Lidah Tinta

Ikon

Saatnya tinta bersuara lebih lantang dari suara senjata

24 Juli, Aceh Tenggara Pertama Sekali Punya Bupati

oleh Herman RN

SETELAH melalui perjuangan panjang, Mayor Syahadat berhasil meyakinkan Pangkowilhan I, Letjend Koesno Oetomo mengesahkan secara de facto kewilayahan Tanah Alas dan Gayo Lues sebagai Kabupaten Aceh Tenggara. Pada 22 Desember 1972, Pemerintah Pusat mengirim tim di bawah pimpinan Sekretaris Jendral Departemen Dalam Negeri, Mayjen Sunandar Priyosudharmo untuk mengecek persiapan terakhir Kutacane.

Usai pengecekan tersebut, dua tahun kemudian, pemerintah pusat akhirnya mengeluarkan UU No.4 Tahun 1974 tentang pembentukan Kabupaten Aceh Tenggara.  Kemudian, pada 24 Juli 1975, secara defenitif, Syahadat diangkat sebagai bupati perdana Aceh Tenggara. Perjuangan panjang selama sejak 1956 akhirnya membuahkan hasil.

Kronologi terbentuknya Kabupaten Aceh Tenggara dimulai tahun 1957. Ketika itu, 6 Desember 1957, terbentuklah susunan panitia pembentukan kabupaten untuk daerah Tanah Alas dan Gayo Lues melalui sebuah rapat di Madrasah Ibtidaiyah (MIN) Prapat Hulu. Ketua formatur saat itu adalah T. Syamsudin. Dari rapat sederhana inilah digelar rapat lebih besar dengan menghadirkan 200.000 orang  untuk menyatakan sikap pembentukan Kabupaten Aceh Tenggara.

Gubernur Aceh masa itu, Muzakkir Walad menunjuk Syahadat sebagai perwakilan Aceh Tengah untuk Gayo Lues dan Tanah Alas. Syahadat diminta menyusun  catur program pembangunan Aceh Tenggara. Ketika itu, Mayor Syahadat hadir sebagai kepala Staf Sektor VII KDMA. Kehadirannya membawa angin segar bari rakyat Aceh Tenggara. Dari sinilah kemudian cikal bakal Kabupaten Aceh Tenggara berdiri sendiri dengan memiliki bupati sendiri, yakni Syahadat.

Pada zaman sejarah perjuangan melawan penjajah, wilayah Tanah Gayo Aceh Tenggara sangat luas. Posisinya berada tepat di tengah-tengah bukit barisan. Luas Tanah Alas dan Gayo Lues waktu itu mencapai 10.487Km2 atau sama dengan 1.048.700 hektar. Jumpah penduduknya mencapai 12.400 jiwa. Sebelum pemekaran pada tahun 2002, luas wilayah Aceh Tenggara 9.635 Km2. Setelah terjadi pemekaran wilayah dengan lahirnya Kabupaten Gayo Lues pada 10 April 2002 berdasarkan UU No. 4/2002, wilayah Aceh Tenggara tinggal 4.165,63 Km2. Sebagian besar wilayah ini berada di Lembah Alas.

Sudah semestinya, hari ini menjadi momen penting bagi Aceh Tenggara, karena pada hari ini di 37 tahun lalu, pertama sekali Aceh Tenggara memiliki kepala daerah. Selamat mengenang sejarah!

Iklan

Filed under: Memory

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

TABIK

Pembaca yang budiman, tidak dilarang mengutip tulisan dari web blog ini, baik seluruh maupun sebagian. Harapan kami, jangan lupakan sumbernya. Senang kami jika ada komentar ditinggalkan, apa pun bentuknya. Diskusi lebih lanjut dilayani di pelangijantan@gmail.com Terima kasih.

PO TULEH

TWITTER SAYA

  • @tirtadaroy_bna yang baik, kenapa setiap Sabtu-Minggu air di sepanjang Jl. Prof. Ali Hasjmy mati total? Apakah ada batasan kubik pemakaian? 2 weeks ago

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Bergabunglah dengan 2.388 pengikut lainnya

%d blogger menyukai ini: