Lidah Tinta

Ikon

Saatnya tinta bersuara lebih lantang dari suara senjata

Mengingat Cinta

Puisi Herman RN

Mengingatmu membuatku malas menjadi pelupa

Membayangmu menjadikanku rajin lupa

Mungkin karena itu aku belum lupa

Pada sujud pertama kita jumpa

Mengingatmu aku bercita-cita

Membayangmu kunyaris lupa hakiki cinta

Mungkin karena itu aku gantungkan cita-cita cinta

Kehendak pada sang pemilik agar kau dan aku pada satu baqa

dan jika ia jadi ada

keadaanku bermimpi pada restu Tuhan

terhadap bulan dengan cahayanya

kehendak Ilahi pada matahari dengan sinarnya

Mengingatmu membuat aku menjadi takut lupa dalam kata pertama engkau kusapa atau pada mula engkau menyapa. Sedangkan mengulang itu adalah cita-cita sepanjang matahari dan bulan meyampaikan titah Tuhannya.

Kota Iskandar Muda, Mei 2010

Iklan

Filed under: Puisi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

TABIK

Pembaca yang budiman, tidak dilarang mengutip tulisan dari web blog ini, baik seluruh maupun sebagian. Harapan kami, jangan lupakan sumbernya. Senang kami jika ada komentar ditinggalkan, apa pun bentuknya. Diskusi lebih lanjut dilayani di pelangijantan@gmail.com Terima kasih.

PO TULEH

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Bergabunglah dengan 2.399 pengikut lainnya

%d blogger menyukai ini: