Lidah Tinta

Ikon

Saatnya tinta bersuara lebih lantang dari suara senjata

Anggota DPD RI, Bangun Karakter dan Budaya!

Oleh Herman RN

BANYAK orang bermimpi menjadi anggota DPD RI. Tak ada larangan memiliki mimpi, selama dapat diwujudkan melalui visi dan misi. Namun, tatkala mimpi tidak memiliki aksi, niscaya takkan ada reaksi apa pun untuk mewujudkan impi. Apalagi, jika visi-misi menjadi anggota DPD RI hanya mengumbar mimpi kepada rakyat, sebatas janji.

Jujur, saya pun hendak bermimpi untuk menjadi anggota DPD RI demi membangun daerah dalam bingkai NKRI. Akan tetapi, saya paling takut bersumpah-janji, mengaku cinta ibu pertiwi, menyombongkan diri sebagai pahlawan rakyat dan rela mati. Yang dapat saya sebut-saji “Jika saya menjadi anggota DPD RI”, paling tidak saya berupaya membangun karakter anak bangsa, yang diawali pembangunan karakter peserta didik.

Pembangunan karakter peserta dapat dimulai pada jenjang SMA. Masa ini anak-anak telah memasuki pubertas yang mulai dapat mengenali diri sendiri. Manakala masa-masa seperti ini tidak diambil peduli, peserta didik akan mudah terpengaruhi , terutama sekali kecanggihan dan kemudahan akses teknologi.

Berikutnya, masa paling mudah, tetapi sekaligus juga paling susah mengontrol diri adalah jenjang perguruan tinggi sehingga pendidikan karakter diperlukan lebih lanjut pada tingkat ini. Oleh karena itu, upaya pertama yang saya lakukan tatkala menjadi anggota DPD RI adalah membenahi sektor pendidikan negeri ini agar memiliki kurikulum yang mendukung sektor pengembangan karakter diri.

Perlu diketahui, pendidikan karakter akan membawa peserta didik, paling tidak mengenali potensi diri sebagai manusia yang memiliki empat sifat nabi: benar; jujur, amanah, dan pintar. Keempat sifat ini akan memperkuat jati diri agar menjadi manusia yang dapat dipercaya, memiliki rasa hormat dan perhatian, kepedulian, tanggung jawab, kewarganegaraan, ketulusan, berani, tekun, disiplin, visioner, adil, dan punya integritas. Jika komponen-komponen ini sudah terbina sejak di perguruan tinggi, sudah barang pasti ketika seorang manusia menjadi pemimpin negeri dapat mengontrol diri dari lakon-lakon, antara lain kolusi, korupsi, dan nepotisme (KKN). Sesungguhnya, penyakit bangsa kita yang paling ‘kronis’ selama ini adalah KKN. Penyakit inilah yang membawa bangsa dan rakyat jauh dalam kemiskinan, kemerosotan, dan keterpurukan.

Misi berikutnya jika saya menjadi anggota DPD RI adalah melakukan pembenahan pembangunan di bidang kebudayaan. Indonesia merupakan negara yang kaya adat, istiadat, budaya, dan pariwisata. Selama ini, pembangunan di bidang kebudayaan telah dilakukan, tetapi lebih terfokus pada bentuk fisik yang luas dan sudah jelas. Adapun penguatan pada kebudayaan dalam bentuk abstrak, semisal melakukan pelestarian bahasa-bahasa daerah yang ‘hampir punah’ dan pelestarian tradisi (istiadat) daerah, belum tegas dan belum jelas.

Perlu diingat, mudahnya penerimaan terhadap budaya asing telah membuat bangsa ini jauh tertinggal dari negara-negara lain bahkan dari negara yang belum lama berdiri. Oleh karena itu, penguatan pendidikan karakter dan pembangunan di bidang kebudayaan adalah dua pondasi dasar yang mesti dilakukan oleh seorang anggota DPD RI.

Dua hal itu akan memudahkan pembangunan pada sekotor lain. Dari kebudayaan, perekonomian dapat terwujud. Contoh kecil adalah pengembangkan sektor pariwisata yang sangat luas di Indonesia. Saya yakin sektor wisata akan mampu menunjang devisa daerah. Namun, semua itu akan mustahil manakala manusia-manusia di negeri ini tidak memiliki karakter yang bersih sehingga pendidikan karakter sangat diperlukan.

Herman RN, pengajar dan penulis lepas.

Iklan

Filed under: Opini, , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

TABIK

Pembaca yang budiman, tidak dilarang mengutip tulisan dari web blog ini, baik seluruh maupun sebagian. Harapan kami, jangan lupakan sumbernya. Senang kami jika ada komentar ditinggalkan, apa pun bentuknya. Diskusi lebih lanjut dilayani di pelangijantan@gmail.com Terima kasih.

PO TULEH

TWITTER SAYA

  • @tirtadaroy_bna yang baik, kenapa setiap Sabtu-Minggu air di sepanjang Jl. Prof. Ali Hasjmy mati total? Apakah ada batasan kubik pemakaian? 2 weeks ago

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Bergabunglah dengan 2.388 pengikut lainnya

%d blogger menyukai ini: