Lidah Tinta

Ikon

Saatnya tinta bersuara lebih lantang dari suara senjata

LETUSAN

Dahulu, ketika konflik masyarakat Aceh sangat anti dengan bunyi. Setiap bunyi atau letusan yang didengar dikira adalah suara senjata. Pernah suatu hari seorang pejalan kaki melompat ke parit di pinggiran jalan ketika mendengar suara letusan. Ternyata letusan itu berasal dari ban sepeda motor.

Sekarang letusan sudah kembali meraja lela di Serambi Mekah. Suatu malam seorang nenek-nenek menarik cucunya secara paksa ke bawah tempat tidur ketika mendengar banyak letusan di luar.

Nenek  : Cepat tiarap! Cepat!

Cucu    : Kenapa, Nek?

Nenek  : Masih juga ke bertanya, apa tak ke dengar suara itu? Ayo cepat tiarap, nanti ke kena!

Cucu    : O.. suara itu ya, Nek? Itu kan suara mercon yang dimainkan anak-anak tetangga. Saya juga punya, ini! (memperlihatkan mercon).

Nenek  : Haa???

Herman RN

Kampung Peurada, Syiah Kuala, BNA.

Iklan

Filed under: Aneukdot

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

TABIK

Pembaca yang budiman, tidak dilarang mengutip tulisan dari web blog ini, baik seluruh maupun sebagian. Harapan kami, jangan lupakan sumbernya. Senang kami jika ada komentar ditinggalkan, apa pun bentuknya. Diskusi lebih lanjut dilayani di pelangijantan@gmail.com Terima kasih.

PO TULEH

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Bergabunglah dengan 2.399 pengikut lainnya

%d blogger menyukai ini: