Lidah Tinta

Ikon

Saatnya tinta bersuara lebih lantang dari suara senjata

Wacana sebagai Bidang Ilmu

oleh Herman RN

Wacana pada mulanya memang sekedar pemikiran sederhana. Namun, istilah wacanan belakangan mulai dipakai para ahli untuk mendeskripsikan kegiatan-kegiatan pada persilangan berbagai disiplin linguistik yang berbeda, seperti sosiolinguistik, psikolinguistik, linguistik filosofis, dan linguistik komputasi. Karena itu, wacana tidak lagi dipandang ‘sebelah mata’ dalam perkembangan ilmu pengetahuan, tetapi ia dapat dijadikan salah satu bidang disiplin imu pengetahuan, terutama dalam kajian linguistik. Apalagi, dalam kehidupan ini, tidak semua bidang ilmu dapat mengkaji segala hal di alam, terutama untuk kebahasaan. Itu sebabnya, diperlukan wacana dalam keilmuan.

  1. 2. Pengertian teks, konteks, dan ko-teks

Teks berkaitan dengan apa yang sudah dicetak. Teks juga dipahami sebagai sebuah sistem yang dapat mengubah sesuatu tulisan menjadi ucapan/ujaran. Dapat dipahami bahwa ucapan yang diungkapkan melalui media cetak (tulis) disebut dengan teks. Halliday dan Hassan (1976:1) menyatakan bahwa teks terdiri atas unit-unit bahasa dalam penggunaannya. Unit-unit tersebut merupakan unit gramatikal. Adanya dalam bentuk tulisan.

Konteks berkaitan dengan lingkungan, waktu, si pembicara, dan lawan bidara. Semua ini menjadi relasi semantik dan sintaksi dalam sebuah wacana. Keadaan dan lingkungan juga dimasukkan ke dalam konteks. Selain itu, ada juga yang memberi pemahaman bahwa konteks adalah benda atau hal yang berada bersama teks dan menjadi lingkungan atau situasi penggunaan bahasa.

Ko-teks adalah semua unsur kebahasaan atau linguistik yang berperan dalam menentukan makna sebuah wacana. Ko-teks juga dipahami sebagai teks yang berhubungan dengan teks yang lain. Karena itu, ko-teks dapat berupa unsur teks dalam sebuah teks, bisa berupa kalimat, paragraf, juga wacana.

  1. 3. Referensi dan inferensi dalam wacana

Referensi adalah hubungan yang ada antara kata-kata dan barang-barang. Kata-kata tersebut mengacu pada (refer to) barang-barang. Referensi dalam analisis wacana sebenarnya lebih luas dari telaah referensi dalam kajian sintaksis dan semantik (Brown dan Yule (1996:28). Referensi dapat pula dimaknai sebagai ungkapan kebahasaan yang dipakai seorang pembicara untuk mengacu pada suatu hal yang dibicarakan, baik dalam konteks linguistik maupun dalam konteks nonlinguistik.

Inferensi adalah membuat simpulan berdasarkan ungkapan dan konteks penggunaannya. Dalam membuat inferensi perlu dipertimbangkan implikatur, yakni makna tidak langsung atau makna tersirat yang ditimbulkan oleh apa yang terkatakan (eksplikatur). Inferensi disebut juga dengan suatu proses untuk menghasilkan informasi dari fakta yang diketahui.

  1. 4. Hubungan topik, isi, dan simpulan dalam suatu wacana

Topik adalah ide dasar dalam sebuah wacana. Karena itu, topik menjadi unsur yang paling penting dalam wacana. Hasil pengembangan topik dikatakan dengan isi. Selanjutnya, hasil analisis wacanan pada akhirnya akan menjadi sebuah simpulan terhadap isi yang ditelaah atau dianalisis. Dengan demikian, antara topik, isi, dan simpulan dalam suatu wacana memiliki hubungan keterkaitan yang sangat erat. Adanya sebuah simpulan karena adanya isi yang ditelaah atau dianalisis. Adanya isi tentu memiliki topik yang menjadi pembahasasan. Topik sendiri ada di dalam isi wacana. Karena itu, ketiga hal ini saling terkait erat satu sama lain.

Iklan

Filed under: Opini

One Response

  1. Dewagung berkata:

    sangat berguna sekali informasinya broo…. thx a lot

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

TABIK

Pembaca yang budiman, tidak dilarang mengutip tulisan dari web blog ini, baik seluruh maupun sebagian. Harapan kami, jangan lupakan sumbernya. Senang kami jika ada komentar ditinggalkan, apa pun bentuknya. Diskusi lebih lanjut dilayani di pelangijantan@gmail.com Terima kasih.

PO TULEH

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Bergabunglah dengan 2.400 pengikut lainnya

%d blogger menyukai ini: