Lidah Tinta

Ikon

Saatnya tinta bersuara lebih lantang dari suara senjata

PELANGI PUTIH

Puisi: Herman RN

pelangi itu begitu putih, membaris pada suatu senja di sela-sela tangis langit. sedang pekik alam tak mampu memecah lamun, kucuri tatap di ujung bisu. pelangi semakin putih di bawah kerudung abu-abu. aku terpaku kelu dan kaku.

adalah ia, warna yang telah mengundang risau. kadang aku tergigau saat pejam mata. kadang aku linglau dalam tapak hari. kadang aku galau di atas sajadah walau sudah bertahun kucium.

kucoba raba rencong, aku bengong.

kubersihkan belati, aku nyeri.

kuraih busur panah, aku lelah.

kutak pikir mesti mencari tali walau tangga belum dimiliki. kutak hendak hapus hijau walau putih masih dicari. aku berniat berperi tapi. ia semakin kurasa dekat meski belum di hati. aku kian serasa mati. kaul pelangi dapat termiliki lalu kesembahkan syariah ke Tuhan bersamanya untuk menyempurnakan sujudiah sebagai bekal ubudiyah. adalah mimpi terbesar seperti si hamil yang selalu idam-idam pada mamplam.

Banda Aceh, Desember 2009

Iklan

Filed under: Puisi, ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

TABIK

Pembaca yang budiman, tidak dilarang mengutip tulisan dari web blog ini, baik seluruh maupun sebagian. Harapan kami, jangan lupakan sumbernya. Senang kami jika ada komentar ditinggalkan, apa pun bentuknya. Diskusi lebih lanjut dilayani di pelangijantan@gmail.com Terima kasih.

PO TULEH

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Bergabunglah dengan 2.400 pengikut lainnya

%d blogger menyukai ini: