Lidah Tinta

Ikon

Saatnya tinta bersuara lebih lantang dari suara senjata

Pendidikan Bilingual

oleh Herman RN

Para linguis sepakat bahwa negara yang memiliki masyarakat anekabahasa lebih berkembang daripada negara yang hanya memiliki masyarakat ekabasaha. Hal ini karena negara anekabahasa mendekati masalah dengan (1) berusaha mengembangkan bahasa nasional, (2) mereka dapat mengembangkan nasionalisme tidak berdasarkan bahasa semata. Oleh karena itu, pendidikan bilingualisme terbilang penting.

Istilah bilingualisme (Inggris: bilingualism) disebut juga dengan istilah kedwibahasaan. Orang yang menggunakan dua bahasa dinamakan dengan bilingual. Untuk menggunakan dua bahasa, seseorang mesti bisa berbicara dalam dua bahasa tersebut. Di sekolah, pembelajaran bilingualisme dianggap penting karena dapat membantu menunjang peserta didik dalam memahami beberapa hal sekitar dunia pendidikan, seperti buku-buku dalam bahasa asing (Inggris). Selain itu, pembelajaran bilingualisme di sekolah-sekolah akan membuat anak didik dapat memahami lebih dari satu bahasa. Hal ini penting demi menghadapi kemajuan teknologi yang semakin pesat.

Namun demikian, bukan berarti pembelajaran bilingualisme tidak ada efeknya. Jika di atas disebutkan efek positifnya, berikut ini beberapa masalah yang menjadi faktor negatifnya.

  1. Karena disebutkan bahwa batasan bilingualisme itu seseorang dapat menguasai B2 sama baik atau hampir sama baiknya dengan B1, dikhawatirkan akan terjadi interferensi kedua bahasa dengan mudah.
  2. Dikhawatirkan pula anak didik akan melupakan B1 yang menjadi bahasa ibunya karena sudah memahami B2 sama baiknya dengan B1.
  3. Karena tingkat kemampuan peserta didik tidak sama, dikhawatirkan akan terjadi alih kode atau campur kode yang terlalu berlebihan dalam bahasa yang digunakannya. Hal ini dapat merusak bahasa yang mengalami percampuran kode.

Karen itu, masalah bilingual ini mesti diperhatikan sejauhmana seseorang dapat memahami kedua bahasa dengan baik dan tidak sampai melakukan interferensi yang dimungkingkan dapat terjadi pada kedua bahasa yang dikuasainya.

Iklan

Filed under: Opini

One Response

  1. ferza berkata:

    pengetahuan baru..cukup mencerahkan…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

TABIK

Pembaca yang budiman, tidak dilarang mengutip tulisan dari web blog ini, baik seluruh maupun sebagian. Harapan kami, jangan lupakan sumbernya. Senang kami jika ada komentar ditinggalkan, apa pun bentuknya. Diskusi lebih lanjut dilayani di pelangijantan@gmail.com Terima kasih.

PO TULEH

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Bergabunglah dengan 2.400 pengikut lainnya

%d blogger menyukai ini: