hendaknya menarik, dikenali dengan baik atau bidang ilmu, mudah bahannya, terbatas: tidak terlalu luas dan tidak terlalu sempit.

Judul Karangan

Judul hendaknya singkat, tepat, dan menarik.

Contoh judul:

PROSES KREATIVITAS A. HASJMI SEBAGAI PENGARANG NOVEL INDONESIA MODERN

Kerangkan Karangan

Ada beberapa bagian karangan ilmiah; kerangka karangan. Secara garis besar dibagi menjadi tiga bagian: bagian pelengkap pendahuluan, bagian badan karangan, dan bagian pelengkap penutup.

Bagian pelengkap pendahuluan berisi: halaman judul, halaman kata pengantar, halaman daftar isi, halaman abstrak, halaman daftar tabel/gambar/dll. Bagian badan karangan berisi: pendahuluan, bagian isi, dan penutup. Bagian pelengkap penutup berisi: daftar pustaka, lampiran (jika ada), indeks (jika ada).

Internet

Selain itu, internet juga dapat dijadikan sebagai bahan bacaan. Banyak literatur yang didapat dalam sejumlah laman internet. Saat ini para manajer, para pendidik, para pejabat, para peneliti, dan masyarakat luas internasional telah banyak mempergunakan komputer dalam kehidupan sehari-harinya sebagai alat bantu yang sangat berguna. Begitu juga dengam mahasiswa dan dosen. Dengan demikian, komputer sudah merupakan peralatan bagi kebutuhan masyarakat luas dan tidak terbatas untuk kalangan tertentu saja.

Dalam kalangan dunia pendidikan, sebut saja bagi mahasiswa, kebutuhan komputer layaknya kebutuhan primer. Salah satu di dalamnya tersebutlah internet. Internet merupakan jaringan rangkaian komputer dengan rangkaian komputer lain yang menghubungkan pemakai komputer dari suatu negara ke negara lain di seluruh dunia, yang di dalamnya terdapat berbagai sumber daya informasi, mulai dari yang statis sampai dengan yang dinamis dan interaktif. Internet berguna untuk berkomunikasi dan bertukar informasi, file, data, suara, gambar, dan sebagainya antarindividu atau kelompok manusia di seluruh dunia. Berikut diperkenalkan beberapa dasar dalam dunia internet.

(1) Electronic Mail/E-mail/Messaging

Electronic mail (E-mail) atau surat elektronik adalah fasilitas yang paling sering digunakan di internet. Dengan fasilitas ini seseorang dapat membuat dan mengirimkan pesan tertulis kepada seorang atau sekelompok orang lain yang juga terdaftar di internet. Ada beberapa jaringan situs internet yang memberikan akun email gratis, di antaranya yahoo, gmail, plasa, telkom, dan lain-lain.

(2) Remote Login

Dengan fasilitas ini seorang dapat mengakses program/aplikasi di komputer lain. Misalnya seorang mahasiswa di universitas X dapat menjalankan aplikasi komputer yang terdapat di universitas Y tanpa harus datang ke kampus universitas Y apabila komputer di universitas X dan Y saling berhubungan menggunakan TCP/IP.

(3) File Transfer

Fasilitas ini memungkinkan terjadinya pengiriman file dari satu komputer ke komputer lain. Sebuah file dapat berisi dokumen, grafik, program komputer, bahkan video dan suara yang terekam secara digital.

(4) Web Site atau Situs

Situs dapat diartikan sebagai kumpulan halaman-halaman yang digunakan untuk menampilkan informasi, gambar gerak, suara, dan atau gabungan dari semuanya, baik yang bersifat statis maupun dinamis yang membentuk satu rangkaian bangunan yang saling terkait dan masing-masing dihubungkan dengan link-link.

(5) Blog atau webblog

Blog merupakan singkatan dari “web log” yaitu bentuk aplikasi web site yang menyerupai tulisan-tulisan (yang dimuat sebagai posting) pada sebuah halaman web umum. Tulisan-tulisan ini seringkali dimuat dalam urut terbalik (isi terbaru dahulu baru kemudian diikuti isi yang lebih lama), meskipun tidak selamanya demikian. Situs web seperti ini biasanya dapat diakses oleh semua pengguna internet sesuai dengan topik dan tujuan dari si pengguna blog tersebut.

Herman RN, mahasiswa Pascasarjana Unsyiah

Iklan

Filed under: Opini

One Response

  1. wah tulisan yang bagus sekali, kritis dan membangun…. trim’s

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

TABIK

Pembaca yang budiman, tidak dilarang mengutip tulisan dari web blog ini, baik seluruh maupun sebagian. Harapan kami, jangan lupakan sumbernya. Senang kami jika ada komentar ditinggalkan, apa pun bentuknya. Diskusi lebih lanjut dilayani di pelangijantan@gmail.com Terima kasih.

PO TULEH

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Bergabunglah dengan 2.400 pengikut lainnya

%d blogger menyukai ini: