Lidah Tinta

Ikon

Saatnya tinta bersuara lebih lantang dari suara senjata

26 Mei, Aceh Jadi Istimewa

oleh Herman RN

TANGGAL 26 Mei adalah hari yang sangat penting bagi rakyat Aceh di mata Indonesia. Pada tanggal ini, gelar “istimewa” bagi Aceh diberikan oleh Pemerintah Indonesia. Keistimewaan itu terdapat dalam tiga bidang: pendidikan, keagamaan, dan adat budaya.

A.Hasjmy yang pada 26 Mei 1959 masih menjabat sebagai Gubernur Aceh sempat berucap menjelang detik-detik kesitimewaan akan diberikan untuk Aceh. “Pada waktu mengadakan Musyawarah Pleno tgl 26 Mei 1959 diumumkanlah bahwa titik pertemuan telah tercapai, Aceh harus diselamatkan dari kehancuran, dan kepada Aceh diberi status “DAERAH ISTIMEWA”.

Ucapan itu kemudian membahana dalam hati rakyat Aceh kala itu. Beberapa pakar yang mendengar itu disebutkan sempat menitikkan air mata. Betapa berartinya gelar “istimewa” tersebut. Tak ada yang menyangka jika gelar istimewa itu kemudian berubah menjadi beberapa gelar kemudian, seperti “Daerah Basis, Daerah Operasi Militer, Daerah Syariat Islam,” dan sebagainya, yang ‘mengurangi’ sendi keistimewaan Aceh dalam tiga hal sebelumnya: pendidikan, agama, dan adat.

Tatkala Aceh diberikan status istimewa, idealisme Darussalam pun tumbuh nyata. Tiga kampus sebagai pilar pendidikan didirikan saling berdampingan. Universitas Syiah Kuala, IAIN Ar-Raniry, dan Dayah Pante Kulu merupakan wujud kampus Darussalam yang mengintegrasikan tiga jenis pendidikan sekaligus menggambarkan pola kepemimpinan Aceh yang meliputi tiga unsur; ulama, umara, zuama.

Hari ini tentu saja bukan hari itu. Hari ini adalah keinginan, hari lalu adalah sejarah, sedangkan hari depan adalah impian. Banyak pertanyaan yang patut tersemat di benak rakyat Aceh: mau dibawa kemana Aceh ini setelah hari ini, dengan dimensi sejarah hari lalu?

Aceh sejatinya sudah istimewa sejak dahulu kala, sejak Islam bertahta di Kerajaan Aceh Darussalam. Hadih maja “Adat bak Poteu Meureuhôm/ Hukôm bak Syiah Kuala/ Kanun bak Putroe Phang/ Reusam bak Lakseumana” merupakan bukti Aceh telah sejak lama meletakkan sendi pendidikan, agama, adat, dan kepemimpinan secara tepat pada tempatnya.

Mari merenungi sejenak Aceh ini, dengan keistimewaan yang dimiliki, pada pemimpin dan orang-orang masa kini.[]

sumber: Ajteh Post

Iklan

Filed under: Essay

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

TABIK

Pembaca yang budiman, tidak dilarang mengutip tulisan dari web blog ini, baik seluruh maupun sebagian. Harapan kami, jangan lupakan sumbernya. Senang kami jika ada komentar ditinggalkan, apa pun bentuknya. Diskusi lebih lanjut dilayani di pelangijantan@gmail.com Terima kasih.

PO TULEH

TWITTER SAYA

  • @tirtadaroy_bna yang baik, kenapa setiap Sabtu-Minggu air di sepanjang Jl. Prof. Ali Hasjmy mati total? Apakah ada batasan kubik pemakaian? 2 weeks ago

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Bergabunglah dengan 2.388 pengikut lainnya

%d blogger menyukai ini: