Lidah Tinta

Ikon

Saatnya tinta bersuara lebih lantang dari suara senjata

Hari Ini, Suami Pertama Cut Nyak Dien Gugur

oleh Herman RN

SEDIKIT sekali kisah tentang Teuku Ibrahim Lamnga terungkap ke publik. Suami pertama Cut Nyak Dien ini hanya dikenal selintas layang dalam catatan sejarah manakala dibandingkan dengan suami yang lain dari Cut Nyak Din, yakni Teuku Umar. Padahal, Teuku Ibrahim adalah seorang pahlawan Aceh juga. Ia gugur dalam perang mengusir kaphé Beulanda.

Ibrahim Lamnga gugur dalam pertempuran di Gle Tarum, 29 Juni 1878. Cut Nyak Dhien sangat marah dengan kejaian itu. Ia bersumpah hendak menghancurkan Belanda. Bahkan, ia berjanji pada dirinya sendiri tidak akan menikah lagi sebelum dapat menumpas penjajah Belanda. Demikian cinta Cut Nyak kepada sang suami perdana.

Namun, karena Teuku Umar adalah juga seorang pejuang, tatkala ia mengajukan niatnya melamar Cut Nyak, perempuan Aceh ini tidak kuasa menampik. Apalagi, Umar berjanji bersama-sama akan menumpas penjajah Belanda dari Aceh. Lamaran Umar pun diterima.

Kembali ke Teuku Ibrahim Lamnga yang gugur pada tanggal yang sama dengan hari ini, 29 Juni. Pernikahan Cut Njak Dien dengan Teuku Ibrahim Lamnga berlangsung sederhana. Cut Nyak Dien dinikahkan oleh orangtuanya pada 1862. Saat itu, usia Cut Nyak masih sangat belia. Teuku Ibrahim Lamnga yang menjadi suami pertamanya merupakan putra Uleebalang Lam Nga XIII.

Perayaan pernikahan anak dua pejuang Aceh ini dimeriahkan dengan kehadiran penyair terkenal masa itu, yaitu Abdul Karim. Abdul Karim yang lebih termahsyur dengan nama Do Karim adalah pengarang Hikayat Prang Kompeni. Do karim membawakan syair-syair bernafaskan agama dan mengagungkan perbuatan-perbuatan heroik untuk memeriahkan pernikahan Ibrahim Lamnga dan Cut Nyak Dien.

Setelah dianggap mampu mengurus rumah tangga sendiri, pasangan tersebut pindah dari rumah orang tuanya. Selanjutnya, kehidupan rumah tangganya berjalan baik dan harmonis. Mereka dikaruniai seorang anak laki-laki gagah berani.

Kegigihan Ibrahim Lamnga dalam perang membuat ia terpaksa jarang berkumpul dengan anak dan istrinya. Ibrahim Lamnga menjadi tokoh perang di daerah VI mukim. Cut Nyak ikhlas atas semua itu, karena ia sadar betul yang dilakukan oleh sang suami adalah perintah Allah. Jika pun gugur, ia yakin sang suami menjadi syuhada.

Demi mengobati kerinduan terdalam pada suami, Cut Nyak kerap mendendangkan syair-syair yang menumbuhkan semangat perang. Syair-syair itu ia lantunkan dengan hati rindu rendam sembari mengayunkan anak semata wayang. Ketika sesekali suaminya pulang ke rumah, hal yang dibicarakan Cut Njak Dien tak lain yang berkaitan dengan perlawanan terhadap kaum kaphe Belanda.

Bersebab itu, Cut Nyak sangat merasa kehilangan saat suami pertamanya gugur. Ia yakin benar keguguran Ibrahim Lamnga tidak lain karena kerakusan dan kekejaman kolonial Belanda. Hati ibu muda yang masih berusia 28 tahun itu bersumpah akan menuntut balas kematian suaminya sekaligus bersumpah hanya akan menikah dengan pria yang bersedia membantu usahanya menuntut balas. Teuku Umarlah sang lelaki yang berhasil menggantikan posisi Teuku Ibrahim Lamnga.[]dbs

Iklan

Filed under: Essay

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

TABIK

Pembaca yang budiman, tidak dilarang mengutip tulisan dari web blog ini, baik seluruh maupun sebagian. Harapan kami, jangan lupakan sumbernya. Senang kami jika ada komentar ditinggalkan, apa pun bentuknya. Diskusi lebih lanjut dilayani di pelangijantan@gmail.com Terima kasih.

PO TULEH

TWITTER SAYA

  • @tirtadaroy_bna yang baik, kenapa setiap Sabtu-Minggu air di sepanjang Jl. Prof. Ali Hasjmy mati total? Apakah ada batasan kubik pemakaian? 1 week ago

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Bergabunglah dengan 2.388 pengikut lainnya

%d blogger menyukai ini: