Lidah Tinta

Ikon

Saatnya tinta bersuara lebih lantang dari suara senjata

Kompasiana Blogshop, Hujan Bukan Halangan

oleh Herman RN

PAGI itu, Sabtu, 26 Maret, hujan memandikan bumi Tanah Rencong. Sejak subuh, titik-titik ‘air dari langit’ itu sudah berlomba menyentuh tanah. Sungguh saya resah. Dalam hati, saya berujar, “Hujan adalah nikmat, mungkinkah saya harus melaknat?”

Demi Tuhan, hampir saja saya menyerah. Sejak beberapa hari sebelumnya, saya sudah mempersiapkan rencana akan mengikuti kompasiana blogshop. Namun, tiba-tiba hujan yang lebat pagi ini membuat saya merasa tidak yakin dapat mengikuti kegiatan yang diprakarsai oleh Kompas.com tersebut.

Saya terus berdoa agar hujan dapat reda. Paling tidak sekejap agar saya dapat melangkah ke The Pade Hotel, tempat kegiatan workshop kompasiana blogshop diadakan. Sembari melihat arloji lobor di pergelangan tangan, saya sempatkan mengecek email.

Pukul 09.45, keresahan saya mulai meningkat. Saya buka kembali email yang dikirimkan panitia kompasiana blogshop. Di sana disebutkan bahwa acara dimulai pukul 10.00 WIB. Jemputan dilakukan mulai pukul 08.00 WIB. Jemputan disediakan dari Simpang Lima, yaitu sebuah simpang di pusat kota Banda Aceh.

Yang saya pikirkan, bukan soal jemputan yang memang sudah tidak memungkinkan lagi itu. Namun, saya berpikir bagaimana sampai ke the Pade Hotel tepat waktu dan tidak basah. Saya hanya memiliki sebuah sepeda motor, tanpa mantel hujan. Karena itu, kegelisahan masih saja merasuk di hati melihat hujan belum juga reda.

Tepat pukul 10.00 WIB, saya ambil risiko kehujanan. Yang penting bagi saya, dapat mengikuti kegiatan yang didukung oleh Telkomsel itu. Sepanjang jalan, saya terus berharap agar saya tidak termasuk ke dalam golongan orang-orang yang terlambat.

Saya tarik gas sepeda motor merah saya sekencang-kencangnya. Begitu melewati hembatan Simpang Surabaya, ternyata hujan semakin lebat. Saya tidak berhenti. Sepanjang jalan Batoh, saya semakin kencangkan lari motor saya. Saya nekat, tetap ke the Pade Hotel, walau dalam keadaan kuyup. Sempat terlintas pula dalam pikiran saya, panitia pasti menyediakan kaos sehingga saya tak perlu khawatir dengan keadaan basah.

Pukul 10.15 WIB, saya tiba di lokasi kegiatan. Selepas memparkirkan sepeda motor, saya melakukan registrasi peserta. Saat itulah saya tahu bahwa saya belum terlambat. Masih banyak yang belum datang.

Firasat saya benar, panitia menyediakan kaos putih berbola-bola merah. Namun, saya tak sempat ganti baju. Terlebih lagi dengan keadaan celana yang basah seperti orang jatuh ke sungai, membuat kondisi saya tidak nyaman. Akan tetapi, saya tetap berusaha antusias mengikuti kegiatan kompasiana blogshop.

Sesi pagi, kegiatan tersebut dibuka oleh pemateri Iskandar Zulkarnain, seorang editor Kompas.com sekaligus redaktur di kompasiana.com. Lelaki 32 tahun itu memaparkan tentang Citizen Journalism. Menutup sesi pagi itu, diadakan kuis. Empat peserta berhasil memperoleh masing-masing sebuah flashdisk, hadiah dari telkomsel.

Selesai makan siang, sesi siang diisi oleh pemateri lainnya, Heru Margianto, Editor KOMPAS.com. Ia menjelaskan tentang kiat menulis cepat dan menulis bermanfaat. Adapun tulisan ini saya tulis sembari menyimak penjelasan Heru. Semoga akan ada sambungannya.[26/3/11]

Iklan

Filed under: Feature

One Response

  1. iqbalperdana berkata:

    Wah,saya jadi iri bg.
    hehe..

    saya tidak dapat hadir karna mengikkuti PJTD(Pelatihan Jurnalistik Tingkat Dasar) di Gelanggang mahasiswa..
    Semoga ilmu yang di dapat bermanfaat,kalau ada waktu,bisa kita sharing bg..
    😀
    hehehee..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

TABIK

Pembaca yang budiman, tidak dilarang mengutip tulisan dari web blog ini, baik seluruh maupun sebagian. Harapan kami, jangan lupakan sumbernya. Senang kami jika ada komentar ditinggalkan, apa pun bentuknya. Diskusi lebih lanjut dilayani di pelangijantan@gmail.com Terima kasih.

PO TULEH

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Bergabunglah dengan 2.399 pengikut lainnya

%d blogger menyukai ini: