Lidah Tinta

Ikon

Saatnya tinta bersuara lebih lantang dari suara senjata

Mencatat Sarasehan Jadi Bermakna

Judul Buku : Menuju Masyarakat Beradat dan Demokrasi

Penulis : Tim JKMA Aceh

Editor : Herman RN

Penerbit : Jaringan Komunitas Masyarakat Aceh (JKMA) Aceh kerja sama ICCO

Tahun Terbit: Desember 2007

Isi : 102 hlm

Membuat catatan perjalanan sudah sering dilakukan oleh banyak orang, terutama wartawan. Bahkan, beberapa kegiatan pun acap diberitakan di koran. Sayangnya, kebanyakan pemberitaan tentang acara semisal seminar dan sarasehan hanya terpaku pada kegiatan seremoninya saja. Akan tetapi, buku “Menuju Masyarakat Beradat dan Demokrasi” ini mencoba memberi nuansa lain.

Buku tipis yang hanya 102 halaman ini telah mendokumentasikan kegiatan sarasehan yang bukan sekedar even seremoni belaka sehingga menjadikan sebuah catatan bermakna. Dalam buku yang diterbitkan hasil kerja sama JKMA Aceh dan ICCO itu termuat hasil sarasehan atau pasar ide dan seminar tentang perekonomian masyarakat adat. Makalah-makalah dan hasil rekomendasi seminar dan sarasehan selama Kongres II JKMA Aceh di Kecamatan Lhoong, Aceh Besar, 22-26 April 2007, juga dibukukan menjadi sebuah “kitab” mungil, yang apabila suatu saat ada yang memerlukan rujukan dari pemakalah dan hendak mengetahui hasil kongres secara keseluruhan, tidak susah lagi mencari data. Pasalnya, buku ini cukup menjawab untuk kebutuhan data-data sekitar Kongres II JKMA Aceh dan sekitar hal mengenai masyarakat dan adat di Aceh.

Ada banyak kemungkinan yang dapat dijadikan referensi sekitar adat dan masyarakat dari buku tersebut. Di antaranya, tentang kemiskinan dan demokrasi, peradaban (tamadun) Aceh, penguatan dan kemandirian ekonomi masyarakat adat, peran dan partisipasi masyarakat dalam pembangunan gampông. Selain itu, ada pula pengetahuan kepada masyarakat untuk mengkritisi tatacara pembuatan qanun dan struktur lembaga adat dalam Undang-Undang Pemerintahan Aceh (UU PA).

Pada lembaran akhir buku ini dilampirkan rekomendasi akhir hasil Kongres II JKMA Aceh di Kecamatan Lhoong. Karena itu, tak salah pada pengantar buku bersampul coklat ini, Sekpel JKMA Aceh, Budi Arianto, mengharapkan agar buku tersebut dapat berguna terutama bagi pemangku adat, Pemda, pemberi bantuan, dan pengambil kebijakan terhadap Aceh.

Kongres II JKMA Aceh

Kongres II JKMA Aceh adalah sebuah even dalam hal pengambilan keputusan tertinggi pada struktur lembaga JKMA Aceh. Dalam kongres tersebut dipilih kembali Koordinator dan Sekretaris Pelaksana JKMA Aceh. Kongres pertama sudah dilakukan pada 28-31 Agustus 2003 di Banda Aceh. Namun, kala itu belum sempat terpikir membukukan hasil kegiatan kongres sehingga pada kongres II di Aceh Besar pada 22-26 April 2007, tebersitlah untuk mengumpulkan hasil kegiatan kongres dan jadilah buku dengan tajuk “Menuju Masyarakat Adat Beradat dan Demokrasi”. Karenanya, sarasehan dan seminar yang selama ini dianggap hanya sebagai ajang bagi-bagi tanya jawab, dengan adanya buku ini, membuktikan kegiatan sarasehan lebih bermakna.*

Iklan

Filed under: Resensi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

TABIK

Pembaca yang budiman, tidak dilarang mengutip tulisan dari web blog ini, baik seluruh maupun sebagian. Harapan kami, jangan lupakan sumbernya. Senang kami jika ada komentar ditinggalkan, apa pun bentuknya. Diskusi lebih lanjut dilayani di pelangijantan@gmail.com Terima kasih.

PO TULEH

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Bergabunglah dengan 2.400 pengikut lainnya

%d blogger menyukai ini: