LETUSAN

Dahulu, ketika konflik masyarakat Aceh sangat anti dengan bunyi. Setiap bunyi atau letusan yang didengar dikira adalah suara senjata. Pernah suatu hari seorang pejalan kaki melompat ke parit di pinggiran jalan ketika mendengar suara letusan. Ternyata letusan itu berasal dari ban sepeda motor.

Sekarang letusan sudah kembali meraja lela di Serambi Mekah. Suatu malam seorang nenek-nenek menarik cucunya secara paksa ke bawah tempat tidur ketika mendengar banyak letusan di luar.

Nenek  : Cepat tiarap! Cepat!

Cucu    : Kenapa, Nek?

Nenek  : Masih juga ke bertanya, apa tak ke dengar suara itu? Ayo cepat tiarap, nanti ke kena!

Cucu    : O.. suara itu ya, Nek? Itu kan suara mercon yang dimainkan anak-anak tetangga. Saya juga punya, ini! (memperlihatkan mercon).

Nenek  : Haa???

Herman RN

Kampung Peurada, Syiah Kuala, BNA.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s