Lidah Tinta

Ikon

Saatnya tinta bersuara lebih lantang dari suara senjata

Cara Mudah Membuka Tulisan

Oleh Herman RN

Kesulitan terdasar menulis itu sebenarnya pada pemunculan kata pertama. Kerap orang berpikir, “Dari mana saya mulai tulisan ini.” Di akhir, saat menutup tulisan, sering pula muncul pemikiran, “Aku tak tahu cara mengakhiri tulisan ini.”

Di samping itu, sejumlah kendala lain adalah kesulitan mencari ide seolah ide itu hilang entah di mana, sering berpikir ganda, tak tahu mengambil anggle seolah anggle menjadi hal yang sangat penting, dan sejumlah pemikiran besar kepala manusia lainnya. Selain itu, yang paling penting dalam memulai menulis adalah menemukan masalah apa yang akan ditulis, lalu mengolahnya dengan berusaha menjawab:

  1. Masalah apa itu?
  2. Siapa yang mengalami masalah tersebut?
  3. Mengapa masalah itu terjadi?
  4. Bagaimana masalah itu terjadi dan bagaimana menyelesaikannya?
  5. Di mana masalah itu muncul?

Lead Kutipan Langsung

“Pakiban cara teumuleh, ci tuleh aju sigoe,” kata Vendra, pagi itu, sembari melepaskan tawa seperti pemabuk. Vendra adalah seorang staf ProDeelat.

Lead Narasi

Sejumlah lelaki duduk sembari menghadap layar laptopnya masing-masing. Pagi itu adalah hari pertama dimulainya pelatihan menulis bagi staf ProDeelat.

Lead Deskripsi

Ruangan itu sekira 6 x 8 meter, membentuk liter L. Di sebelah utara terdapat sebuah lemari 7 kaki. Sebelah selatan ada lemari buku tiga pintu. Tak jauh dari sana, paling sudut juga terlihat sebuah lemari ukuran yang sama, yang juga berisi sejumlah buku. Ruangan itu adalah tempat rapat perkumpulan ProDeelat.

Masih banyak lead dalam model lain yang dapat ditemukan pada tulisan sejumlah orang atau lihat saja trik menulis di internet. Intinya, menulis itu bukan bakat, bukan pula menunggu ilham. Menulis ya…menulis..menulis…dan menulis!

“Tulislah apa yang sedang Anda pikirkan, jangan pikirkan apa yang akan Anda tuliskan!”

Memulai tulisan dapat dilakukan dengan memunculkan paragraf pertama. Paragraf pertama sering dianggap sebagai kepala tulisan (lead). Ada sejumlah cara dalam membuat lead.

Iklan

Filed under: Essay

One Response

  1. wah tetep aja mas saya suka mentok kalo mau bikin tulisan..?? tapi yang jelas sih ga ada bakat aja ya..?? hahahah… salam kenal aja..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

TABIK

Pembaca yang budiman, tidak dilarang mengutip tulisan dari web blog ini, baik seluruh maupun sebagian. Harapan kami, jangan lupakan sumbernya. Senang kami jika ada komentar ditinggalkan, apa pun bentuknya. Diskusi lebih lanjut dilayani di pelangijantan@gmail.com Terima kasih.

PO TULEH

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Bergabunglah dengan 2.400 pengikut lainnya

%d blogger menyukai ini: