Lidah Tinta

Ikon

Saatnya tinta bersuara lebih lantang dari suara senjata

11 Juni, Republik Indonesia Serikat Jadi Anggota ILO

oleh Herman RN

[AtjehPost, 11 Juni 2012]

REPUBLIK Indonesia Serikat yang disingkat RIS adalah jenis negara federasi yang berdiri pada tanggal 27 Desember 1949. Pilihan “republik serikat” merupakan hasil kesepakatan tiga pihak dalam Konferensi Meja Bundar: Republik Indonesia, Bijeenkomst voor Federaal Overleg (BFO), dan Belanda.

Kesepakatan ini disaksikan oleh United Nations Commission for Indonesia (UNCI) sebagai perwakilan PBB. RIS terdiri atas beberapa negara bagian, yaitu (1) Negara Republik Indonesia; (2) Negara Indonesia Timur; (3) Negara Pasundan, termasuk Distrik Federal Jakarta; (4) Negara Jawa Timur; (5) Negara Madura; (6) Negara Sumatera Timur; dan (7) Negara Sumatera Selatan.

Di samping itu, ada juga wilayah yang berdiri sendiri (otonom) dan tak tergabung dalam federasi. Negara-negara yang memilik hak otonom itu antara lain Jawa Tengah, Kalimantan Barat (Daerah Istimewa), Dayak Besar, Daerah Banjar, Kalimantan Tenggara, Kalimantan Timur (tidak temasuk bekas wilayah Kesultanan Pasir), Bangka, Belitung, dan Riau.

Pada tahun 1950, bertepatan dengan tanggal hari ini, 11 Juni, Republik Indonesia Serikat menjadi anggota ke-16 dalam badan ILO. ILO merupakan singtakan dari International Labour Organisation atau dikenal sebagai Organisasi Buruh Internasional. Organisasi ini didirikan pada 1919, setelah Perang Dunia I yang kemudian menjadi bagian dari PBB.

Kabinet RIS bertugas pada periode 20 Desember 1949 – 6 September 1950 di Jakarta. Kendati memerintah sampai September, sebenarnya RIS sudah dibubarkan pada 17 Agustus 1950.

RIS dibubarkan dengan anggapan sistem federal digunakan oleh Belanda sebagai muslihat untuk menghancurkan RI. Selain itu, bentuk negara serikat disebut-sebut tidak sesuai dengan kepribadian bangsa Indonesia dan tidak sesuai dengan cita-cita proklamasi kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945. Konstitusi federal dianggap hanya menimbulkan perpecahan.

Hal tersebut mendorong keinginan untuk kembali ke negara kesatuan. Akhirnya, pada 17 Agustus 1950 atau lima tahun setelah Proklamasi Kemerdekaan RI, RIS pun dibubarkan.[]dbs

Iklan

Filed under: Essay

2 Responses

  1. jaka berkata:

    Salam Kenal Ya Untuk Semuanya.. 🙂

  2. nadiaananda berkata:

    Semangat.. Semangat untuk indonesia dan para blogger semuanya.. Ayo kita menulis dan berbagi.. 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

TABIK

Pembaca yang budiman, tidak dilarang mengutip tulisan dari web blog ini, baik seluruh maupun sebagian. Harapan kami, jangan lupakan sumbernya. Senang kami jika ada komentar ditinggalkan, apa pun bentuknya. Diskusi lebih lanjut dilayani di pelangijantan@gmail.com Terima kasih.

PO TULEH

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Bergabunglah dengan 2.400 pengikut lainnya

%d blogger menyukai ini: