Lidah Tinta

Ikon

Saatnya tinta bersuara lebih lantang dari suara senjata

Statistika sebagai Acuan Penelitian

oleh Herman RN

Sejarah dan Pengertian

melangkahPenggunaan metode statistik dalam penelitian ilmiah telah dirintis sejak tahun 1880. Kala itu, F. Galton pertama sekali menggunakan korelasi dalam penelitian ilmu hayat. Ia menerapkan cara penelitian dengan metode statistik dalam biologi maupun sosial yang semula dianggap belum lazim. Kemudian, pada akhir abad ke-19, Karl Pearson, pelopor penggunaan metode statistika, sempat mendapat kecaman karena konsep yang ia terapkan. Namun, pada akhirnya, statistik dapat juga diakui dan digunakan sebagai salah satu metode penelitian ilmiah di berbagai bidang ilmu pengetahuan, baik ilmu alam/science maupun ilmu sosial.

Secara etimologis, istilah “statistik” berasal dari bahasa Latin status, yang artinya sama dengan kata state dalam bahasa Inggris atau kata staat dalam bahasa Belanda. Dalam bahasa Indonesia, kata-kata itu diterjemahkan menjadi negara. Mulanya, kata “statistik” juga diartika sebagai “kumpulan bahan keterangan (data), baik yang berwujud angka (data kuantitatif) maupun yang tidak berwujud angka (data kualitatif), keduanya mempunyai arti penting dan kegunaan yang besar bagi suatu negara. Namun, pada perkembangan selanjutnya, arti kata statistik hanya dibatasi pada “kumpulan bahan keterangan yang berwujud angka (data kuantitatif) saja, bahan keterangan yang tidak berwujud angka (data kualitatif) tidak lagi disebut statistik.

Dalam kamus bahasa Inggris, kita temui juga kata statistics dan kata statistic. Kedua kata ini mempunyai arti yang berbeda. Kata statistics diartikan “ilmu statistik”, sedang statistic diartikan sebagai “ukuran yang diperoleh atau berasal dari sampel,” yaitu sebagai lawan dari kata “parameter” yang berarti “ukuran yang diperoleh atau berasal dari populasi”. Statistic dapat juga diartikan sebagai cara atau aturan-aturan yang berkaitan dengan pengumpulan, pengolahan (analisis), penarikan kesimpulan atas data-data yang berbentuk angka dengan menggunakan suatu asumsi-asumsi tertentu.

Beberapa Istilah dalam Statistik

Statistika, yaitu pengetahuan untuk mempelajari cara-cara pengumpulan bahan-bahan atau keterangan, pengolahan serta penganalisisannya, dan penarikan kesimpulan yang beralasan berdasarkan penganalisisan yang dilakukan.

Statistika Deskriptif, yaitu pengumpulan data, penyajian data, pembuatan tabel-tabel dan grafik-grafik dan melakukan perhitungan-perhitungan untuk menentukan statistik.

Statistika Induktif, yaitu kegiatan yang dilakukan dalam penaksiran tentang karakteristik populasi, pembuatan prediksi, menentukan ada atau tidak adanya asosiasi antara karakteristik populasi dan pembuatan kesimpulan secara umum mengenai populasi. Data, yaitu bahan atau keterangan yang dinyatakan dalam angka-angka dan kebenarannya harus dapat dipercaya atau dapat diandalkan. Populasi, yaitu keseluruhan objek yang tidak seluruhnya diobservasi, tetapi merupakan objek penelitian.

Sejauh ini, para ahli sepakat mengemukakan dua jenis atau sifat sebagai alat bantu penganalisisan dalam ilmu statistik, yakni statistik parametrik dan statistik nonparametrik.

Statistik parametrik adalah alat bantu analisis data dengan berdasarkan asumsi-asumsi. Sampel dalam data analisis ini disebutkan berdistribusi normal yang diambil secara random dan berskala interval atau rasio (data kunatitatif). Selanjutnya, statistik nonparametrik disebutkan sebagai alat bantu analisis data dengan berdasarkan pada asumsi bahwa sampel data berdistribusi tidak normal dan berskala nominal atau ordinal (data kualitatif).

Data dalam Statistik

Seperti dijelaskan di atas, data dalam statistik biasanya berupa angka-angka atau infromasi tentang suat uobjek yang diperlukan untuk memecahkan suatu masalah. Istilah data digunakan untuk ungkapan yang jamak, sedangkan untuk istilah tunggalnya disebut dengan dentum.

Menurut jenisnya, data dapat digolongkan menjadi dua: data kategori yaitu data yang bersifat kategori; data numerik yakni data yang disimbolkan dengan angka. Selanjutnya, jika ditinjau dari sifatnya, data juga terbagi menjadi dua macam: data diskrit yaitu data yang diperoleh dengan cara menghitung; data kontinyu yaitu data yang didapat dengan cara mengukur.

Sumber data dapat berupa data internal dan data eksternal. Data internal yaitu data yang diperoleh (bersumber) dari dalam suatu data organisasi. Sedangkan data eksternal adalah data yang diperoleh dari luar suatu organisas. Data eksternal ini dibagi lagi menjadi dua bagian: data primer yaitu data yang dikumpulkan langsung dari subjek/objek data dan diolah sendiri oleh organisasi atau orang yang menggunakannya; data skunder yaitu data yang digunakan oleh organisasi atau orang yang bukan pengolahnya.


Metode Pengolahan Data

Metode pengolahan data dalam statistika dapat dibagi menjadi dua bentuk, yakni metode statistika deduktif (statistikan deskriptif) dan metode statistika indukstif (statistika inferensial).

Metode statistika deskriptif adalah statistika yang mempunyai tugas untuk mengumpulkan, mengolah, dan menyajikan data ke dalam bentuk tabel atau grafik. Metode ini berfungsi untuk mendeskripsikan fenomena-fenomena yang diteliti berdasarkan data yang terkumpul.

Metode statistika inferensial adalah statistika yang mempuyai tugas menganalisis dan mengambil kesimpulan serta membuat keputusan berdasarkan penganalisisan yang telah dilakukan. Yang termasuk ke dalam statistika inferensial ini antara lain melakukan prediksi dan pengujian hipotesis.

Kegunaan Statistika

Setelah mengetahui gambaran dasar statistika, timbul pertenyaan, apakah pentingnya statistika dalam kehidupan? Butuhkah kita statistika? Jawabannya tentu butuh, karena di sekitar kita begitu banyak data kuantitatif (angka) dan tentu saja kita tidak dapat mengelak diri dari data-data tersebut. Kita pasti sangat memerlukan data tersebut atau menyajikannya, baik pada diri sendiri maupun orang lain. Tidak jarang juga kita mengambil keputusan berdasarkan data tersebut. Misalnya, ketika kita akan memilih sebuah kelas yang diajar dosen X, kita merasa perlu tahu ‘medan perang’ dengan paling tidak bertanya-tanya pada orang yang pernah diajar dosen X. Selain itu, kita bisa melihat track record dosen X tersebut dalam memberi nilai, apakah dia termasuk dosen pelit atau murah hati. Tentu saja dengan melihat daftar nilai yang dikeluarkan dosen tersebut dan membandingkan presentase (baik secara intuitif maupun empiris) mahasiswa yang memperoleh nilai A, B, C, D, dan E. Perbandingan ini akan kita jadikan dasar keputusan untuk mengambil kelas tersebut atau tidak.

Tidak ada yang mengharuskan Anda untuk belajar statistika. Anda bisa mengabaikannya. Namun, tentu saja statistika menjadi syarat agar bisa menyelesaikan kuliah di suatu program studi tertentu. Hal ini karena ada anggapan bahwa perkembangan ilmu di suatu program studi tersebut tidak dapat dilepaskan dari statistika. Temuan-temuan ilmiah yang diterapkan dalam ilmu tersebut banyak mendapat bantuan dari statistika. Pengujian efektivitas terapi atau pengujian efektivitas pengajaran, dsb., seringkali tidak dapat dipisahkan dari penggunaan teknik statistik. Oleh karena itu, penting bagi orang-orang yang mempelajari ilmu tersebut untuk mengetahui cara-cara yang telah dipakai untuk memperoleh ilmu yang mereka pelajari saat ini. Termasuk di dalamnya analisis statistik.

Herman RN, mahasiswa S2 Unsyiah.

Iklan

Filed under: Opini

7 Responses

  1. adith berkata:

    sebagai mahasiswa yg baru ngambil mata kuliah statistika, artikel ini sangat membantu…
    makasih banyak bwt infonya…:)

  2. qoqom berkata:

    makasih .. artikelnya
    semoga menjadi amal jariah

  3. Zaen ahmed berkata:

    Thanks, friend ! God bless u.

  4. Zaen ahmed berkata:

    Trims bgt, mas !

  5. bagus berkata:

    terimaksih mas informasinya semoga bermanfaat….

  6. muhammad agustian berkata:

    mokasih mas infonya sangat membantu

  7. yuyuk berkata:

    tx atas infonya sangat bermanfaat dan membantu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

TABIK

Pembaca yang budiman, tidak dilarang mengutip tulisan dari web blog ini, baik seluruh maupun sebagian. Harapan kami, jangan lupakan sumbernya. Senang kami jika ada komentar ditinggalkan, apa pun bentuknya. Diskusi lebih lanjut dilayani di pelangijantan@gmail.com Terima kasih.

PO TULEH

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Bergabunglah dengan 2.400 pengikut lainnya

%d blogger menyukai ini: